
Fabiano berada di samping Gracia yang sedang berbaring di ranjang rumah sakit, kondisi wanita itu melemah namun kandungannya baik-baik saja. Miki datang membawakan sejumlah berkas yang harus ditanda tangani hari ini. Fabiano mengeceknya sementara itu Miki menatap Gracia yang sepertinya memang sakit.
"Kamu baru bekerja beberapa hari namun kinerjamu bagus, aku suka," ucap Fabiano.
"Terima kasih, Tuan," jawab Miki.
Fabiano memperhatikan kalung yang dipakai asisten pribadinya itu. "Apa itu? Kamu memakai kalung."
"Ini dari orang spesial dan aku harus memakainya," jawab Miki sambil memegang kalung itu.
"Oh ya? Beruntung sekali kamu mendapatkan barang dari orang yang mencintaimu. Aku sendiri malah tidak pernah mendapatkannya," ucap Fabiano.
Miki menatapnya. "Nyonya Fiorella?"
"Apa yang diberikan Fiorella padaku? Tidak ada, wanita itu hanya fokus pada kesenangannya sendiri."
Sekarang kamu malah playing victim padahal istrimu itu adalah wanita yang baik dan penuh perhatian. Kamu terlalu dibutakan oleh wanita ular satu ini. Batin Miki.
Fabiano berdiri, ia menyerahkan berkas itu kemudian menelpon orang kepercayaannya yang ada di kantor. Orang-orang kepercayaan Fabiano tentunya banyak maka dari itu dia berani meninggalkan pekerjaannya.
"Setelah ini ada meeting, aku harap kamu bisa mewakili kedatanganku. Aku harus di sini karena Gracia membutuhkanku," jawab Fabiano.
"Baik, Tuan Fabiano," ucap Miki kemudian pergi dari sana.
Miki memutuskan kembali ke kantor, walau dia anak baru namun kinerjanya patut diacungi jempol. Saat bersaman Fiorella ingin bertemu dengannya lagi padahal tadi pagi sudah bertemu, mungkin saja perempuan itu ingin melupakan masalah rumah tangganya dengan cara bertemu dengan Miki. Miki meminta Fiorella menunggu di rumahnya, ia saat ini harus bekerja supaya Fabiano tidak kecewa padanya.
Di sisi lain.
Fiorella membaca pesan dari Miki, ia tersenyum kecil kemudian memilih baju seksi yang akan dia kenakan sore ini. Saat bersamaan bel rumahnya berbunyi, ia membuka pintu itu yang ternyata adalah papa dan mamanya. Tentu saja mereka sudah mengetahui semua masalah yang dihadapi putrinya, lantas mereka akan berpihak pada siapa?
"Fiorella?" ucap Mama sambil memeluknya dengan erat.
"Mama pasti sudah mendengar semuanya?" tanya Fiorella.
__ADS_1
"Iya, Fabiano melakukan itu padamu? Kenapa dia tega?" tanya Mama.
Fiorella menangis walau dia hanya berpura-pura saja supaya terlihat menyedihkan di depan orang tuanya sampai mereka berada dipihaknya tapi justru sebaliknya bagi Papa. Beliau malah menyalahkan Fiorella, sungguh di luar dugaan.
"Papa kecewa padamu, kamu sebagai istri malah tidak pecus untuk membuat senang suamimu. Fabiano melakukan itu karena terpaksa apalagi kamu kurang perhatian padanya. Harusnya kamu menyenangkan suamimu, seorang suami melakukan itu pasti karena istrinya yang memulai masalah," ucap Papa.
Fiorella kaget mendengarnya, ia menatap tajam sang papa. "Kenapa malah aku? Aku sudah melakukan yang terbaik untuknya tapi dia malah berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri. Gracia sampai hamil dan itu anak Fabiano."
"Papa malah membela pelakor itu dari pada anak kita," sahut Mama.
"Halah! Kamu harus meminta maaf pada Fabiano, dia adalah suamimu dan biarkan Gracia yang mengandung anaknya," jawab Papa.
"Pah, tidak bisa begitu! Kenapa Papa membela mereka sedangkan aku di sini yang menjadi korban? Ini tidak adil!" ucap Fiorella.
Plak!
Papa menamparnya cukup kuat sehingga Fiorella langsung terjatuh ke sofa.
