GIGOLO SELINGKUHANKU

GIGOLO SELINGKUHANKU
Bab 15 : Hamil anak siapa?


__ADS_3

"Lebih memuaskan katamu? Jadi kamu memang sengaja dan menikmati perselingkuhanmu dengan pria miskin itu?" tanya Fabiano. 


"Asal kamu tahu Fabiano jika aku juga sudah jatuh cinta padanya, aku tidak peduli apa katamu tentangku karena sebenarnya kita sama saja. Kamu boleh bunuh aku karena aku sudah puas membalas dendam," jawab Fiorella. 


Fabiano mencekik leher istrinya itu kemudian saat bersamaan Mama Fiorella datang, dia kaget atas perlakuan menantunya yang selama ini dia banggakan. Wajah Fiorella langsung memelas sembari seolah meminta pertolongan dari sang mama, beliau juga datang bersama polisi yang membuat Fabiano langsung ditangkap. 


"Mama..." 


"Mama ada dipihakmu, kamu putri semata wayang Mama jadi Mama tidak ingin kamu terluka atau menderita." 


Fiorella sudah terlepas dari ikatannya, ia memeluk mama dengan erat sembari terus mengucapkan banyak terima kasih. Dia malah merasa kasian dengan beliau karena suaminya berselingkuh dengan wanita ****** dan kemungkinan yang dikandung  ****** tersebut adalah anak beliau. 


"Mama sudah melaporkan Fabiano ke polisi, kamu harus segera  melakukan visum supaya ada bukti jika dia melakukan KDRT kepadamu," ucap Mama. 


"Lalu bagaimana dengan Mama?" tanya Fiorella. 


"Mama akan mengurus Papa, beliau juga akan pulang dari luar kota. Fio, maafkan Mama karena selama ini tidak peka terhadapmu," ucap Mama. 


Fiorella memeluk mamanya dengan erat, mereka sama-sama tersakiti dan penyebabnya adalah wanita yang sama. Mama melepaskan pelukannya, dia memandang Fiorella dengan lekat sembari mengelus rambut putrinya tersebut. 


"Kita harus melawan mereka bersama-sama," ucap Mama. 

__ADS_1


"Baik, Mah. Aku siap melawan mereka," jawab Fiorella. 


Keesokan harinya. 


Fabiano sudah dibebaskan dari penjara setelah memakai pengacara yang hebat, dia kembali menyerang Fiorella dan membuat wanita itu bersalah karena sudah berselingkuh dengan gigolo. Tidak ada yang bisa menangkapnya karena uang yang berbicara, ia juga berani memenjarakan Fiorella atas tuduhan perselingkuhan. Sungguh dia merasa menjadi seorang korban padahal sebelumnya adalah pelaku. Siapa yang tidak akan tahu sifat Fabiano? Sejak sebelum menikah pun dia sudah dianggap seorang diktaktor.  


Beberapa bodyguard menjaganya untuk menuju ke rumah sakit, apa lagi jika bukan untuk melihat keadaan Gracia yang sudah membaik. Dia juga ingin membuktikan apakah anak yang dikandungnya merupakan anak biologisnya? 


"Gracia?" 


"Fabiano, katanya kemarin kamu...." 


"Tidak usah berbasa-basi lagi. Dengan siapa kamu melakukannya selain denganku? Pasti ada laki-laki lain yang sudah menjamahmu dan dari mana semua fasilitas mewah yang kamu dapatkan padahal aku tidak pernah memberikanmu semua itu?" 


Gracia nampak kaget karena pertanyaan itu tapi dia menyembunyikan keterkejutannya kemudian menggenggam tangan Fabiano dengan erat. "Kenapa kamu bertanya seperti itu? Tentu saja ini adalah anakmu dan semua barang mewah yang aku dapatkan dari usahaku sendiri." 


Pria itu menatap tidak percaya. "Aku ingin melakukan tes DNA." 


"Apa?! Janinku masih kecil dan jika melakukan tes DNA akan mempertaruhkan nyawanya. Aku tidak mau," jawab Gracia. 


Fabiano mendekatkan diri pada Gracia kemudian menatapnya dengan tajam. "Jika saat lahir nanti terbukti bukan anakku maka aku akan membunuhmu tanpa ampun." 

__ADS_1


Gracia merasa ketakutan mendengar hal itu, dia memalingkan wajah kemudian merasakan panik. Tentu saja ini bukan anak dari Fabiano karena biasanya pria itu menggunakan pengaman saat bermain dengannya. Kemungkinan bocor pun juga sangat kecil sekali dan Gracia mengakui jika janin itu bukan anak Fabiano. 


Di sisi lain. 


Miki berada di pemakaman adiknya, sudah bertahun-tahun Carina sakit dan saat ini dia sudah berpulang menyusul orang tuanya. Di tanah makam yang masih basah ini Miki menaburkan bunga, ia sudah kehilangan satu-satunya keluarga yang masih tersisa. Saat ini Miki sudah kehilangan arah, ia sudah tidak tahu apa yang harus dilakukan setelah kepergian adiknya. 


"Miki, aku turut berbela sungkawa." 


Miki mendongak yang ternyata adalah Fiorella memakai pakaian serba hitam dan kaca mata. 


"Miki, aku masih ingin kamu menjadi gigoloku," ucap Fiorella. 


"Maaf, aku sudah tidak bisa. Adikku sudah mati dan aku tidak mau mengecewakannya jika aku menjadi gigolomu lagi," jawab Miki. 


"Aku tarik kata-kataku waktu itu. Aku akan mencoba membuka hatiku untukmu dan tidak peduli status sosialmu apa," ucap Fiorella. 


Miki berdiri kemudian mendekat ke arah Fiorella. "Permainan gigolo sudah selesai Nyonya Fiorella.  Aku tidak mau menjadi alat balas dendammu lagi. Kontrak kita batal dan lupakan tentang semuanya. Lupakan juga saat kita pernah bersama!" 


"Aku hamil," ucap Fiorella membuat Miki mematung dengan wajah yang terkejut. 


Jantung Miki terasa berdesir bahkan darah seolah terhenti di lehernya. Rasanya sangat menyakitkan dan tercekik sampai ia susah menelan ludahnya sendiri.

__ADS_1


"Anak suamimu?" tanya Miki.


"Tentu saja anakmu," jawab Fiorella.


__ADS_2