gelap tak selamanya kelam

gelap tak selamanya kelam
Dua Dunia part 2


__ADS_3

Dulu setiap pagi yang menyiapkan sarapan adalah ibu. Kini Vionalah yang menyiapkan walau rasa masakannya cukup berbeda aku coba beradaptasi. Aku senang melihat pengorbanan Viona yang berusaha menjadi istri yang baik. Bahkan uang belanja yang kuberikan dari hasil investasi di distro Deni tak sebesar uang jajan Viona dulu. Viona mensyukurinya bahkan gaya hidupnya mulai berubah. Soal uang pun Viona hati hati selalu bilang bila hendak beli ini itu padahal itu semua warisan dari papahnya. Pemberian om Hadi untukku pun ku percayakan pada Viona karena Viona pintar mengatur keuangan. Sosok Viona adalah sosok yang sempurna bagiku.


"Pagi kaka kakaku yang baik"; kata Tania yg tiba tiba muncul pas aku dan Viona sarapan.


"Eh siapa ya koq tiba tiba nongol disini": kataku.


"ih kaka jahat sama adek lupa": kata Tania 


"ga lupa tapi pura pura lupa biar ga dimintain duit": kataku.


"yeee kaka koq tau aku mau minta duit jajan": kata Tania.


"Nih aku kasih jajan tapi temenin ka Viona ya": kataku.


"Siap": kata Tania.


"Tania kamu udah punya pacar belum": kata Viona


"belum ka Vion cariin dong": kata Tania


"Masa ga ada yang deketin kamu, kan kamu cantik": kata Viona.


"Ada ka tapi ga srek gitu": kata Tania.


"Untung masih ada yang mau juga sok pake ga srek segala": kataku.


"ih ka aka jahat banyak lagi yg mau sama aku": kata Tania.


"coba sebutin tapi yang masih idup ya": kataku.


"aaaaah kaka ngeselin banget sih": kata Tania sambil cemberut.


"nah kalo kamu cemberut ada manisnya dikiiiiiiiiiiiiiit": kataku.


"Udah becanda aja ntar kuliahnya kesiangan": kata Viona.


Selesai makan aku pergi kuliah naik motor ntah kenapa aku lebih suka naik motor.. 


Sampai dikelas teman teman sudah kumpul. Aku menghampiri mereka.


"wah nih dateng juga yang diomongin, gimana kabarnya bro": kata Opik.


"baik, ngomongin apa sih": kataku.


"nah kita kita ngobrolin pengin punya usaha siapa tau udah beres kuliah tinggal ngembangin usaha ga usah kerja": kata Opik


"ya bagus itu": kataku

__ADS_1


"rencana mau bikin cafe kaya dadan": kata Intan


"menurut aku bagus cuma jangan ada live musicnya terutama yang nyanyi Joko gak bangeeet": kataku.


"yeeeee aka koq gue dibawa bawa tapi boleh juga ide lu, gue mau jadi Vokalis kan gue mirip ariel noah": kata Joko.


"Belum dibuka bangkrut deh cafenya kalo yang nyanyinya Joko": kata Intan


"Ya udah matengin dulu rencananya kalo masalah dana mungkin aku bisa bantu": kataku.


"Ok masalah tempat udah ada tinggal mikirin menu yang kerja dll": kata Opik.


"ya udah kalo udah mateng kabarin aku ya": kataku.


Kulihat Irene masuk kelas. Kuhampiri dia. 


"Irene aku mau bicara": kataku.


"Iya ada apa? pengin disun lagi ya?": kata Irene sambil tersenyum.


"Ren jangan berkata seperti itu lagi, apa kamu tau kenapa foto kamu nyium pipiku bisa sampe di Viona?": kataku.


"Mana kutau, gak mungkin kan aku nyium kamu sambil ngefoto sendiri kamu lihat sendirikan aku ga pegang hp waktu itu.": kata Irene.


"Ya aku tau": kataku.


"Ga selamanya semua bisa dibeli dengan uang": kataku.


"Kita lihat saja nanti kata kata siapa yang terbukti": kata Irene sambil tersenyum penuh arti.


Irene berlalu duduk dikursi..


Aku mengambil kursi dibelakang bersama opik. Aku berpikir keras siapa yang mengirim foto ke Viona dan aku jadi kesal gara gara kata kata Irene.


Singkat cerita aku beres kuliah dan ada bbm masuk kulihat dari Viona. Viona menanyakan apa aku sudah beres kuliah dan menyuruh cepat pulang.


Skip...skip..


