
Dua bulan kemudian.
Toko Miki semakin ramai saja apalagi dibantu dengan Fiorella, bisnisnya semakin berkembang bahkan sampai Miki membuka toko offline dan didatangi banyak orang.
"Pak Miki, ada barang datang," ucap salah satu karyawannya.
"Baiklah, langsung saja dimasukkan ke gudang lalu kita bisa sortir," jawab Miki.
Miki kemudian pekerjanya yang lain yang sedang menggosok pakaian bekas namun masih terlihat baru, saat bersamaan Fiorella datang membawa makanan untuk mereka, sebagai sang istri dia termasuk yang sangat sayang pada suami. Pantas saja Fabiano menyesal sudah meninggalkannya.
"Hai, makan dulu! Aku bawa pizza," ucap Fiorella.
"Kamu cantik sekali, dari mana?" tanya Miki.
"Tadi ada arisan. Oh iya, Fabiano mengundang kita pada ulang tahunnya," jawab Fiorella.
Miki menganggur. "Jika memang diundang kita harus datang."
Fiorella langsung mengajak Miki masuk ke salah satu gudang untuk mendua di sana. Pakaian Fiorella sangat terbuka dan menggoda sedangkan Miki sejak tadi merasa tidak suka. Ya, Miki sudah sering kali memberitahu Fiorella untuk tidak memakai pakaian seksi namun wanita itu adalah tipe yang susah diatur suami.
"Miki, aku bawa anggur. Kita harus merayakan kesuksesanmu," ucap Fiorella.
__ADS_1
"Ini berkatmu, jika bukan kamu yang mempromosikan ini maka tokoku tak akan seramai ini," jawab Miki.
Fiorella tersenyum kecil sembari menuangkan dua gelas cola dingin, mereka meminumnya dengan nikmat sembari melemparkan senyuman.
Tiba-tiba saja, Miki mencium bibir Fiorella, dia sangat mencintai istrinya itu sampai tidak mau kehilangannya. Mereka berciuman dengan mesra sembari merasalan gejolak yang membara. Saat mereka ada di gudang pun tak akan ada pegawai yang masuk di sana, mereka paham jika Miki dan Fiorella sedang memadu kasih.
Setelah berciuman, tangan Fiorella bergelayut manja di leher Fabiano. Senyumannya terus mengembang dan dia mengecupi sekilas bibir Miki.
"Gigolo tampanku," ucap Fiorella.
"Hem, itu dulu. Sekarang aku sudah menjadi suamimu," jawab Miki sembari mencubit pipi Fiorella.
"Istri hasil merampas?" goda Fiorella.
Mereka berciuman lagi dengan mesra, tak ada lagi penghalang diantara mereka walau badai datang. Setelah berciuman, Fiorella mundur perlahan dan melemparkan ciuman jauh pada sang suami.
"Muah! Bye! Aku harus bertemu dengan klienku dulu. Ada produk kosmetik yang hendak mengendorsku," ucap Fiorella.
"Sampai jumpa di rumah, nanti biar aku yang memasak," jawab Miki.
Miki menghela nafas panjang setelah Fiorella pergi dari tokoknya. Dia kemudian berjalan ke arah kasir karena di sana banyak antrian yang membeli pakaian itu.
__ADS_1
"Hanya ini saja? Jika beli 10 potong maka bonus 1 bisa pilih sendiri," ucap Miki.
"Ini saja," jawab pelanggan itu kemudian menyodorkan sebuah kartu nama. "Ini kartu nama saya, saya seorang pencari bakat dan kamu nampaknya bisa ikut ajang pencarian bintang baru."
Miki mengernyitkan dahinya. "Maksudnya apa?"
"Postur dan ketampananmu sangat sempurna. Tidak kah ingin mencoba ikut ajang bergengsi ini? Selain bisa meningkatkan nama bisnismu, kamu bisa menjadi artis terkenal," jelasnya.
"Aku tidak ada bakat apa-apa dan lagi pula aku tidak percaya diri di depan kamera," jawab Miki sambil mengambil kartu nama itu.
"Ada latihannya juga jadi kami akan menuntunmu. Jika tertarik tolong hubungi nomor ini!"
Miki mengangguk kecil. "Oke, aku akan kabari jika tertarik. Terima kasih atas tawarannya."
Menjadi artis dan orang terkenal? Menarik juga? Siapa tahu Fabiano semakin kejang melihat kesuksesanku. Batin Miki.
Miki melayani para pembelinya dengan baik kemudian setelah toko agak sepi memeriksa pakaian yang baru datang dan dia menyortirnya sesuai kualitas masing-masing. Miki sejak dulu adalah pekerja yang tangguh namun tetap saja dia tidak ingin kalah dari Fabiano.
Baru saja dipikirkan, pria itu muncul di depannya.
"Miki, apa kita bisa bicara?" tanya Fabiano.
__ADS_1
"Maaf, aku sedang sibuk," jawab Miki.
"Dasar pria tak tahu diri! Kamu hanya memanfaatkan Fiorella saja, kamu adalah pria sampah," ucap Fabiano.