
Sebulan kemudian.
Miki masih bekerja di proyek itu bersama semen dan debu, ia tidak malu pada pekerjaannya walau istrinya seorang yang kaya raya. Selepas bekerja, ia memakai pakaian bersihnya lagi dan menerima amplop dari mandornya karena sudah bekerja dengan baik. Ya, hari ini adalah hari gajian, ia sudah berjanji pada Fiorella jika akan membelikannya apa yang ia inginkan.
Kaki Miki melangkah menuju ke tempat parkir, ia bekerja tetap menggunakan mobil sebagai transportasinya. Dia melajukan mobilnya itu menuju ke rumah namun apalah daya ia melihat Fiorella sedang duduk di cafe bersama teman-teman sosialitanya. Miki menghentikan mobil tak jauh dari sana, ia ingin menghampiri Fiorlella tapi apalah daya baru melangkah mendekat mereka mengobrol cukup menyakitkan.
"Fio, kamu benar-benar sudah berubah setelah berpisah dengan Fabiano. Kulitmu makin kering saja dan kamu terlihat agak gemukan, apa suamimu yang sekarang tidak memperdulikan penampilanmu?"
Fiorella meminum kopi miliknya dengan santai, ia tahu jika mereka sedang menguji kesabarannya.
"Itu menurut pandangan kalian saja. Aku merasa baik-baik saja dan lebih happy dengan Miki. Mentang-mentang suamiku tidak punya apa-apa bisa kalian hina seenak jidat," ucap Fiorella.
"Kami tidak menghina. Kamu tahu tidak jika Fabiano setelah bercerai denganmu semakin tampan saja sedangkan dirimu...."
"Cukup! Aku mau bertemu kalian untuk mendengar yang baik-baik saja." Fiorella bediri dan meninggalkan beberapa lembar uang untuk membayar semua makanan yang mereka pesan.
"Aku akan pulang saja," sambung Fiorella sambil membalikkan badan.
Namun, tubuhnya langsung mematung karena ternyata sudah ada Miki di sana. Miki tersenyum kecil sementara teman-teman Fiorella mati gaya, mereka seolah tidak melihat keberadaan Miki kemudian mengobrol mengalihkan suasana.
"Maaf, sayang! Aku kebetulan lewat di sini, maaf sudah membuat waktumu bersama teman-temanmu kacau," ucap Miki berusaha tersenyum.
"Tak apa kok. Yuk kita pulang!"
Mereka pulang mengendarai mobil masing-masing, sementara itu Miki di dalam mobilnya sendiri sembari melamun tidak jelas. Karena dirinya yang egois membuat sang istri terkena getahnya.
Semua orang di dekat Fiorella meremehkan akibat menikah dengannya.
Setelah sampai rumah, Miki tidak jadi untuk membelikan.apa yang Fiorella mau karena ia sadar uang gajinya seminggu tidak akan cukup untuk membeli apa yang Fiorella mau.
"Miki, mau makan apa, Sayang?" tanya Fiorella.
"Aku sudah makan di tempat kerja," jawab Miki.
"Oh, semua karung-karung itu apa?" tanya Fiorella melihat beberapa karung besar.
Miki mendekati karung tersebut kemudian tersenyum kecil. "Aku membeli karung-karung itu yang berisi pakaian bekas milik orang-orang dari berbagai negara. Lebih tepatnya aku membeli di Jepang."
"Miki, pakaian bekas? Itu banyak kumannya. Apa yang kamu lakukan? Jika kamu ingin pakaian baru maka aku akan membelikannya untukmu."
__ADS_1
"Sayang, aku ingin menjualnya kembali. Tahu pakaian thrift? Pakaian bekas orang tapi dengan brand ternama, pasar online sedang digandrungi seperti itu. Ini peluangku untuk membangun bisnis," ucap Miki dengan penuh semangat.
"Miki, mana ada yang mau memakai pakaian bekas?"
"Ada, itu aku. Dulu waktu Carina masih ada, kami datang ke pasar loak dan membeli pakaian bekas. Harganya murah namun masih bagus," jelas Miki.
Fiorella hanya diam saja, ia melihat Miki memasukkan 3 karung pakaian itu. Fiorella baru melihat langsung seorang pria yang gigih untuk mencapai tujuannya. Setelah masuk ke dalam, Miki membuka semua karung itu, ia seperti melihat harta karun, semua pakaian itu bagus dan milik merk ternama.
