GIGOLO SELINGKUHANKU

GIGOLO SELINGKUHANKU
Bab 20 : Menikahimu


__ADS_3

Fiorella mengantar kekasihnya ke proyek yang akan menjadi tempat kerja calon suaminya itu, sepertinya ia sangat mengenali tempat ini dan benar saja kontraktornya adalah Jhony, dia orang Amerika dan teman Fiorella. 


"Jhony, itu kamu? Kamu ingat aku atau tidak?" tanya Fiorella. 


"Fio? Fiona?" tanya Jhony. 


Fiorella mengenyitkan dahi saat temannya itu melupakan namanya. "Fiorella, masak tidak ingat?" 


"Hahaha, aku bercanda. Ada apa datang kemari? Siapa pria itu? Aku dengar kamu sudah bercerai dengan Fabiano?" 


Fiorella mengangguk. "Ya, kami sudah bercerai karena suatu hal. Perkenalkan ini adalah Michael atau bisa dipanggil Miki. Dia akan bekerja di sini menjadi bawahanmu, aku ikut mengantarnya kemari karena sepertinya aku begitu familiar mendengar nama perusahaan ini dan benar saja itu adalah milikmu. Apa kamu masih bekerja sama dengan Fabiano?" 


"Tidak, kami sudah tidak bekerja sama lagi. Oke, Miki, aku sudah melihat lamaran kerjamu. Aku menerimamu karena kamu temannya Fiorella." 


"Dia kekasihku dan calon suamiku," jelas Fiorella. 


Tentu saja Jhony kaget karena dari CEO kaya raya malah turun kelas mendapatkan pekerja proyek serabutan. Apa ia salah dengar namun melihat mereka bergandengan tangan sangat jelas sekali jika mereka adalah sepasang kekasih. 


"Oh, selamat. Aku tunggu undangannya jika memang pria ini calon suamimu," ucap Jhony. 


Miki kemudian mulai bekerja, Fiorella menitipkan kekasihnya itu kepada Jhony. Dia lantas kembali ke  rumahnya namun saat menuju perjalanan pulang ia bertemu dengan Fabiano. Pria itu mencegat mobilnya dan menarik paksa Fiorella keluar dari mobil. 


"Lepaskan, aku!" ucap Fiorella. 


"Aku sangat gila sekali kehilanganmu, apa kita tidak bisa berbaikan lagi?" tanya Fabiano. 

__ADS_1


"Sudah jelas jika kita sudah bercerai. Jangan membuatku muak kepadamu," jawab Fiorella. 


"Apa dia bisa membahagiakanmu?" tanya Fabiano. 


Fiorella mendorongnya. "Aku sangat bahagia dengan Miki. Maaf Fabiano, kita sudah berakhir dan tidak ada kesempatan lagi untuk kembali. Aku berterima kasih karena dua tahun ini kamu sudah menjadi suamiku. Kita juga masih bisa berteman seperti biasa." 


Fabiano terdiam dengan wajah sedihnya, Fiorella lantas menggenggam tangannya erat, mata mereka saling memandang sementara itu Fiorella seperti menguatkan mantan suaminya. 


"Kamu tampan, kaya raya dan juga baik. Akan ada wanita yang jauh lebih baik dariku, aku tahu kamu dulu hanya terpikat wanita ular itu sampai kamu lupa jalan pulang. Please, demi kebahagiaan kita masing-masing lebih baik melupakan masa lalu! Aku juga bukan wanita sempurna untukmu dan aku tetap akan menjadi temanmu." 


Air mata pria itu menetes, penyesalan selalu datang di belakang, ia sangat menyesali semua perbuatannya dulu. Andai saja ia tidak terpikat dengan Gracia maka perpisahan ini tidak akan terjadi begitu saja. Fiorella langsung memeluknya seolah memberi semangat, Fabiano tidak boleh seperti ini dan harus bisa melupakannya. 


"Fab, tidak baik terus terjerumus dengan masa lalu. Mari kita berdamai dengan masa lalu dan menjadi seorang teman? Aku tidak akan pergi ke mana-mana dan aku tidak dendam kepadamu tapi kumohon jangan dendam padaku atau Miki dan lagi pula dalam waktu dekat aku akan menikah dengannya," jelas Fiorella. 


"Menikah dengannya?" tanya  Fabiano. 


