GIGOLO SELINGKUHANKU

GIGOLO SELINGKUHANKU
Bab 21 : Setelah menikah


__ADS_3

Malam ini adalah malam pertama bagi mereka, tak ada keraguan sama sekali karena sebelumnya mereka sudah melakukannya. Miki memakai jubah mandi sedangkan Fiorella memakai lingeri seksi, mereka saling bertatapan dengan wajah yang menggoda.


"Aku tidak tahan lagi," ucap Fiorella.


Miki mendekat kemudian melepaskan jubah mandinya, mata Fiorella tertuju di sebelah sana yang sangat menantang.


"Aku tidak mau berlama-lama," ucap Fiorella.


"Aku tidak akan membuatmu menunggu lama," jawab Miki.


Wajah mereka saling berdekatan kemudian Miki memangku istrinya itu. Dia sangat senang sekali mendapatkan Fiorrella yang cantik serta menawan dan tak akan ada yang bisa merebut kebahagiaan mereka saat ini.


"Aku akan memulainya, kamu jangan memberontak," ucap Miki dengan wajah menyeramkan.


Ya, Miki sangat menyukai permainan dari Fiorella yang membuatnya candu. Wanita itu mampu terbius dalam dekapan sukma yang luar biasa sampai Miki benar-benar merasa puas. Kali ini wanita itu yang memimpin permainan sampai kemudian bergantian dari atas ke bawah.


Malam panas ini adalah malam panas mereka yang dilakukan setelah menikah. Mereka sangat bahagia sekali dan bermain sampai berkali-kali tapi yang membuat Fiorella kepikiran adalah ia belum bisa memberikan anak untuk Miki setelah kejadian tembak menembak itu.


Di sisi lain.


Fabiano menghela nafas panjang, ia melihat mantan istrinya sudah menikah dan bahagia dengan pria simpanannya itu. Mungkin ini adalah karma yang didapatkannya karena ia sudah membuat istrinya tersakiti sampai menceraikannya.


"Fab, melamun saja? Ayo minum kopi denganku! Kamu masih memikirkan mantan istrimu itu?" tanya Alessia.


Fabiano hanya diam saja, tentu saja dia memikirkan Fiorella karena tadi pagi mantan istrinya itu sudah menikah lagi.


"Hei, jika kamu seperti ini terus kamu bisa gila," ucap Alessia.


"Aku memang sudah gila. Aku kehilangan semuanya dan kamu tidak akan paham hal itu," jelas Fabiano.

__ADS_1


"Kamu harus segera melupakannya dan mencari wanita lain!" ucap Alessia. "Seperti aku," lirihnya.


Fabiano tidak menjawab apa-apa, dia tidak ada pikiran untuk mencari pengganti Fiorella atau Gracia dalam waktu dekat. Rasa trauma terus menyerangnya bahkan sampai terbawa ke alam mimpi.


Lirik aku sebentar saja, Fabiano! Sejak dulu kamu selalu acuh pada diriku, sejak sebelum kamu menikah dan sekarang menjadi duda juga tidak pernah memandang ke arahku. Apa aku tidak menarik? Aku memang tidak sekaya Fiorella namun cintaku jauh lebih besar dari Fiorella. Mungkin jika kamu denganku dan ketahuan selingkuh, aku masih bisa memaklumimu. Yang namanya laki-laki pasti bosan pada wanitanya apalagi wanita itu seperti Fiorella, terlihat jelas jika membosankan. Batin Alessia.


Fabiano berdiri dan masuk ke dalam mobilnya, sejak pulang dari gereja tadi ia hanya duduk di dekat taman sembari melamun tidak kelas.


"Fab, mau ke mana?" tanya Alessia.


"Pulang, sampai jumpa," jawab Fabiano langsung masuk ke dalam mobil.


Fab, lihatlah aku sejenak yang tulus untukmu! Batin Alessia.


***


Fiorella sudah mandi setelah melakukan adegan panas bersama suaminya, ia melihat matahari sudah tenggelam dan ia merasa lapar. Dia mengintip dari kamar mandi dan melihat Miki sedang sibuk bermain ponsel.


"Iya, sebentar lagi aku akan mandi. Aku sedang melihat beberapa koleksi foto Carina yang masih sehat. Aku sangat merindukannya," jawab Miki.


"Di atas sana pasti dia sangat senang sekali melihatmu bahagia," ucap Fiorella.


Miki berdiri, ia meletakkan ponselnya di atas meja. Matanya menatap sang istri dengan lekat kemudian memeluknya dengan erat, Fiorella datang dalam hidupnya bagaikan sinar mentari yang menerangi hidupnya. Jika tidak ada wanita itu pasti Miki sekarang sudah menyusul adiknya ke alam lain.


"Terima kasih Fiorella, aku sangat mencintaimu," ucap Miki dengan suara yang bergetar.


"Aku yang harusnya berterima kasih padamu, kamu bisa mengeluarkanku dari belenggu Fabiano," jawab Fiorella.


Mereka sama-sama saling membutuhkan dan mereka menguatkan satu sama lainnya. Tiba-tiba Miki mengangkat Fiorella ke atas ranjang, ia melempar handuk yang dililitkan pada dada Fiorella.

__ADS_1


"Miki!" pekik Wanita itu.


"Aku ingin ronde kedua," ucap Miki.


"Miki, aku baru saja mandi."


Miki tidak peduli dan matanya mengarah pada bagian tengah yang selalu membuatnya candu.


"Kyaaaaa... Miki! Hentikan!" teriak Fiorella.


"Tak ada kata kesempatan untukmu beristirahat," ucap Miki ganas.


Ya, begitulah pengantin baru. Mereka akan terus melakukannya sampai merasa puas. Fiorella juga pada dasarnya adalah wanita kuat namun saat bersama Fabiano dia tidak bisa bebas, barulah saat bersama Miki nafsunya tersalurkan. Tak salah ia melepaskan Fabiano dan lebih memilih Miki.


Setengah jam kemudian.


Fiorella sudah banjir keringat lagi, gara-gara Miki ia harus mandi ulang tapi tak masalah, ia sangat suka dengan permainan Miki.


Dia mengelus perutnya dan merasakan ada jahitan di sana. Ya, itu adalah bekas tembakan yang menewaskan janinnya. Janin itu masih menjadi sebuah misteri apakah itu adalah anak Miki atau Fabiano.


"Rasanya jauh lebih enak saat kita sudah menikah," ucap Miki.


"Miki, misalnya aku mandul bagaimana?"


"Apa yang kamu katakan? Kamu mengigau?"


"Insiden tembakan itu membuatku berpikir aku akan mandul setelahnya."


Miki menggenggam tangan Fiorella. "Aku menikah dengannya bukan menuntut anak. Kamu jangan khawatir!"

__ADS_1


"Tapi aku tetap saja ingin punya anak."


"Kita akan usaha bersama-sama dan besok setelah pulang dari bulan madu kita bisa ke dokter kandungan. Aku sayang kamu, Fio. Aku tidak pernah menuntutmu lebih."


__ADS_2