gelap tak selamanya kelam

gelap tak selamanya kelam
santet part 3


__ADS_3

Ya hari ini hari Kamis aku dan Deni baru sampe rumah Deni didepan kulihat ada mas keling...


Mas keling long time no see, are you busy oe what, piye kabare apik? kataku.. 


Mas aka iki piye aku ora mudeng, iku boso londo ya? kata mas Keling.


Dari mana aja koq baru keliatan...Cie cie baru nengokin pacar dikampung ya kataku.


Mas aka aku baru pulang jemput abah Panca kata mas Keling


Bergegas aku dan Deni kedalam rumah. Didalam rumah di ruang tamu ada pak jamil,pa rudi, tante farah dan yang satu lagi pasti abah Panca. Aku dan Deni salim pada semua orang yang ada.


"Deni, aka ini abah Panca"kata pa Rudi.


ini anak yg suruh ngehubungi abah kata abah Panca

__ADS_1


aku hanya tersenyum. Abah Panca bertubuh gempal rambutnya putih semua janggutnya putih sepanjang dada wajahnya teduh.


anak ini bisa tau aku ada didesa padahal aku sudah lama menyendiri disana dan tak ada yang taukata abah Panca.


Saya sudah lama ingin bertemu abah tapi saya kehilangan jejak kata pa Jamil.


sebenarnya aku sudah tidak mau mengurusi hal seperti ini tapi sepertinya Tuhan berkehendak lain ada yang bisa menemukan aku. kata abah Panca.


abah sebaiknya istirahat dulu habis perjalanan jauh kata pa Rudi.


Menurut pa Jamil abah Panca adalah guru silat dari kakek Deni. Dahulu ada preman didaerah ini yang sakti. Preman itu bersifat buruk suka merampas harta orang lain, memperkosa, bahkan membunuh polisi sudah berusaha menangkap tapi sulit karena premanitu kebal ditembak dan bisa menghi]lang. Kakek Deni pernah berkelahi dengan preman itu ketika dirampas dagangannya tapi ketika itu kakek Deni kalah dan terluka parah.. Lalu kakek Deni menghilang ternyata berguru pada abah Panca setelah 5 bulan kakek Deni kembali ke daerah ini dan kemudian bertarung kembali dengan Preman tersebut. Dengan golok pemberian abah Panca ilmu kebal Preman itu tak berarti tapi aneh nya setiap bagian tubuh yang potong tertebas golok bisa nyambung kembali ketika menyentuh tanah. Pada suatu saat golok kakek deni menebas leher preman itu hingga berpisah ketika kepalanya jatuh cepat cepat mengambil kepalanya dan membungkus kain dan membawanya menjauh. Tubuh preman yang tanpa kepala sempat mengamuk tapi ketika kakek deni membawa kepalanya makin jauh tubuh itu pun ambruk. Tak seorang pun tau dimana kepalanya dikuburkan sedangkan tubuh preman itu dikubur polisi di disebuah pulau yang dirahasiakan. Semenjak itu keadaan daerah ini mulai aman kakek deni sering diminta tolong polisi menangkap preman yg mengganggu keamanan. Semenjak itu kakek Deni disegani warga sampai sekarang keluarga keturunan Kakek Deni di segani. 


Kakek Deni membuka perguruan silat dan juga membuka pengobatan pa Jamil adalah murid pertama kakek Deni. Pa Jamil pernah beberapa kali bertemu abah Panca yang mengajarkan ilmu pengobatan. Abah Panca menghilang ketika perguruan silat kakek deni semakin tenar. 


Dek aka, den deni istirahatlah malam nanti kita mesti begadang kata abah Panca malam ini akan ada serangan terkuat pada keluarga Deni kata pak Jamil.

__ADS_1


malam pun tiba suasana didekat rumah Deni pun menjadi sepi mencekam. Tak lama kemudian hujan pun turun. Keluarga pa Rudi,bi inah, pa Jamil, aku dan abah Panca kumpul diruang tengah. Kami terlibat obrolan ringan kecuali pa Rudi yang banyak diam karena masih sakit. Tiba tiba rumah terasa bergoyang keras dan tiba tiba terdengar suara tertawa nenek nenek tua. kontan kami semua terdiam, Tasya langsung memeluk erat ibunya.


"sudah dimulai, Jamil kau disini saja pimpin mereka berdoa, nak aka kita keruang tamu.":kata abah Panca


"iya": kataku dan pa jamil


aku dan abah panca keruang tamu. setelah sampai diruang tamu abah panca mematikan lampu dan menyalakan lilin. Aku tak berani menanyakan kenapa lampu dimatikan.


"abah yakin nak aka mampu menghadapi serangan santet ini berdua dengan abah, karena kamu mempunyai garis keturunan yang kuat.


nanti bila kedepan kamu banyak masalah jadikan gelap kawanmu. meditasi fokuskan pikiranmu maka kamu akan temukan jawaban masalahmu. Ini serangan santet pamungkas dari musuh pa Rudi mungkin mereka akan habis habisan kita harus kuat menghadapinya. Sekarang pejamkan matamu baca doa atau wirid yang kau tau fokuskan. lihat lah dengan mata hatimu" . kata abah panca.


aku pun duduk bersila disofa dan mulai memejamkan mata. ku lafadkan dzikir mengagungkan Tuhan ku berdoa diberi perlindungan dan kekuatan dari gangguan mereka yang dholim. Kutingkatkan rasa ku fokuskan di mata batinku...


suara dentuman dentuman menggelegar ku fokus berdoa Dan....

__ADS_1


secercah cahaya terlihat walau mata ini terpejam tampak keadaan rumah deni dengan jelas walau mataku terpejam aku bisa melihat keluarga pa rudi dan pa jamil diruang tengah. bisa kulihat abah panca sedang bersila diruang tamu, aku bisa melihat keadaan diluar rumah. seakan penglihatanku tak terbatas ruangan ini. Kaget ku bukan kepalang melihat sosok seorang nenek terbang dan berusaha masuk kerumah pa Rudi setiap berusaha masuk kembali sosok nenek ini terpental karena ada kabut tipis menyelimuti rumah Deni. Nenek itu terus terbang berusaha masuk berkeliling dan sesekali mencoba masuk. Setiap kali tubuh nenek itu beradu dengan kabut tipis terdengar dentuman keras jeritan terdengar keras dan kemudian nenek itu tertawa keras. Aku bisa melihat semua yang diruang tengah ketakutan mendengar suara dentuman dan tertawa nenek itu. lalu muncul diluar rumah seperti api terbang menghantam rumah deni untung kabut tipis itu masih bisa menahan api terbang itu setiap tabrakan api dan kabut itu rumah pun bergoyang seperti gempa. Dan tiba tiba muncul makhluk yang sangat mengerikan bulu kudukku merinding makhluk itu tinggi besar berwarna hitam dengan bola mata besar taringnya panjang lidahnya panjang menjulur. kukunya panjang panjang. makhluk itu menjulurkan tangannya kearah pintu depan rumah Deni dan astagaaaa tangan makhluk itu bisa menembus kabut tipis yang melindungi rumah Deni, bahkan kuku makhluk itu tembus melewati pintu dan mengarah padaku...


__ADS_2