Pria itu mengangguk pelan, walau sangat sulit untuk mengikhlaskannya namun apa boleh buat? Benar kata Fiorella jika ia tidak boleh terjebak dengan masa lalu. Belajar melupakan dan menerima keadaan memang harus dilakukan. Jika hanya mengikuti ambisi maka hidup akan terasa sia-sia. 


"Aku akan mencobanya walaupun sangat sulit," ucap Fabiano. 


Fiorella tersenyum kecil, ia menggenggam tangan Fabiano. "Iya, kamu harus melakukannya demi hidupmu sendiri. Kamu tampan dan kaya, siapa juga perempuan yang tidak akan mau denganmu? Jika ada maka aku akan memarahinya, hahaha..." 


Melihat tawa Fiorella membuat hati Fabiano terketuk, selama menjadi istrinya ia malah tidak pernah melihat tawa Fiorella seperti ini. Dia menyadari kesalahannya karena tidak bisa membahagiaan mantan istrinya itu. 


"Makasih, Fio. Aku senang pernah menjadi suamimu. Semoga kamu bahagia." 

__ADS_1


***


Pernikahan di lakukan di depan pendeta di sebuah gereja, pernikahan dilakukan tertutup mengingat Fiorella baru saja bercerai. Dia digandeng sang papa untuk berjalan ke arah depan untuk menemui calon suaminya. Miki sangat tampan dengan setelan jasnya, ia menatap ke depan ke arah Fiorella. Calon istrinya juga begitu cantik dengan gaun putihnya. Saat sudah berada di depan, ia meraih tangan Fiorella dan kini mereka berdua berhadapan dengan pendeta yang akan menikahkan mereka. 


Acara pun dimulai, janji suci terucap di bibir masing-masing lalu setelah itu mereka bertukar cincin dan berciuman. Semua orang bertepuk tangan dan di sana juga ada Fabiano, ia sudah mencoba untuk ikhlas walau sebenarnya perasaan pada Fiorella belum sepenuhnya hilang. Setelah janji suci terucap kini mereka adalah sepasang suami istri yang sah di mata agama atau pun negara. Bunga yang seharusnya dilempar pun malah Fiorella berikan langsung untuk mantan suaminya. 


"Semoga kamu menyusul," ucap Fiorella. 


Fabiano hanya tersenyum. "Iya, terima kasih." 


Miki mendekat, ia menggandeng Fiorella untuk keluar dari sana dan masuk ke dalam mobil. Mereka akan langsung berbulan madu ke tempat yang sudah mereka tentukan, gaji Miki memang tidak banyak tapi cukup untuk membiayai keluarga kecilnya. Setelah masuk ke dalam mobil, sang sopir melajukannya. Tujuan mereka adalah hotel terlebih dahulu supaya bisa beristirahat di sana. Apa tidak ada acara semacam resepsi? Bukannya Fiorella tidak mau mengadakannya namun dia tidak mau mengundang banyak orang. 


Di dalam mobil mereka bergandengan tangan, Miki menciumi tangan istrinya itu. "Nyonyaku kini menjadi istriku." 


"Gigoloku sekarang menjadi suamiku," ucap Fiorella. 


Miki tersenyum kecil kemudian menciumnya lagi, dia sangat bahagia bisa mendapatkan Fiorella. 


"Apa nanti malam bisa disebut malam pertama?" tanya Miki. 


"Tentu saja, malam pertama sebagai pengantin," jawab Fiorella. 


"Saat ini aku belum kaya namun suatu saat aku akan menjadi suami yang kaya untukmu," tanya Miki. 


"Aku ralat ucapanku waktu itu, aku tidak butuh suami yang kaya, aku hanya butuh suami yang sayang padaku, pengertian serta baik. Jika kekayaan tidak bisa membuat bahagia untuk apa? Toh, aku sendiri juga banyak uang," jelas Fiorella. 

__ADS_1


Mereka kemudian berciuman lagi, kali ini ciuman mereka begitu dalam dan penuh kasih sayang. Miki sudah bertekad untuk menjadi pria kaya supaya tidak dipandang rendah oleh orang lain, sampai detik ini masih banyak orang yang meremehkannya karena menganggap selera Fiorella turun kelas. 


Aku akan buktikan siapa aku yang sebenarnya. Batin Miki.


__ADS_2