
Fiorella dan Fabiano resmi bercerai setelah melewati beberapa bulan, kini mereka sudah bukan suami istri lagi. Fiorella sangat senang sekali karena bisa terbebas dari belenggu Fabiano. Kini rumah Fabiano resmi menjadi milik Fiorella setelah ia meminta hak gono-gini dari mantan suaminya itu.
Untuk merayakan hari jandanya yang pertama, ia mengajak Miki untuk makan siang spesial di sebuah restoran terkenal. Miki malah semakin minder dengan janda kaya raya tersebut karena ia masih belum mendapatkan pekerjaan.
"Kamu boleh memesan apa yang kamu inginkan," ucap Fiorella.
"Fio, aku pengangguran dan menjadi benalu untukmu," jawab Miki.
"Aku tidak menganggapmu seperti itu, kamu adalah pria penyelamatku dari belenggu Fabiano dan sekarang aku ingin membalas semuanya padamu, lagi pula kita sepasang kekasih," jawab Fiorella.
Miki mengangguk pelan, ia memesan makanan yang dikiranya paling murah saja, ia tetap takut pada Fiorella terutama takut jika menghabiskan uangnya. Wanita itu nampaknya tidak peduli seberapa banyak uang yang ia keluarkan untuk Miki karena jika bisa membuatnya bahagia tidak masalah. Setelah menunggu beberapa saat, makanan pun datang, mereka melahapnya sembari mengobrol kecil.
"Mau minum anggur dan bersulang merayakan kemenangan kita?" tanya Fiorella.
"Oke," jawab Miki kemudian menuangkan anggur di kedua gelas.
Mereka bersulang penuh kebahagiaan, terlihat jelas Fiorella sangat bahagia sekali karena sudah menang dari Fabiano. Dua tahun sudah menjalin pernikahan toxic itu dan kini dia bisa bebas bersama gigolonya.
"Bagaimana dengan mamamu?" tanya Miki.
"Dia juga sudah mengurus perceraian dengan Papa, dia sama sepertiku yang tidak mentoleransi yang namanya perselingkuhan dan faktanya Papa juga tidak mempertahankan pernikahannya dan lebih memilih Gracia," jawab Fiorella.
"Jadi memang benar jika Gracia hamil anak Papamu? Jadi Fabiano benar-benar tertipu olehnya? Oh ****! Kasian sekali Fabiano, dia harus dibodohi wanita seperti itu bahkan pada akhirnya bercerai denganmu," ucap Miki.
"Itu namanya hukum karma dibayar kontan, hehehe, pokoknya aku sangat senang sekali dengan kemenangan ini tapi tetap saja aku kesal karena Gracia akan menjadi ibu tiriku,"
jelas Fiorella.
Miki tersenyum kecil kemudian mengusap kepala Fiorella, wanita itu tersentak kaget namun tiba-tiba pipinya memerah. Miki memang pria yang manis dalam memperlakukan wanita apalagi Fiorella menyadari Miki jauh lebih sempurna ketimbang Fabiano. Untuk menghilangkan kecanggungannya, ia langsung melahap besar-besar daging itu, Miki memperhatikannya dengan lekat, ia kemudian mengusap saos di bibir Fiorella menggunakan tisu.
"Kamu makannya belepotan," ucap Miki.
Fiorella terdiam sejenak, ia memandang wajah Miki yang tampan, ia memang tidak salah memilih, pria muda itu sangat menjadi idamannya.
__ADS_1
"Aku tak apa kok, kita habiskan makanan ini kemudian jalan-jalan lagi ke tujuan berikutnya," jawab Fiorella salah tingkah.
Di sisi lain.
Fabiano melamun tidak jelas di kantornya, posisi sekretaris saat ini juga sedang kosong dan belum ada yang mengisi. Tentu saja setelah insiden itu Gracia dipecat, ia sudah merasa dikhianati bahkan membuatnya harus berpisah dengan istri sahnya. Karena itu semua membuat Fabiano lebih berhati-hati untuk dekat dengan wanita.
Tok... tok... tok...
"Permisi Pak Fabiano, ada tamu."
Seorang wanita datang yang ternyata adalah sahabatnya dulu, wanita itu bernama Alessia. Dia baru pulang dari Jerman untuk menyelesaikan study-nya dan kaget saat mendengar perceraian sahabatnya itu.