"Fio, kamu orang kaya. Biasanya orang-orang kaya bosan dengan pakaiannya dan membuangnya padahal baru beberapa kali pakai. Semua pakaian itu terkumpul di sini dan menjadi ladang uang bagi yang mampu mengelolanya. Tolong kali ini doakan aku!" ucap Miki dengan penuh harap.
Fiorella terdiam sejenak, hal pertama yang dia pikirkan adalah reaksi orang-orang yang ia kenal saat tahu suaminya menjual pakaian bekas.
"Kamu akan menjualnya ke mana?" tanya Fiorella.
"Di online. Oh iya, apa kamu bisa membantuku mempromosikannya? Kamu selebgram dan punya banyak pengikut, siapa tahu mereka berminat membelinya?" tanya Miki.
DEG!
Tentu saja Fiorella kaget, tak mungkin dia melakukan itu karena semua orang akan menertawakannya termasuk Fabiano yang masih menjadi followersnya.
"Miki, kali ini aku tidak bisa membantu," ucap Fiorella langsung masuk ke dalam kamar.
Miki terdiam, ia malah mengingat semua ucapan orang-orang dekat Fiorella yang mengatakan hal buruk tentangnya. Mungkin saja wanita itu mulai merasa menyadari jika ucapan mereka semuanya benar.
Miki mulai menyortir pakaian yang masih bagus, sedang dan jelek. Di Italia memang masih jarang penjual seperti ini namun Miki akan membuka peluang yang baru walau sepertinya akan banyak hinaan. Berbekal media sosial, ia mempromosikan sendiri. Pengikutnya memang tidak banyak namun siapa tahu mereka mau beli dan pada akhirnya mempromosikan ke orang terdekat mereka.
***
Malam hari.
Miki masih sibuk dengan pekerjaannya, Fiorella keluar dari kamar dan melihat kegigihannya. Fiorella mematung di sana melihat suaminya yang bekerja keras sendirian.
"Miki, sudah ada yang terjual?" tanya Fiorella.
"Belum, aku baru memilahnya, aku juga harus mencuci serta menyetrika dulu supaya terlihat nampak baru," jelas Miki.
Miki lantas berdiri, ia menyerahkan amplop gajinya.
"Fio, ini gajiku. Semoga cukup untuk minggu ini."
__ADS_1
"Miki, kamu simpan saja!" ucap Fiorella.
"Kenapa? Gajiku memang tidak banyak namun cukup untuk biaya makan."
"Miki, kamu tabung saja! Aku sudah ada uang sendiri."
Di sisi lain.
Fabiano tidak sengaja.melihat postingan dari Miki yang menjual pakaian bekas. Fabiano tersenyum seolah senang karena Miki tidak ada apa-apanya dibanding dengannya.
"Pasti tak lama lagi Fio akan kembali padaku," gumamnya.
Fabiano kemudian mengirim postingan itu ke grup elitnya yang di sana terdapat Fiorella juga.
Fabiano : Bantulah untuk membelinya. Siapa tahu kalian suka.
Xxx : Pakaian bekas? Sekarang masih jaman memakai pakaian bekas? Ini Italia, negara elit.
Nnn : Siapa yang menjual itu? Tapi tampan juga jika dilihat-lihat.
Yyy : Memalukan!
Rrr : Iyuh! Aku dibayar saja tidak mau memakainya.
Fabiano tersenyum kecil, ternyata dia masih mengharapkan mantan istrinya bercerai dengan suami barunya.
Kling...
Sebuah pesan masuk yang ternyata dari Fiorella.
Fio : Apa maksudmu? Kamu sengaja membuat Miki malu?
Fabiano : Aku hanya ingin membantu menjualkan produknya.
Fio : Tak pantas kamu bersikap seperti itu. Aku tahu kamu menghinanya secara halus.
Fabiano : Fio, kamu selalu berpikiran buruk tentangku.
Fiorella tidak mau membalas, ia melihat ke arah Miki dan memotret semua pakaian itu. Tentu saja dia mau menjualnya pada para followers yang berjumlah 3 juta orang itu.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Miki.
"Kita lawan semua orang yang berani meremehkan kita terutama meremehkanmu," jawab Fiorella.