gelap tak selamanya kelam

gelap tak selamanya kelam
Pantai Selatan part 2


__ADS_3

Mata kakek itu, mata kakek itu berwarna merah membara seperti bola api terbakar dan mengeluarkan cahaya. Aku merasakan merinding sangat merinding. Cepat kusuruh Tania dan Viona masuk kedalam rumah. Ketika Viona dan Tania sudah dalam rumah aku melangkah menjauh dari rumah. Sosok kakek itu mengikutiku dan sosok kakek itu melayang mengambang beberapa centi dari tanah mengikuti. Hingga aku tak bisa bergerak. 


"ulah sieun, aki eweuh niat goreng"


jangan takut kakek tidak ada niay jelek


"aki hayang nuturkeun maneh"


kakek ingin mengikuti kamu


"aki hayang balik ngan teu nyaho jalan balik"


kakek ingin pulang tapi tidak *** jalan pulang


"bisi maneh butuh pitulung geroan aki"


kalo kamu butuh bantuan panggil aki


lalu kakek itu membisikan namanya dan mantra pemanggil. Dan tiba tiba terdengar suara angin kencang dan guntur menggelegar dan kemudian tubuh kakek itu hilang tak berbekas.


Aku jatuh terduduk. Aku mengumpulkan kesadaranku. Makhluk apa sebenarnya kakek itu. Aura kekuatannya begitu kuat.


Akhirnya aku mampu berdiri dan melangkah kedalam rumah. Didalam rumah aku diberondong berbagai pertanyaan dari Deni,Indri,Tania,Viona dan Yana tapi aku hanya bisa terdiam.

__ADS_1


Viona memberiku air minum aku pun minum. Tak lama terdengar Joko dan teman teman memanggil dari luar rumah untuk acara bakar ikan.


Kami keluar rumah dan menyiapkan peralatan lalu membakar ikan. Suasana mencair seperti tidak ada kejadian mengerikan sebelumnya.


Gurauan dan canda mengisi acara bakar ikan membuat suasana menjadi gembira. Selesai bakar ikan kami membuat api unggun sambil bernyanyi diiringi petikan gitar.


Tak lama mulai Joko dengan Erni berdebat dan seperti biasa yg lainnya mengompori tapi kali ini beda Joko dikompori Intan dan Maya sedangkan Erni oleh Tania. Hebatnya tania bisa mementahkan serangan Joko cs dengan kata kata dan bahasa tengilnya yang tak mampu di lawan Intan, Maya dan Joko. Seolah Tania adalah Alien dari planet lain mengalahkan predator.. 


Beres debat tak bermutu dan tak jelas tapi bisa bikin yg mendengar tertawa, giliran tembak tembakan. 


Pertama Opik menembak Intan dengan puisi cintanya dengan tema Romeo dan Juliet, biasanya Intan yang jaim dan malu malu cicak kali ini meleleh karena puisi opik hasil contekan di internet. Apa mungkin karena Intan berdiri terlalu dekat api unggun jadi gampang meleleh atau tembakan Opik tepat kena Jantung hati Intan yang membuat Intan kelepek kelepek. 


Giliran kedua Dadan menembak Maya amunisinya lagu cinta yang aku dan lainnya tak tahu siapa penyanyi aslinya dan siapa pengarangnya bahkan ketika kucoba iringi pake gitar Dadan minta nada dasar di C Kolonel aku bilang tak ada nada C kolonel adanya c Mayor, Dadan bilang kolonel lebih tinggi dari mayor akhirnya ku iringi saja dengan tepuk tangan yang tak pake nada dasar. Sepertinya lagu Dadan tak begitu berpengaruh tapi kado Hp yang es nya sampe 7 bikin maya kelepek kelepek dan menerima Dadan dengan catatan dilarang nyanyi lagi. Otomatis tinggal Tania,Yana dan Irene yang tak berpasangan. Segera semuanya mencomblangi Tania tengil 100% dengan Yana 100% cupu. Tapi sulit karena kata kata kami tak mempan pada Tania yang seperti terbuat dari baja tebal kebal dari segala comblangan bahkan bullyan. Kini comblangan beralih pada Irene ada yang mau comblangin dengan turis bule di bali padahal saat ini kan bukan dibali. Bahkan Intan pengin nyomblangin dengan tukang asin yang kata Intan sangat mirip Steven William versi afrikanya.. Setelah lama dibully Irene melemparkan bola panas kepadaku. Irene hanya dicomblangin kepadaku dan rela menjadi kedua.


Aku tau Viona agak marah berasa pegangan tangannya ke tanganku yang asalnya lembut menjadi mengencangkan. Biar tensi menurun ku peluk Viona sambil bilang ga lah hatiku hanya untuk viona seorang tapi kembali Irene menyerang aku untuk bilang ga ada rasa pada dirinya dengan memandang matanya dari dekat.. Untunglah Viona bijaksana dan berkata ga usah diteruskan dan mengecup lembut pipiku. Dan mumpung jauh dari Tania kukecup lembut kening Viona.. Yes akhirnya berhasil tanpa gangguan dan kulihat Irene menundukkan kepala. 


Karena hari sudah malam kami kembali kerumah yang kami tempati. Sebelum tidur Viona memelukku sambil berbisik.. "Awas kalo macem macem sama Irene " dan cubitan super dahsyat mendarat diperutku.


Viona,Tania dan Indri tidur dikamar. Karena aku belum ngantuk aku duduk didepan rumah sambil memandang laut dan mendengar deburan ombak.


Deni dan Yana menyusul duduk denganku. Dari kejauhan datang seorang bapak berumur kurang lebih 60tahunan.


Yana mengenal bapak itu sebagai juru kunci tempat ini yang dipanggil pa kuncen. pa kuncen menghampiri kami dan diajak duduk ngobrol bersama kami. Yana kedalam menyeduh kopi dan memberikan kepada kami dan pa kuncen.

__ADS_1


"adek adek dari mana": kata pa kuncen


"kami dari kota pa, liburan disini": kata Deni.


"adek orang tuanya dari daerah mana": kata pa kuncen ke aku.


"campuran pa Jawa sama Sunda": kataku.


"garis keturunan adek bagus sampe yang disini pengin ngikut dan ada yang manggil adek": kata pa kuncen


"yang bener pa": kataku.


"bener selama bapak jadi juru kunci disini banyak orang bertapa, semedi disana mengejar pusaka dan sebagainya, anehnya yang diinginkan mereka malah memilih adek": kata pa kuncen.


"yang mana ya pa aku koq ga tau": kataku.


"hahahaha adek ga perlu pura pura sosok kakek yang datang ke adek adalah sosok pemilik ilmu batara karang yang hidup ratusan tahun lalu , banyak yang datang tapa dan semedi ingin memilikinya": kata pa kuncen.


"berarti sama dengan yang dimiliki bapak kecuali milik bapak perempuan": kataku


Pa kuncen terdiam sejenak.


"hahahahahaha adek ini mungkin orang yang diramalkan kakek saya": kata pa kuncen.

__ADS_1


Ramalan apa, apa benar aku orang yang diramalkan kakek pa kuncen apa isi ramalan itu...


__ADS_2