GIGOLO SELINGKUHANKU

GIGOLO SELINGKUHANKU
Bab 7 : Penyamaran terbaik


__ADS_3

Keesokan harinya.


Fiorella pulang ke rumah dalam keadaan lemas, ia menghabiskan malam panjang dengan gigolonya. Di ruang tamu sudah ada Fabiano yang menatapnya tajam.


"Kamu dari mana saja? Kenapa kemarin kamu malah tidak pulang?" tanya Fabiano.


"Kemarin kamu juga tidak pulang ke rumah dan malah dengan sekretarismu itu. Dari sini aku belajar jika kamu tidak mencintaiku," ucap Fiorella.


"Aku mencintaimu namun posisinya seperti ini. Aku memang salah dan meminta maaf padamu namun dia sudah terlanjur hamil. Aku tidak mungkin menyiakan anak itu setelah penantianku cukup lama menunggu," jawab Fabiano.


Fiorella mengepalkan tangannya kemudian memukul dada Fabiano berulang kali. Pria itu diam saja seolah menerima apa yang dilakukan istrinya, dia sangat menyesal pada wanita itu karena menghancurkan impian indahnya.


"Kita baru menikah beberapa tahun. Apa kamu tidak bisa bersabar sedikit masalah anak? Aku selalu berusaha untuk memberikannya namun usahaku masih belum berhasil tapi kamu tidak bersabar dan memilih sekretaris murahan itu," teriak Fiorella frustasi.


Ketika mendengar ucapan Fiorella, mata Fabiano terfokus pada bekas stempel merah yang berjumlah tiga buah di leher istrinya. Jumlahnya terus bertambah membuatnya ia geram sekali, ia mencengkram tubuh Fiorella dengan erat kemudian memelototinya dengan tajam.


"Siapa pria itu?" tanya Fabiano.


"Lepaskan, aku! Sakit!" teriak Fiorella.


"Siapa yang sudah menidurimu?" tanya Fabiano.


Fiorella malah tertawa. "Hahahhaha..."


"Dasar gila!" Fabiano membanting Fiorella ke sofa.


Fiorella menatapnya dengan tajam, dia merapikan rambutnya yang porak-poranda akibat bantingan dari Fabiano.


"Aku punya gigolo yang jauh lebih muda darimu dan tentunya lebih hot untuk masalah ranjang," ucap Fiorella.


Fabiano menatapnya tajam. "Segitunya kamu ingin membalasku?"


"Tidak juga, aku juga menyukai pria itu. Pria itu sangat hangat, lembut dan punya suara yang berat namun hot."


Fabiano semakin geram saja, ia lekas masuk ke dalam kamar dan membanting pintu. Fiorella entah mengapa selangkah lebih menang dari Fabiano. Kenapa ia begitu berani melawan suaminya itu? Usut punya usut sang suami punya saham perusahaan yang lebih kecil dari Papa dari Fiorella, wanita itu akan memanfaatkan perusahaan supaya Fabiano lebih hancur lagi.

__ADS_1


Tak berselang lama kemudian, Fabiano keluar dari kamar sambil membawa kopernya. Rupanya dia memilih tinggal dengan sekretaris sialan itu. Fiorella masih ada di ruang tamu memperhatikan gerak-gerik Fabiano. .


"Mungkin kamu sedang kesal padaku dan mencari kesenangan di pria lain. Aku akan membiarkan sesukamu namun aku tidak akan makan menceraikanmu. Aku yakin kamu tidak akan bisa melupakanku," ucap Fabiano.


"Cih! Kepedean sekali," jawab Fiorella.


Fabiano pergi dari sana, Fiorella langsung menelpon pengacara untuk mengurus perceraiannya. Dia tak mau berlama-lama untuk merasa kesakitan dalam rumah tangga yang toxic ini.


Di sisi lain.


Miki sudah berada di kantor, dia melihat Fabiano belum datang. Gracia datang ke ruangannya sembari memperlihatkan paha mulusnya, roknya sangat minim sekali dan seolah di sengaja.


"Kenapa kamu di sini? Harusnya kamu menjemput tuanmu," ucap Gracia.


"Saya hanya bertugas di kantor, itu aturannya," jawab Miki.


"Kamu harus menjemputnya. Jadi kamu belum paham pekerjaanmu itu apa? Mau aku ajari?" tanya Gracia sambil mendekati Miki dengan membusungkan dadanya.


Miki mundur perlahan sampai terpentok ke meja kerjanya. Sungguh wanita ini sangat ular sekali dan mungkin saja Fabiano terpikat hanya karena wanita modelan seperti ini.