Aku sampe rumah ku ucapkan salam dan masuk rumah kulihat Viona seperti ketakutan. 


"Ada apa yang sepertinya kamu ketakutan": kataku


"Yang, aku pas nonton tv melihat bayangan hitam tinggi besar didekat TV aku takut": kata Viona


"Masa sih yang siang siang begini": kataku.


"Bener, aku takut sekali": kata Viona.

__ADS_1


"Yang gimana kalo bibi aku minta kerja lagi bantu bantu disini sekalian nemenin kamu kalo aku lagi pergi": kataku.


"Iya yang aku takut mana tadi sendirian": kata Viona


Aku heran makhluk apa yang menampakkan diri di depan Viona apa ada maksud tidak baik. Apa itu kiriman seseorang. Aku harus mencari jawabannya.


Aku terbangun mimpi ini mimpi yang terulang 3 malam aku bermimpi sama. Irene kenapa Irene hadir dalam mimpiku. Aku selalu mimpi Irene dan aku berjalan berdua bergandengan tangan dan bahagia. Tapi ini bukan mimpi firasat dan hatiku juga merasa ingin bertemu Irene. Kenapa aku lupa mungkin itu salah satu ilmu pelet mempengaruhi pikiran seseorang melalui mimpi.


Memang perubahan drastis kulihat pada Irene. Kini Irene lebih bergaya modis pakaiannya bermerk mahal. Rambutpun diwarnai merah dandannya pun berubah. Wajahnya pun menjadi jauh lebih menarik. Tapi kurasa hak yang bukan biasa didiri Irene yang membuatnya menarik. Awalnya aku pun sempat terpesona melihat penampilan Irene tapi aku segera sadar ada aura menutupi Irene. Aura negatif menurutku tapi menurut orang lain itu yang membuat Irene lebih menarik tapi bagiku itu berasal dari makhluk dunia lain.


Bahkan kini Irene datang ke kampus menggunakan honda jazz warna pink. Sungguh Irene berubah drastis. 


Tapi berbalik dengan Irene. Viona berubah jadi lebih sederhana dari penampilan lebih bersahaja pakaian pun menjadi lebih rapih. 


Pagi itu giliran rumahku menjadi tuan rumah acara silaturahmi ibu ibu dikomplekku. Bila dilihat Viona mungkin yang paling muda bagaimana tidak kami menikah ketika umurku 21 tahun dan Viona 19. Memang ada pula ibu ibu dikomplek yang masih muda tapi rata rata lebih dari 25 tahun. Ketika ibu ibu berkumpul dirumahku. Bapak bapak kerja bakti membersihkan lingkungan aku pun ikut serta walau tak rela disebut bapak bapak karena aku termuda diantara bapak bapak itu.


Beres kerja bakti aku duduk santai di halaman rumah Pa Dayat. Aku ngobrol dengan Pa Dayat dan Pa Indra sementara bapak bapak yang lain sudah pulang.


"Adek ini yang diceritakan ibu Shinta? anak angkat ibu shinta?":kata pa Indra


"Iya pak": jawabku, hmmm ternyata mama Shinta bilang ke Tetangga aku dan Viona anak angkatnya.


"wah penganten baru yah lagi anget angetnya ya": kata Pa Indra bercanda.


"ah udah lama udah beberapa bulan": kataku.


"itu sih baru yang lama kaya bapak nih udah 20 tahun anak udah 4": kata pa Indra.


"wah kasih tau rahasianya pa biar rumah tangga awet": kataku


"rahasianya komunikasi sabar dan jangan macem macem, istri adek udah isi belum?": tanya pa Indra.


"belum pa, sengaja ditunda dulu masih pingin berduaan dulu": kataku.


"maaf adek bapak liat ada orang yang tidak suka sama adek": kata Pa Dayat.


"hahaha pa Dayat bisa nerawang loh dek aka": kata pa Indra.


"dek aka harus hati hati karena ada orang yang ga suka dan ada orang yang terlalu suka padahal bukan tempatnya suka sama dek aka": kata Pa Dayat.


"boleh tau siapa ya orangnya": kataku


"penerawangan bapak tak sampai siapa orangnya hati hati ya dek aka, bapak yakin dek aka orang baik": kata pa Dayat.


"terimakasih atas sarannya bila ada apa apa boleh saya minta bantuannya": kataku


"dengan senang hati": kata Pa Dayat.

__ADS_1


Kemudian kami ngobrol sebentar lalu aku pamit pulang. Aku berjalan menuju rumah berpikir siapa yang tidak suka sama aku.


__ADS_2