gelap tak selamanya kelam

gelap tak selamanya kelam
teror


__ADS_3

Masing masing dari kami membawa senter yang cukup terang. Posisi kamu aku dan arif didepan dewi ditengah Deni dan Pa Guru dibelakang. Baru masuk hutan kami di sambut suara tawa anak kecil. Kami menyusuri jalur jurit malam. Baru melewati posko pertama. Astaga bulu kudukku berdiri kulihat benda putih melintang di jalur setapak itu. ya benda putih itu bergerak gerak dan berusaha berdiri kami semua segera membaca doa dan tiba tiba benda putih itu menghilang jadi asap. Belum lama melangkah kembali kami dikejutkan suara bayi menangis keras.. Tak mungkin ditengah hutan seperti ini ada bayi menangis kami berusaa tidak menghiraukan dan terus berjalan. Lagi lagi gangguan datang lagi kali ini ada sosok wanita berbaju putih terbang diantara pepohonan. Dewi sempat memegang tanganku kuat kuat karena ketakutan. Jujur aku pun kalau sendirian menghadapi situasi seperti ini pasti ketakutan.


Sudah seluruh jalur kami periksa belum kami temukan regu yang hilang. Kami coba berjalan dan tiba tiba seperti ada yang melempar sesuatu kearah kami. Arah lemparan dari atas. Sontak kami melihat keraha atas dan... 


Diantara pepohonan ada makhluk menggelantung diantara pepohonan bermata merah menyala berbadan hijau rambut acak acakan dengan lidah menjulur panjang. Air liur nya menetes sontak kami terkaget kaget bahkan Arif akan berlari ku pegang tangannya.


"Jangan lari kita berdoa dan konsentrasi". : kataku.


Kami membaca doa dan perlahan lahan makhluk itu menghilang.


"bagaimana ini kita sudah menjelajahi rute tapi tak ketemu" : kata arif.


"iya bagaimana ini": kata Pa Guru.


"mohon maaf saya minta waktu sebentar saya mencoba memohon petunjuk sama Allah semoga diberi petunjuk": kataku.


"silahkan nak": kata pa Guru

__ADS_1


Aku duduk bersila kupejamkan mataku ku mulai membaca doa meminta petunjuk.


Dimana ini aku seperti berada dijaman kerajaan. Aku berada di gerbang kerajaan dan ada dua penjaga berbadan besar dan berkulit hijau. Tiba tiba.. hembusan angin menerpa disisiku.


Kulihat kesamping dan ada wanita cantik berdiri disampingku berpakaian kebaya dan berkalung indah dan bermahkota emas. 


"Ayo kita masuk ": kata wanita itu


Para penjaga itu membungkuk hormat pada wanita itu. Kami masuk melewati gerbang dan ya kami melewati seperti kota ada penduduknya makhluk makhluk yang tak lazim kami seperti menuju Istana. Dan sampai didepan Istana penjaga kembali membungkuk hormat. Kami masuk istana yang indah kami tiba di depan makhluk yang duduk disinggasana. Ya makhluk itu sangat mengerikan berbadan sangat besar berbadan hijau bermulut lebar bermahkotakan emas bertaring besar bermata merah menyala.


"ada apa kamu menemuiku manusia": kata makhluk itu


"pasukanku yang menyembunyikannya": kata makhluk itu.


"aku minta mereka dilepaskan": kataku..


" ha ha ha ha ha tidak bisa": tawa makhluk itu.

__ADS_1


"terserah kau tapi aku akan memaksa": kataku.


aku langsung membaca ayat quran tapi makhluk itu tertawa dan mengikuti apa yang kubaca. Aku terus membaca aku yakinkan sepenuh hati meminta pertolongan kepada Allah. Lama kelamaan bangunan istana itu mulai bergoyang.


"cukup anak muda cukup, aku lebih dengan yang kau baca tapi kamu mampu membuat bergoyang ": kata makhluk itu.


tiba tiba wanita disampingku berbicara.


"dia kesayangan pemimpinku turutilah permintaannya": kata wanita itu.


"baiklah aku mengabulkannya, tapi hentikan bacaanmu manusia": kata makhluk itu.


aku berhenti membaca dan kemudian tiba tiba aku melihat sekelompok murid dengan pembina ada diposko yang tadi kami lewati.


"Terimakasih": ucapku.


"Pergilah kau manusia": kata makhluk itu.

__ADS_1


Wanita yang berada disampingku berbisik "kita akan bertemu lagi".


Srrrrrrtt aku merasa desiran angin dikulitku. Aku membuka mataku kemudian berdiri mengajak semua pergi ke posko yang kulihat ketika ada di istana itu. Sampai disana kulihat murid murid ada disana dan tampak kebingungan kami menghampirinya dan mengajak kembali ke perkemahan.


__ADS_2