GIGOLO SELINGKUHANKU

GIGOLO SELINGKUHANKU
Bab 12 : Miki mulai berharap lebih


__ADS_3

Di sini, di rumah Miki yang sederhana, dua insan itu sampai mandi keringat karena permainan mereka yang memanas. Entah berapa ronde yang mereka lakukan namun mereka sama-sama meresa kurang. Nyonya dan gigolonya sudah terlanjur seperti ini dan mereka tidak bisa menghentikannya.


Fiorella juga menjadi candu bagi Miki, mereka sama-sama memendam perasaan satu sama lainnya.


Setelah selesai bermain, mereka masih tidak mengenakan pakaian satu pun dan Miki mengambilkannya minum. Mereka seperti pengantin baru saja yang terang-terangan tanpa rasa malu sedikit pun.


"Hanya ada air dingin saja," ucap Miki menyerahkan seteko air dingin dari dalam lemari es.


"Ya, tak masalah," jawab Fiorella.


Tiba-tiba ponselnya berbunyi yang ternyata adalah sang suami, dia malam ini ingin mengajaknya makan malam. Lagi lagi Fiorella malas karena makan malam sebelumnya Fabiano malah lebih memilih bersama Gracia ketimbang dirinya.


Fabiano : Miki akan menjemputmu di rumah lalu dia akan mengantarmu ke sebuah resto yang sudah aku pesan. Ini penting dan kamu harus datang.


Saat bersamaan Miki mendekat, ia sudah memakai handuk di pinggangnya sembari memainkan ponselnya.


"Suamimu menyuruhku untuk mengantarmu nanti malam ke sebuah resto," ucap Miki.


"Ya, aku tahu. Pria itu pasti memohon untuk tidak bercerai namun tetap akan menikahi wanita sialan itu, semacam poligami," jawab Fiorella sambil memakai pakaiannya kembali.


"Jika kebalikannya bagaimana? Dia akan menceraikanmu?" tanya Miki.


Fiorella menghela nafas panjang kemudian melirik ke arah Miki. "Huh! Tak masalah, mungkin kami memang tidak berjodoh tapi tetap saja aku akan mencari tahu apa hubungan antara Gracia dengan papaku."


"Apa kamu mencintainya?" tanya Miki lagi.


"Dia suamiku dan tentu saja mencintainya," jawab Fiorella.


Wanita itu berdiri kemudian merapikan rambutnya yang berantakan lalu mencepolnya tinggi sehingga bekas merah di lehernya kelihatan dan kini bertambah menjadi empat.


"Lalu hubungan kita ini apa? Kita sudah tidur berkali-kali, apa kamu tidak ada perasaan sama sekali kepadaku?" tanya Miki.


"Aku tetaplah nyonya-mu. Ingat itu!" jawab Fiorella sambil mengambil tasnya.


Dia hendak pergi namun Miki memegang tangannya. "Jika suatu saat aku merebutmu dari Fabiano bagaimana?"


"Miki, kita hanya seorang klien dan gigolo. Jangan berpikiran yang aneh-aneh! Aku memakaimu karena untuk balas dendam. Semua kesenangan ini memang aku membelinya darimu dan asal kamu tahu, walau aku kaya namun aku juga butuh pria kaya juga," jawab Fiorella.


DEG!!!

__ADS_1


Miki merasa tersinggung dengan ucapan Fiorella yang terakhir, walau wanita itu kaya namun tetap membutuhkan pria kaya untuk menutupi gengsinya. Lucu juga jika seorang Fiorella menikah dengan pria miskin seperti Miki. Miki mengepalkan tangannya, baru kalo ini dia merasa direndahkan oleh Fiorella namun tetap saja ia tidak bisa berbuat apa-apa karena ia masih butuh uang.


Mungkin sekarang aku hanya gigolo namun suatu saat nanti bisa saja aku lebih dari Fabiano. Batin Miki.


Miki tersenyum. "Mari aku antar! Fabiano memintaku untuk mengantarmu."


"Oke, bawa mobilnya pelan-pelan saja!"


Di sisi lain.


Fabiano masih di ruangan rumah sakit untuk menjaga Gracia. Salah satu orang kepercayaannya melaporkan jika Miki sangat mencurigakan tapi bukti tidak terlalu kuat untuk menuduhnya.


"Sayang, kapan aku boleh pulang dari sini?" tanya Gracia.