"Jadi aku harus menjemputnya di rumah? Bukannya dia punya sopir pribadi?" tanya Miki.


"Oke," ucap Miki merespon Gracia kemudian memegang pinggangnya.


Sebenarnya dia tidak tertarik dengan wanita itu namun ini adalah perintah dari Fiorella. Miki harus menjalankan misi dari sang nyonya walau harus berkaitan dengan wanita ular di depannya ini.


Tangan Gracia memegang dada Miki yang bidang, di banding dengan Fabiano tubuh Miki jauh lebih kekar dan lebih tinggi. Siapapun wanita pasti akan terpikat dengan Miki.


"Umur kamu masih muda sekali. Apa kamu punya pacar?" tanya Gracia.


"Tidak ada namun saya sudah ada wanita spesial di dalam hati saya," jawab Miki.


"Siapa itu? Wanita mana yang bisa memenangkan hatimu?"


Miki meraih leher Gracia kemudian menariknya sampai berhadapan dekat di wajahnya. "Rahasia."

__ADS_1


Miki mundur perlahan dan keluar dari tempat itu. Gracia mengamatinya dengan tersenyum manis. Dia sepertinya punya mainan baru setelah bosan dengan Fabiano. Lalu bagaimana dengan kehamilannya? Tentu saja semua itu bukan penghalang untuk mencari pria lain. Dia adalah wanita hiperseks dan kurang puas bermain dengan satu pria saja.


Nyonya Fiorella, jika ini bukan perintahmu maka aku tidak akan mau seperti ini. Aku tahu mana wanita baik dan mana wanita murahan. Suamimu sungguh masuk dalam jebakan wanita murahan ini. Batin Miki.


Tak berselang lama kemudian Fabiano datang, raut wajahnya berbeda dari biasanya bahkan mengacuhkan Gracia yang tadi menyapanya.


"Anda mau kopi, tuan?" tanya Miki.


"Aku sedang tidak ingin diganggu. Pergilah!" jawab Fabiano.


"Saya bisa menjadi tempat curhat anda," ucap Miki.


"Tahu apa kamu pasal pernikahan? Kamu masih lajang dan pasti tidak paham," jawab Fabiano.


Miki tersenyum kecil. "Apa karena wanita lain? Orang tua saya juga begitu dan mereka memutuskan untuk berpisah."


Fabiano menggebrak meja, bukannya kaget namun Miki malah tersenyum tipis. Pria di depannya itu ternyata mudah sekali emosi.


"Kamu menyuruhku untuk bercerai dengan Fio? Fio adalah wanita berharga untukku namun sayangnya dia membosankan dan tidak seganas itu saat di ranjang," ucap Fabiano tidak tahu malu.


Miki mengingat setiap adegan ranjangnya dengan Fiorella. Anggapan Fabiano salah besar dan justru Fiorella adalah wanita yang ganas. Mungkin saja Fabiano sudah terpedaya dengan sekretarisnya itu sehingga melupakan berlian di rumahnya.


"Jadi anda ingin melakukan poligami di negara kita seperti ini? Kasus ini sangat langka sekali," ucap Miki.


"Ya, benar. Aku akan dikutuk jika punya dua istri dan maka dari itu aku akan mengambil anak di rahim Gracia kemudian akan mengasuhnya dengan Fiorella," jawab Fabiano.


"Apa istri anda setuju? Dia akan terluka jika mempunyai anak dari wanita lain," ucap Miki.


"Harusnya dia senang mendapatkan anak dan tidak perlu bersusah-susah untuk mengandung," jawab Fabiano.


Sungguh di luar nalar pemikiran pria itu, Miki pun juga kesal mendengarnya namun dia tahan supaya permainan bisa tertata rapi. Dia juga akan mencari tahu masalah sekretaris gila itu apakah dia benar mengandung anak Fabiano atau bukan.


Mata Fabiano melihat tangan Miki yang mengepal cukup kuat seolah sedang emosi.


"Kamu kenapa?"

__ADS_1


Miki tersadar dan tersenyum kecil. "Apa yang bisa saya bantu, tuan? Saya akan membantu sebisa saya untuk meringankan beban pikiran anda," ucap Miki.


"Aku minta kamu menyelidiki pria mana yang menjadi simpanan Fiorella. Bawa dia datang kepadamu dalam keadaan utuh atau mati. Aku ingin lihat pria seperti apa yang bisa menjadi pelampiasan istriku itu," jawab Fabiano.


__ADS_2