GIGOLO SELINGKUHANKU

GIGOLO SELINGKUHANKU
Bab 11 : Kamu milikku


__ADS_3

Miki berhadapan dengan Fabiano di sebuah ruangan tertutup, mata Fabiano terus memandang Miki yang ia akui lebih tampan darinya. Tubuh Miki lebih  tinggi dan punya dada bidang serta otot yang besar tidak seperti Fabiano yang lebih pendek darinya kemudian ototnya tidak sebesar itu. Entah mengapa Miki merasa akan mati hari ini juga karena menganggap akan ketahuan jika ia sebagai gigolo dari istri sang tuan. 


"Aku melihat lebih lengkap semua tentangmu mulai dari pekerjaanmu sebelumnya dan status sosial keluargamu. Kamu suka bekerja denganku?" tanya Fabiano. 


Miki menatapnya. "Saya suka, Tuan Fabiano," jawab Miki. 


Fabiano mendekat kemudian membenarkan dasi Miki. "Apa kamu menggoda Gracia?" 


Miki hanya terdiam sesaat kemudian meresapi semua ucapan itu? Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba Fabiano berkata seperti itu? Apa Gracia mengadu yang tidak-tidak tentang dirinya? 


"Tidak mungkin saya menggodanya, saya tahu perempuan yang baik atau tidak," jawab Miki. 


"Apa maksudmu? Gracia adalah perempuan baik," ucap Fabiano sambil menarik kerah Miki. 


Miki melepaskannya perlahan, dia tersenyum kecil lalu berdiri. "Sepertinya penglihatan anda masih normal 'kan? Tadi kata anda , saya menggoda Gracia? Tuan Fabiano, pacar anda itu yang menggoda saya. Di ruangan anda ada CCTV dan anda bisa mengeceknya sendiri tapi maaf jika saya sudah melihat bentuknya karena pacar anda itu selalu membuka kakinya lebar-lebar dan terlihat dari ruangan saya." 


Fabiano sangat geram mendengarnya, ia mundur perlahan dan merasa kesal mendengar semua itu. Miki tersenyum picik serta mendekatinya. 


"Tuan, yang harus anda khawatirkan bukan Gracia melainkan istri anda sendiri yaitu Fiorella. Dia istri sah  anda yang seharusnya anda jaga," sambung Miki. 


"Diam kamu! Kamu tidak usah sok mengajariku dan kamu juga masih pegawai baruku. Tugasmu sekarang cari pria bangsat yang sudah menjadi simpanan istriku," ucap Fabiano dengan suara lantangnya. 


Asal kamu tahu, aku adalah pria bangsat itu. Aku sudah meniduri istrimu dan paham sampai mana dia merasa puas. Kamu sudah menyiakan berlian istimewa. Batin Miki. 


Di sisi lain. 


Fiorella menuju rumah orang tuanya, ia ingin memastikan sendiri kenapa sang papa malah berada di pihak Fabiano. Itu sudah tidak masuk akal karena seharusnya beliau membela putrinya sendiri. Sesampainya di sana, beliau tidak ada dan pergi ke luar kota secara mendadak. Alhasil Fiorella mengobrol dengan mamanya. 

__ADS_1


"Mah, Mama yakin Papa tidak melakukan hal aneh-aneh di belakang Mama?" tanya Fiorella. 


"Hal aneh apa? Mentang-mentang suami kamu berselingkuh, sekarang kamu mencurigai suami mama juga? Papamu sangat lembut dan selalu pulang tepat waktu," jawab Mama dengan sewot. 


"Mama tidak pernah mengecek ponsel milik Papa?" 


"Fiorella, rumah tangga itu butuh yang namanya kepercayaan." 


Fiorella menepisnya. "Percaya memang percaya namun apa salahnya sebagai seorang istri mengecek apa yang dilakukan suaminya di luar rumah?" 


Mama hanya diam saja, ia mengambil air lalu meminumnya, beliau memang percaya saja pada sang suami apalagi jatahnya tidak pernah kurang dari segi nafkah batin dan nafkah materi. Fiorella menghela nafas panjang, ia mengambil tasnya dan berpamitan pulang, ia harus ke rumah sakit untuk melihat keadaan Carina. 


