
Beberapa tahun kemudian.
Fiorella membuatkan tiga gelas susu untuk ketiga bayi besarnya. Rumah tangganya dengan Miki semakin harmonis saja bahkan anak kedua mereka juga sudah berusia 5 tahun. Waktu memang cepat berlalu siapa sangka yang dulunya seorang pria bayarannya sekarang menjadi jodoh yang sesungguhnya.
"Ini susunya, minum dulu," ucap Fiorella.
"Fio, nanti aku akan memanggil fotografer untuk memotret keluarga kita," ucap Miki.
"Ehm, bukankah tahun kemarin sudah?" tanya Fiorella sembari duduk di sebelah Miki.
"Kita bisa perbaharui. Oh iya, hari ini kita diundang ke pesta ulang tahun putra dari Fabiano. Mau datang?" tanya Miki.
Fiorella tentu saja mengangguk, walaupun mereka sudah menjadi mantan namun mereka tetap menjadi teman yang baik apalagi Fabiano sudah menemukan wanita baik yang bisa memberinya rumah tangga yang harmonis.
"Aku belum kepikiran mau membelikan apa," ucap Fiorella.
"Serahkan semuanya padaku! Sekarang kalian bersiaplah!" jawab Miki.
Mereka bersiap-siap kemudian berangkat bersama-sama. Fabiano dan istrinya sudah kembali ke kota ini setelah berada di kota sebelah. Sesampainya di sana, banyak orang yang datang dengan membawa hadiah. Alessandro dan adiknya yaitu Alexa memberikan hadiah untuk anak tersebut.
"Selamat ulang tahun," ucap mereka bersama-sama.
Fabiano lantas menggendong dua bocah menggemaskan itu.
"Aduh! Paman Fabiano lepaskan aku!" teriak Alessandro.
'Sudah lama kalian tidak main ke sini? Hem?" tanya Fabiano menciuminya.
"Maaf, akhir-akhir ini aku tidak mengizinkan anak-anak keluar rumah karena banyak penyakit yang menyerang banyak orang," sahut Miki.
Fabiano menurunkan dua bocah itu kemudian memeluk Miki, dia sangat berterima kasih karena mereka mau datang. Fiorella menghampiri sembari tersenyum melihat interaksi mereka. Pada akhirnya mereka bisa akur dan layaknya seperti saudara.
"Ya sudah, sebentar lagi akan dimulai acaranya. Ayo kesana!" ajak Fabiano.
__ADS_1
Para tamu undangan terus berdatangan dan saatnya acara dimulai dengan sambutan dari Fabiano kemudian menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk putra pertamanya. Semua orang bernyanyi bersama-sama sambil bertepuk tangan. Selepas itu adalah potong kue dan potongan kue pertama diberikan pada Fabiano kemudian istrinya barulah Fiorella. Mereka memang sudah seperti keluarga sendiri tanpa ada dendam satu sama lain. Tatapan Fiorella terhadap Fabiano juga penuh arti seolah mengucapkan selamat pada Fabiano yang sudah mampu membangun rumah tangga lagi dan melewati fase depresinya.
"Fio, mau minum?" tanya Miki.
"Iya, aku bisa ambil sendiri," jawab Fiorella.
Miki mengikutinya dan memperhatikan wajah Fiorella yang sangat cantik sekali hari ini. "Mau adakan pesta ulang tahun untuk Alexa?"
"Miki, acara makan keluarga kita saja sudah cukup. Aku tidak suka mengundang banyak orang," ucap Fiorella.
"Tapi lihatlah putri kita! Dia sepertinya ingin merasakan hal yang sama. Tak ada salahnya untuk membuat pesta untuknya apalagi sejak lahir kita tidak merayakannya," ucap Miki.
Fiorella terdiam sejenak lalu mengangguk kecil. "Terserah kamu saja, kamu yang atur."
Setelah acara pesta selesai, Miki dan keluarganya berpamitan. Mereka juga sudah ada janji dengan fotografer sore ini sehingga tidak bisa terlalu lama di rumah Fabiano.
***
Fotografer sudah datang menunggu, mereka masuk bersama-sama dan lekas menata barang-barangnya. Mumpung hari ini dandanan mereka masih bagus sehingga memang harus di abadikan.
"Apa aku harus membenarkan make up ku?" tanya Fiorella.
"Tak usah, kamu sudah cantik," jawab Miki sambil mengecup Fiorella.
Mereka diarahkan fotografer untuk berfoto keluarga lalu memandang ke arah kamera semua. Raut wajah mereka sangat bahagia sekali bahkan tak jarang Miki menunjukkan senyumannya.
"Satu, dua, tiga..."
Cekrek!
Cekrek!
Cekrek!
__ADS_1
Fotografer menunjukkan hasilnya pada mereka dan setelah oke langsung dicetal dengan print yang sudah beliau bawa sekaligus dengan piguranya. Beliau memang sudah hafal dengan keluarga mereka dan permintaan mereka.
"Apa ada yang kurang?" tanya beliau.
"Hasilnya sudah sangat bagus," jawab Miki.
Dia lantas memasangnya di dinding dan melepas yang lama.
"Baiklah, saya berpamitan untuk pulang dulu. Terima kasih sudah memakai jasa saya."
Setelah fotografer pulang, anak-anak masuk ke dalam kamar mereka sementara Fiorella dan Miki berada di depan meja makan sembari meminum anggur merah. Fiorella masih mengenakan pakaian pesta yang anggun dan sedikit terbuka membuat Miki sejak tadi harus menahan hasratnya.
"Ah... Minum anggur memang enak di cuaca dingin seperti ini," ucap Fiorella.
"Hem, benar...."
Miki mendekat dan melahap bibir manis istrinya tersebut. Fiorella tidak menolak dan justru membalasnya, lidah mereka saling beradu dalam sebuah kenikmatan sembari merasakan getaran yang dahsyat.
"Mmmhh...."
Miki melepaskan ciumannya lalu membelai pipi Fiorella yang cubby.
"Bolehkan aku meminta?" tanya Miki.
"Tentu saja! Silahkan gendong ke kamar!"
Miki menggendong Fiorella masuk ke dalam kamar sembari menciumi lehernya dengan beringas. Sesampainya di kamar Miki melakukan apa yang harusnya ia lakukan.
Jodohku yang sesungguhnya memanglah Miki, aku harap pernikahan kami sampai akhir hayat nanti dan tidak ada pelakor tentunya. Aku hanya berharap seperti itu dan takut jika kejadian masa lalu terulang lagi tetapi aku yakin Miki bukanlah orang seperti itu. Aku mencintaimu, Miki. Batin Fiorella.
Tak kusangka hubunganku dengan Fiorella berjalan dengan baik. Aku berjanji tidak akan mengecewakannya dan aku berharap Fio adalah harapan terakhirku.Semoga saja begitu. Aku mencintaimu, Fiorella. Batin Miki.
Tamat.... Tamat... Tamat....
__ADS_1