"Sudah resmi menduda?" tanya Alessia langsung duduk di seberang Fabiano.
"Jika kamu ingin menertawakanku lebih baik pergi saja!" jawab Fabiano.
"Huh! Aku baru datang langsung diusir? Aku sudah bilang jika Fiorella bukan wanita lemah, dia pada akhirnya bisa melawanmu."
"Hahaha... kamu kalah dengan gigolo? Seorang CEO terkenal kalah dengan gigolo? Aku ingin lihat gigolo itu seperti apa sampai dia bisa mengalahkanmu?"
Fabiano mengepalkan tangannya, ia tidak suka digoda saat seperti ini namun yang jelas kedatangan sahabatnya itu memberikannya ide yang sangat bagus.
"Aku ada tugas untukmu. Carilah pria yang bermana Michael atau biasa dipanggil Miki! Dia seorang gigolo dan kamu bisa menggodanya. Siapa tahu dia bisa terpikat denganmu," ucap Fabiano.
Alessia berdiri, ia mengibaskan rambutnya ke arah Fabiano. Belum apa-apa dia sudah diberikan tugas yang berat oleh sahabatnya itu tapi tak apa jika ada uangnya, ia akan membantu Fabiano untuk merebut kembali mantan istri tercintanya.
***
Fiorella dan Miki pulang ke rumah, mereka sudah menyusuri berbagai tempat dan puas mengabadikan momen dengan berfoto ria. Mereka kini sudah ada di atas ranjang sembari memandang satu sama lain.
Kling...
Sebuah email masuk dari ponsel Miki, ia melihatnya yang ternyata panggilan kerja di proyek, sudah berbulan-bulan tidak ada kabar kini ia baru mendapatkannya.
__ADS_1
"Sayang, aku diterima di sebuah proyek," ucap Miki girang.
"Benarkah? Aku turut berbahagia. Proyek mana?" tanya Fiorella.
"Proyek Grand Resident, sebuah gedung baru di salah satu tengah kota," ucap Miki.
Fiorella nampak tidak asing dengan nama proyek itu, dia mencoba mengingatnya walau pada akhirnya tidak ingat.
"Aku akan melengkapi surat lamarannya, ini jauh lebih baik ketimbang aku menjadi pengangguran," jawab Miki.
"Apa kamu tidak mau menyelidikinya terlebih dahulu?"
"Untuk apa? Sudah lama aku menunggu panggilan ini. Aku akan tetap datang ke sana dan bekerja di sana. Aku malu jika masih menjadi pengangguran di hadapanmu seolah aku adalah pria yang tidak berguna," jelas Miki.
"Aku tidak pernah berpikir seperti itu, aku menerimamu apa adanya," jawab Fiorella.
"Mungkin sekarang kamu bisa bilang seperti itu namun suatu saat nanti kamu akan kesal jika aku hanyalah parasit untukmu," ucap Miki.
Miki bangun dari ranjangnya, dia menghubungi nomor yang tertera di email tersebut. Sementara itu Fiorella membiarkannya kemudian memejamkan matanya, setidaknya ia bisa terlepas dari cengkraman Fabiano. Semoga saja dia tidak salah untuk memilih Miki.
Setengah jam kemudian.
Miki menciuminya sampai membuat Fiorella terbangun, wajah pria itu berbinar karena esok adalah hari pertamanya bekerja tanpa harus wawancara.
"Besok aku bekerja dan akan menghasilkan uang untukmu," ucap Miki.
"Benarkah? Rumah menjadi sepi jika tanpamu," jawab Fiorella.
"Sore sudah pulang kok. Aku seorang pria makanya harus bekerja supaya bisa menikahimu," ucap Miki.
Fiorella tersenyum kecil. "Aku tunggu sampai kamu melamarku."
Mereka berciuman dengan mesra, gelora mereka membara bahkan semakin hari semakin merasakan getaran cinta yang sangat dahsyat. Fiorella sudah jatuh cinta dengan gigolonya sendiri dan meninggalkan mantan suaminya. Ciuman itu sangat panas sampai nafas mereka terengah-engah, tangan Fiorella juga bergelayut manja di leher kekasihnya itu. Tak terhitung mereka sudah melakukan hubungan layaknya suami istri tapi Miki sudah berjanji akan segera menikahinya dalam waktu dekat.
__ADS_1