"Dokter belum memperbolehkan kamu pulang. Sabar, ya!" jawab Fabiano.


"Kamu akan menceraikan Fio 'kan?"


"Gracia, aku tidak mau gegabah dulu. Aku masih membutuhkannya, orang tua Fiorella yang menjadi alasanku," jawab Fabiano.


"Tapi aku butuh kepastian!" ucap Gracia.


Gracia langsung terbelalak mendengar hal itu. "A-apa maksudmu? Ini anakmu, kenapa kamu tidak percaya?"


"Kamu sudah tidak perawan saat bermain denganku."


Wajah Gracia berangsur sedih, Fabiano merasa tidak tega dan meminta maaf. Dia hanya takut jika itu bukanlah anaknya karena tahu sifat Gracia yang liar seperti apa.


"Maaf sudah menyakitimu. Oh iya, aku harus pergi sebentar," ucap Fabiano.


"Mau ke mana lagi? Jangan-jangan mau menemui Fiorella?" tanya Gracia.


"Dia masih istriku dan aku akan menyelesaikan masalah kami," jawab Fabiano kemudian pergi.


Sesampainya di restoran.


Fiorella menunggu di sana, ia melihat Fabiano datang sambil membawakan beberapa berkas penting. Dia duduk di seberangnya sambil menatap wajah Fiorella yang murung namun tetap cantik.


"Aku tahu perceraian tidak akan menyelesaikan masalah. Aku sudah mendapat surat gugatan cerai darimu dan aku mohon hentikan semua ini!" ucap Fabiano.

__ADS_1


"Tak perlu memohon! Aku sudah lelah dan lebih baik kita pisah saja," jawab Fiorella.


"Aku tidak akan menikahi Gracia, aku akan bertanggung jawab pada anaknya saja," ucap Fabiano.


Fiorella menatapnya lekat. "Benarkah jika itu adalah anakmu? Kamu yakin?"


Fabiano menaikkan satu alisnya, dia pun nampak ragu juga.


"Kamu sudah membuatku kecewa," ucap Fiorella.


"Kamu juga terbukti ada pria lain jadi kita sudah impas," jawab Fabiano.


Miki ada di ujung sana, ia memperhatikan dari jauh. Saat bersamaan Fabiano memanggilnya, Miki mendekat dan menatap sang tuan.


"Miki, kamu sudah menemukan pria itu? Pria yang meniduri istriku?" tanya Fabiano.


"Maaf, belum Tuan," jawab Miki.


Jantung Fiorella berdetak dengan kencang, dia grogi karena gogilo dan suaminya berada di tempat yang sama dengannya.


"Apa menurutmu istriku cantik? Kira-kira pria seperti apa yang terpikat dengannya?" tanya Fabiano.


"Pria yang beruntung karena Nyonya Fiorella bukan hanya cantik namun kaya raya. Siapa yang tidak mau mendapatkan istri seperti itu? Semua pria pasti mau," jawab Miki santai.


Fiorella menelan ludahnya kasar, kenapa Miki malah berkata seperti itu seolah dia ingin membongkar semuanya?


"Dan satu lagi, Nyonya Fiorella jauh lebih cantik dari Gracia. Itu menurut pandangan saya," jawab Miki.


Pipi Fiorella memerah, ia sampai mengunyah es batu karena mendengar semua itu. Fabiano seolah tersindir karena menganggap seleranya malah turun level.


"Kamu jangan menghina Gracia seperti itu! Dia wanita sempurna karena bisa hamil," jawab Fabiano.


Hati Fiorella mendadak sakit, jadi wanita yang belum diberi kesempatan untuk hamil merupakan wanita yang tidak sempurna? Sialan, itu kata yang pantas untuk Fabiano. Bagaimana Fiorella akan hamil jika pria itu jarang pulang ke rumah dan ternyata malah tidur dengan wanita lain?


"Tuan Fabiano, maaf jika ucapanku kali ini sangat kasar tapi terkadang faktor mandul belum tentu dari pihak wanita melainkan pria juga bisa terkena penyakit itu. Apa anda sudah memeriksakannya?" tanya Miki.


Fabiano merasa geram sekali, baru kali ini dia mendapatkan asisten pribadi yang selalu berkata seenak jidat.


"Kamu seharusnya berada di pihakku, kenapa kamu malah memihak Fio? Apa jangan-jangan kamu menyukainya?" tanya Fabiano.

__ADS_1


__ADS_2