
Fiorella ke kantor polisi untuk melihat keadaan papanya. Dia sangat terpukul sekali bahkan saat Gracia mati pun merepotkan orang lain. Kenapa Gracia berpikiran seperti itu? Dia sudah terlanjur benci dengan wanita sialan itu yang sudah menghancurkan orang-orang disekitarnya.
Sesampainya di kantor polisi.
Fiorella melihat papanya sudah mengenakan pakaian tahanan serta tangannya di borgol.
"Papa?"
"Fio sayang, Maaf sudah menghancurkan keluargaku hanya karena wanita ular itu."
"Tak apa, Pah. Yang sudah terjadi biarlah berlalu tapi nasib papa sekarang bagaimana?"
"Biarkan Papa menanggung kesalahan papa dan untuk perusahaan bisa kamu urus. Papa sudah membuat surat kuasa perusahaan supaya jatuh ke tanganmu. Kamu tinggal menemui pengacara Papa saja, dia akan mengurusnya."
Fiorella mengangguk. "Lalu siapa yang mengusir Fabiano dari perusahaan kita? Bukankah saham kita bergabung dengan sahamnya?"
"Dia ketahuan korupsi dan papa menghentikannya. Selama ini dana perusahaan sebagian masuk ke rekeningnya dan baru ketahuan sekarang. Papa mohon, urus perusahaan! Hanya kamu yang anakku."
Polisi membawa pria itu masuk ke dalam, Fiorella meneteskan air matanya dan dia lekas ke rumah sakit untuk melihat keadaan Gracia. Ternyata wanita itu tidak tewas namun koma dengan tulang yang patah semua.
Miki dan Fiorella naik ke dalam mobil, Fiorella terus menangis karena keluarganya hancur sebab ulah wanita itu.
"Kenapa dia tidak langsung mati saja?" tanya Fiorella.
__ADS_1
"Fio, tenangkan dirimu!"
"Kenapa? Kenapa wanita jahat itu malah masih hidup? Aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri."
Miki hanya diam saja sambil menyetir mobil, ia paham akan kekesalan Fiorella dan akan mencegah istrinya itu jika melakukan tindakan bodoh.
Sesampainya di rumah sakit, kondisi Gracia sudah kritis seolah badan tanpa nyawa.
Fiorella hanya bisa melihat di luar ruangan sembari menatapnya dengan dendam. Jika dia bisa masuk, ia akan melepaskan semua alat bantu yang terpasang di sana supaya cepat tewas.
Kenapa orang yang jahat susah sekali matinya? Batin Fiorella.
Keluarga Gracia datang dari Jerman, mereka kaget dengan putrinya yang koma dan mereka pun tidak tahu jika putrinya sudah menikah. Ternyata Andreas tidak menikahinya, mereka hanya tinggal bersama saja tanpa status pernikahan.
"Ganti rugi? Putri kalian yang sudah merusak keluarga kami, aku bercerai dengan mantan suamiku karenanya dan papa serta mamaku bercerai juga karena dia. Gracia wanita ular itu berselingkuh dengan dua pria sekaligus," jelas Fiorella.
"Jangan salahkan putriku jika para suami kalian yang tertarik dengannya. Pokoknya kami akan menuntut kalian dan meminta ganti rugi. Putriku yang malang koma dan diprediksi tidak akan bisa normal lagi seperti sedia kala."
"Aku tidak sudi. Dia pantas mendapatkannya dan dia harusnya tewas."
Ibu Gracia hendak menampar Fiorella namun Miki mencegahnya. Miki tetap ada di pihak Fiorella dan akan selalu mendukungnya karena sang istri tidak salah.
"Jangan melukai Fiorella! Anak anda yang salah, jangan mendukungnya jika melakukan kesalahan karena dia sudah merugikan banyak orang," ucap Miki tegas.
__ADS_1
"Lalu putriku bagaimana? Dia akan lumpuh selamanya," jawab ibu sambil menangis tersedu-sedu.
"Mungkin ini adalah akibatnya yang sudah membuat keluarga orang lain hancur. Jika aku sarankan lebih baik ikhlaskan!" ucap Miki.
"Mengikhlaskannya untuk tiada? Kenapa kalian setega itu? Kalian jahat sekali! Dasar kejam!"
Ibu Gracia memukuli dada Miki sedangkan Fiorella sudah sangat sakit hati sampai tidak peduli dengan apa yang tengah dirasakan keluarga dari Gracia. Biarkan dia dianggap jahat karena itulah sebabnya bermain-main dengan karma.
Fiorella melirik Gracia, bisa dipastikan wanita itu tidak akan bertahan lama. Dia malah berterima kasih pada Tuhan karena tidak langsung menewaskan Gracia dan membuatnya merasakan kesakitan secara perlahan.
Miki kemudian mengajaknya pulang, setidaknya Fiorella sudah puas melihat karma untuk Gracia. Sang mama menelponnya, ia juga tentunya senang karena si pelakor itu mendapatkan apa yang harusnya di dapatkan.
"Tinggal menggali kuburannya saja," ucap Mama dari telepon.
"Tentu saja, aku akan mengurus makamnya dan membiayainya," jawab Fiorella puas dan merasa menang.
Sesampainya di rumah. Fiorella sangat senang sekali dan menari-nari, tentu saja dia puas akan apa yang didapatkan oleh Gracia.
"Ini yang dinamakan menari di atas penderitaan orang lain. Miki, pasti kamu sudah menganggapku gila?" tanya Fiorella.
"Tak akan. Nah, anggur merah untuk kemenanganmu," ucap Miki.
"Ehem, aku sedang hamil jadi tidak perlu anggur merah," jawab Fiorella.
__ADS_1
Miki sampai lupa pada hal itu, dia mengganti anggur merah dengan cola. Mereka kemudian bersulang, baru kali ini Fiorella bisa sesenang dan sepuas ini.