
Aku bermimpi aku dikunjungi sosok yg pernah mengisi hidupku. Rini sudah lama tak hadir dalam mimpiku dia memakai baju serba putih senyum seperti dia bahagia ditempat yang indah datang pula sosok Rara dan mamanya menyapaku ramah dan mengucapkana terimakasih. Lalu datang sosok kakekku yg telah meninggal dan berpesan agar aku kuat dan tabah. Kemudian datang sosok kakek yang mengenalkan diri sebagai eyang dengan harimaunya yang besar berkata akan mendampingiku.. Terakhir dikejauhan sana wanita berbaju hijau bermahkota emas menaiki naga bersisik emas tersenyum dan menghilang. aku terbangun dibangunkan oleh Deni karena adzan Magrib telah berkumandang. Aku mengambil wudhu dan sholat magrib. Selesai sholat magrib abah menemuiku. Ia berpesan agar aku menjaga seisi rumah ini. Abah akan membuat perhitungan dengan pengirim santet karena abah tidak mau ada korban lagi. Abah memasuki kamar kosong aku, Deni, dan Viona menunggui om Hadi.
Beberapa kali rintihan om Hadi menahan sakit terdengar.
"aka gue akan menemani abah Panca": kata Deni.
"Jangan pesan abah jangan diganggu": kataku.
"gue akan diam saja": kata Deni.
"kamu gak akan sanggup melihat sosok yg dipanggil abah": kataku.
Tiba tiba terdengar dentuman keras 3 kali dari arah kamar kosong yg dipakai abah.
"aapa itu": kata Viona ketakutan.
"apa yang terjadi": kata Deni.
"pegangan abah telah hadir memenuhi panggilan abah": kataku.
__ADS_1
"apa pegangan abah sehingga kehadirannya begitu dahsyat": kata Deni.
"nanti saja aku ceritakan apa itu sekarang mari kita berdoa memohon keselamatan": kataku.
Kami semua berdoa. Aku memejamkan mata menajamkan rasa pikiran membuka batin. Serasa pandangan mata menjadi luas diriku seperti di atas rumah. Abah jauh didepan sana berhadapan dengan seseorang tua yang mengerikan badannya tinggal kulit menutupi tulang bagai tengkorak hidup matanya melotot menatap tajam.
Dan dikejauhan tampak wanita pengirim santet tampak ada disisi laut. Kuduga lokasi rumah dukun santet itu dipinggiran pantai. Aku melihat abah dan orang itu bertarung saling menyerang memukul tiba tiba muncul eyang disampingku berkata agar aku waspada seseorang sedang mengawasi. Kulihat seorang perempuan kira kira berumur 40,tahun menatapku benci dari balik beberapa makhluk pegangan sosok lawan abah.
Tiba tiba beberapa ular dan sosok seperti buto ijo maju kearah rumah Viona. Lagi lagi ada sosok lelaki muda seperti memakai baju kerajaan muncul disebelahku dan bilang biar dia saja yang menghadapi makhluk makhluk itu. Eyang bilang itu suruhan Kanjeng Ratu untuk membantu.
Kejadian selanjutnya seperti film fiksi dimana makhluk makhluk aneh bertarung ada ular besar dan sosok manusia melawan makhluk tersebut.
Sementara sosok lelaki yang membantuku dengan mudah menangkis serangan ular dan buto ijo. Bahkan pukulannya membakar ular dan buto ijo itu.
Kulihat musuh abah memanggil beberapa makhluk bertaring besar untuk menyerang abah tangan kanan abah memakai gelang tasbih dari tanah liat.. Serangan berbagai makhluk itu belum dapat melukai abah.
Sementara wanita yang bersembunyi dibelakang makhluk makhluk tadi kini muncul membawa keris menyerang membabi buta kearah lelaki yg membantuku dan sekali pukul dari jarak jauh membuat wanita itu terjatuh muntah darah dan tergeletak tak bangun lagi.
Sementara musuh abah telah memanggil makhluk bongkok berbadan ular. Kali ini abah terdesak walau seperti kebal terhadap pukulan dan serangan tapi abah terdesak mundur.. Abah memanggil sosok yg mengerikan. Makhluk itu tinggi besar mirip manusia rambut panjang, kukunya panjang panjang taringnya besar dan panjang sosok itu mengeluarkan aura hitam yang sangat mengerikan. Sosok pegangan abah itu sangat kuat. Tangan makhluk bongkok bertubuh ular dengan mudah ditangkapnya dan sosok pegangan abah menancapkan kukunya ditubuh makhluk bongkok itu dan breeeeettttt merobek robek badan makhluk itu. Lawan abah seperti hendak kabur tapi sosok pegangan abah dengan cepat menangkap dan menggigit kepala orang itu. Kini yang tersisa tinggal sosok wanita yg menyuruh dukun itu menyantet om Hadi belum sempat sosok pegangan abah mendekati wanita itu tiba tiba seekor ular hitam membelit wanita itu dan menggigitnya lalu hilang....
__ADS_1
Aku membuka mata kulihat jam sudah pukul 3 pagi. Kulihat Viona tertidur dikursi Deni tertidur di karpet disisiku. Aku keluar kamar hendak ke Wc kulihat pula abah keluar kamar dan tersenyum padaku.. Setelah dari WC aku duduk dihadapan abah.
"abah apa benar yg dipakai di tangan kiri abah tadi RB?" kataku.
"benar bahkan yg hendak abah titipkan itu betul seperti dugaan kamu, tapi entah kenapa kamu bilang itu keris dihadapan Deni": kata abah.
"aku tak mau mengatakan sebenarnya takut nanti banyak orang mencari abah dan meminta hal yang tak benar": kataku.
"apa yang abah pegang dulu milik buyut abah, dulu buyut abah mempelajari ilmu ilmu kesaktian buat melawan penjajahan. Abah pun awal memegang beberapa mustika sempat salah jalan tapi untung abah bisa sadar.. Abah serius mau menitipkan salah satu ke nak aka tapi kayanya nak aka tidak mau": kata abah panca.
"wah abah saya belum pantas menerima tanggung jawabnya nanti bawaannya pengin ngetes orang. Saya cukup gini aja ah bah": kataku.
"hahahaha abah suka nak aka karena apa adanya pantes si ******** ingin ikut kamu": kata abah.
"ah abah jangan yg ngeri ngeri yg pengin ngikut yg cantikan dikitlah..": kataku.
"kalau yg ngikut yg cantik nanti nak aka abis dicubitin Viona hahahahaha": kata Abah.
"hehehe abah mah tauuuu ajaaaaa": kataku.
__ADS_1
Adzan Subuh berkumandang mungkin waktu orang lain bangun tidur tapi mata ini mulai lima watt... Kulihat Viona keluar dari kamar Om Hadi duh bangun tidur juga cantik semoga aja om Hadi merestui harapanku dalam hati.