Papa keluar dari rumah itu sementara Mama menolong Fiorella, tubuh Fiorella bergetar hebat karena papanya malah membela mereka. Ini bukti bawah Fabiano sudah bercerita yang tidak-tidak pada Papa Fiorella. Mama menenangkannya, ia berjanji akan meminta penjelasan dari suaminya karena bertindak tidak masuk akal.
"Fio, Mama masih dipihakmu. Tadi memang Fabiano menelepon papamu dan mungkin saja mengadu yang tidak-tidak," ucap Mama.
"Apa maksudnya Papa malah seperti itu? Harusnya Papa membelaku," jawab Fiorella.
"Jangan menangis! Mama pulang dulu! Nanti malam Mama akan meneleponmu," ucap Mama.
Dua jam kemudian.
Miki datang dan sudah di depan rumah Fiorella namun Fiorella tidak mau bertemu dengannya, ia meminta Miki untuk berhati-hati karena dia sedang dicari. Fiorella tentunya tidak mau membahayakan gigolonya itu apalagi Fabiano adalah orang yang tidak akan pernah memberi kata maaf dengan mudah.
Miki pergi naik mobilnya, ia sudah tahu akan ke mana setelah ini. Fiorella memberinya tugas untuk mengintai Papanya, ia merasa ada yang janggal pada pria tua itu. Miki dengan mudah mendapatkan info mengenai chat antara Andreas, Papa dari Fiorella dan Gracia. Dia dengan mudah meretas isi percakapan itu hanya dari email milik Gracia saja. Di dalam mobil Miki melihatnya, ternyata permainan ini sangat menarik sekali.
Jadi Papa Fiorella juga bermain dengan Gracia? Wow, liar sekali wanita itu? Jadi apakah bayi itu adalah anaknya Andreas dan dia tahu juga jika Fabiano ada main dengan wanita itu sehingga memanfaatkan situasi supaya ia tidak perlu bertanggung jawab? Masuk akal juga. Batin Miki.
__ADS_1
Saat bersamaan dering ponselnya berbunyi yang ternyata dari dokter yang menangani Carina, Miki lekas ke rumah sakit terlebih dahulu karena dia gadis itu dalam kondisi semakin drop. Mungkin saja kepikiran kakaknya yang menjadi gigolo untuk membiayai pengobatannya.
Sesampainya di rumah sakit.
Miki masuk ke dalam ruangan itu, ia melihat Carina terlelap dengan wajah yang memucat.
"Carina?"
Carina menoleh dan membuka matanya. "Kak, berhentilah dari pekerjaan itu! Fabiano bukan orang yang mudah dilawan."
"Jika aku berhenti maka siapa yang akan membiayai pengobatanmu?" tanya Miki.
"Aku sudah cukup segini saja. Aku sudah hidup selama 21 tahun dan aku sudah dibahagiakan olehmu. Apa lagi yang harus aku kejar?"
"Carina, kamu masih muda dan masa depanmu masih panjang. Kamu harus menikah juga dan berikan kakakmu ini seorang keponakan. Ayolah jangan menyerah seperti ini! Aku melakukan pekerjaan ini demi kamu juga," ucap Miki.
Carina menggelengkan kepalanya. "Kamu melakukan ini demi dirimu sendiri dan demi Fiorella karena kamu menyukainya. Jangan libatkan aku yang sedang sekarat ini hanya untuk ambisimu!"
Miki terdiam mendengarnya, Carina langsung memalingkan wajah.
"Carina, maaf. Kali ini aku tidak bisa mendengarkan permintaanmu karena aku sudah masuk terlalu jauh dalam permainan ini. Untuk masalah Fabiano, aku sudah menjadi asisten pribadinya dan berpura-pura menjadi pegawainya yang setia. Aku tahu apa yang harus aku lakukan jadi jangan khawatirkan aku!" ucap Miki.
Miki keluar dari ruangan itu, ia duduk di sebuah bangku dan melamun tidak jelas. Di saat bersamaan dua pria berjas menghampirinya dan menyeretnya keluar dari sana. Miki mengikuti mereka dan dibawa ke dalam mobil.
"Siapa kalian? Apa mau kalian?" tanya Miki.
"Apakah benar jika kamu adalah Michael? Pak Fabiano ingin berbicara empat mata denganmu," jawab pria berjas itu.
VISUAL MIKI
__ADS_1