Fiorella menyetir mobil sendiri, pikirannya terus kacau apalagi dia mengingat masalahnya tidak pernah usai. Sesampainya di rumah sakit, ia melihat Carina terlelap. Gadis muda itu sangat kasian sekali karena menghabiskan waktu hanya di ranjang rumah sakit. Saat dia menggenggam tangannya tiba-tiba mata gadis itu terbuka, tatapan mata gadis itu seolah tidak menyenangkan. 


"Tolong berhentilah memperalat kakakku!" ucap Carina. 


"Carina, apa yang kamu katakan? Kakakmu bekerja untukmu," jawab Fiorella. 


Fiorella terdiam sejenak, ia tahu jika perbuatannya salah namun mau bagaimana lagi? Dia masih membutuhkan bantuan Miki walau sebenarnya ia sudah ada rasa kepadanya. Siapa yang tidak akan jatuh cinta pada Miki? Pria tampan, baik walau tidak kaya namun asalkan membuatnya nyaman. 


"Kenapa hanya diam saja? Biarkan dia bahagia! Tolong lepaskan dia!" ucap Carina. 


"Carina, tidak bisa..." 


"Kenapa tidak bisa? Jangan membuat kakakku terjebak oleh masalah kalian! Aku mohon, lepaskan dia!" 


Wanita itu berdiri dari kursinya kemudian memandang dengan datar seolah apa yang dia pikirkan tidak sejalan dengan pemikiran Carina. 

__ADS_1


"Aku akan melepaskannya jika dia mau tapi jika dia masih ingin bekerja denganku lalu aku bisa apa? Kakakmu butuh uang untuk biaya pengobatanmu yang besar, harusnya kamu berterima kasih karena ia mengorbankan harga dirinya hanya untuk kehidupanmu," jawab Fiorella dengan datar kemudian pergi dari sana. 


Ya, Fiorella bersikap seperti itu supaya Carina sadar atas perjuangan Miki. Saat bersamaan Miki mengajaknya bertemu, Fiorella meminta untuk bertemu di rumah Miki saja. Dia lekas ke sana karena ia juga merindukan Miki, sesampainya di sana Miki belum datang dan Fiorella masuk ke dalam rumah itu karena sudah tahu kata sandinya. 


Rumah Miki sangat rapi walau terkesan sederhana bahkan tidak ada barang mewah satu pun, Fiorella membayangkan bagaimana kehidupannya jika suatu saat menikah dengan Miki. Walau ia sendiri kaya raya namun tetap saja dia butuh pria kaya untuk menstabilkan ekonominya. Ah! Kenapa pikirannya malah sampai ke sana? Siapa juga yang mau menikah dengan Miki? Dia adalah gigolo saja yang mungkin suatu saat  jasanya akan dipakai wanita lain yang membutuhkannya. 


Setengah jam kemudian. 


Miki datang, ia melepaskan jas dan dasinya, ia merasa tidak nyaman memakai pakaian formal yang dibelikan sang nyonya. 


"Fio, kamu harus tahu masalah ini. Gracia ternyata lebih dulu ada hubungan dengan Andreas yaitu Papamu, aku merasa bayi di dalam kandungan itu adalah adikmu," ucap Miki. 


"Apa maksudmu? Papaku berselingkuh dengan Gracia? Tidak mungkin! Kenapa selera menantu dan mertua sama?" tanya Fiorella. 


"Tak heran lagi, Gracia juga menggodaku saat di kantor, sepertinya dia punya kelainan hiper yang haus akan gairah dari pria yang berbeda," jawab Miki. 


Fiorella mengusap wajahnya kasar. "Kamu tergoda juga?" 


Miki tersenyum kecil. "Aku pria normal apalagi dia selalu menunjukkannya padaku tapi aku lebih menyukai milik Fiorella." 


Pipi wanita itu langsung memerah, ia mengambil minum dan langsung menenggaknya. Bisa saja Miki menggodanya kemudian Miki memeluknya dari belakang dan mencium lehernya wanita itu. 


"Kita hanya berdua saja di sini," bisik Miki. 


"Kenapa kamu tahu jika aku saat ini sedang bergairah?" tanya Fiorella dengan lembut. 


"Nada bicaramu sejak tadi manja dan sensual apalagi saat duduk kamu terus menggerakkan pahamu seolah merasa tidak nyaman," jawab Miki.

__ADS_1


Fiorella tersenyum kecil dan sudah tidak malu lagi membahas hal itu di depan gigolonya. "Puaskan aku, Miki!" 


"Sure, aku milikku!" 


__ADS_2