
Fiorella membantu mempromosikan pakaian bekas masih layak pada followersnya, awalnya dia ragu dan malu namun dia tidak boleh begitu pada suaminya. Ia harus mengingat suaminya dari kalangan menengah bawah bukan seperti mantan suaminya yang hanya penerus kekayaan orang tuanya saja.
Setelah terposting sebagian, banyak komentar positif dan juga negatif. Mereka menilai pakaian bekas bukan mode mereka sekarang dan menganggap salah pasar.
Ketika Miki hendak membaca semua komentar itu Fiorella langsung mencegahnya.
Sebagai perintis, Miki tidak perlu membaca komentar dan Fiorella ingin Miki fokus pada penjualan saja.
Tak hanya itu, Fiorella membuka toko di berbagai media penjualan online supaya bisa dijamah orang di berbagai belahan dunia.
"Kamu fokus pada produknya saja. Aku yang akan mengurus sisanya," ucap Fiorella.
"Fio, makasih atas semuanya," jawab Miki.
"Ya, kita suami istri memang harus saling membantu," ucap Fiorella.
Tak sampai menunggu beberapa jam, banyak orderan masuk sampai 100 pesanan. Tentu saja dengan power Fiorella, Miki lekas membungkusnya dan rasanya sangat senang sekali. Memang benar jika uang uang didapatkan secara baik-baik maka akan mendapatkan kepuasan yang baik juga.
Mereka membungkus sampai malam hari, baru kali ini Fiorella bekerja keras untuk mendapatkan uang. Untung dari menjual pakaian bekas namun bermerek ini tak banyak namun jika yang laku banyak terlihat untung besar.
"Fio, kamu lelah? Kamu tidur saja! Sisanya biar aku yang urus," ucap Miki.
"Baiklah, aku tidur dulu ya sayang," jawab Fiorella.
Miki menyelesaikan seorang diri sampai larut malam. Orderan terus masuk melalui situs yang sudah mereka buat sore tadi, efek selebgram seperti Fiorella sangat luar biasa apalagi nama Fiorella akhir-akhir ini naik karena perceraiannya dengan Fabiano.
Keesokan harinya.
Miki sudah menyelesaikan semuanya tengah malam tadi, ia hari ini akan mengantar ke ekpedisi. Dia memasukkan semua orderannya ke dalam mobil sendirian.
"Miki, sepertinya kamu harus mencari pegawai," ucap Fiorella.
"Sepertinya begitu karena orderan semakin membludak dan itu karenamu," jawab Miki.
Fiorella tersenyum kecil sembari menyerahkan kopi untuknya. Mereka bersulang karena bisnis mereka bisa dibilang berhasil. Seseorang dari kejauhan melihat mereka, siapa lagi jika bukan Fabiano? Tentu saja dia iri dengan keduanya namun apalah daya, ia bisa apa?
"Jalan!" ucap Fabiano kepada sopirnya untuk menjalankan mobil.
__ADS_1
Fabiano menghela nafas panjang, apa ia harus mencoba merelakan mantan istrinya hidup bersama pria lain tapi bagaimana dengan dirinya? Sampai sekarang masih belum menemukan wanita pengganti Fiorella.
Di tepi jalan, dia melihat Gracia bergandengan tangan dengan papa mertuanya dulu. Fabiano mengepalkan tangan karena wanita ****** itu sudah menghancurkan segalanya. Tentu saja targetnya sekarang adalah Gracia, wanita penipu dan membuatnya seperti pria murahan.
Di sisi lain.
Miki mengantar ke ekpedisi sendirian, ia melajukan mobilnya ke ekpedisi terdekat. Ia sangat senang sekali dan dalam perjalanan ia bersenandung ria.
Brak!
Miki mengerem mendadak saat ada mobil yang menabraknya dari belakang. Dia keluar dari mobil namun mobil yang menabraknya tadi sudah melarikan diri dan untungnya Miki sudah memotret plat nomornya. Belum apa-apa dia sudah mendapat insiden ini bahkan mobil belakangnya penyok.
Tak mau berlama-lama, dia langsung melajukan mobilnya ke ekspedisi untuk mengantarkan semua paket pentingnya terlebih dahulu.
Setelah sampai, dia mengantri sejenak karena hari ini cukup ramai dan ia bertemu dengan Fabiano. Pria itu memakai kaca mata hitam dan jas rapi.
Dia melepaskan kaca mata itu dan melihat Miki dengan tersenyum.
"Kenapa seorang presdir sepertimu berada di sini?" tanya Miki.
"Ini tempat umum dan siapapun boleh di sini. Paketmu banyak sekali?"
Nomor antrian Miki dipanggil, ia maju ke depan dan mendorong troly yang berisi paketnya. Fabiano menatap dari bawah sampai ataas, pria itu memang lebih tinggi darinya dan ototnya jauh lebih terlihat walau memakai pakaian tertutup.
Semua yang ada di tubuh Miki sangat sempurna, jika di poles dalam hal berpakaian sedikit saja pasti dia bisa menjadi artis terkenal.
"Hei, seyakin itu kamu bisa membahagiakan Fiorella?" tanya Fabiano.
Miki menoleh. "Fabiano, kamu masih terjebak masa lalu? Jika aku beri saran bisakah kamu tidak menggangguku lagi? Maaf, bukannya apa-apa, sikapmu menunjukkan jika kamu hanya ingin merebut kembali Fiorella dariku. Kamu kaya, tampan dan punya segala hal, pastilah di luaran sana banyak sekali wanita yang mengantri. Kamu sudah kalah untuk Fiorella namun bukan berarti kamu kalah di depan wanita lain."
Fabiano hanya terdiam, ia memandang wajah Miki yang serius dan tidak main-main.
"Tolong bahagiakan Fio!" ucap Fabiano.
"Tanpa kamu suruh aku akan melakukannya," jawab Miki.
***
__ADS_1
Setengah tahun kemudian.
Miki sudah punya gudang sendiri yang menyortir barang dagangannya, ia juga sudah punya beberapa karyawan yang membantunya berjualan. Bisnis kali ini berjalan dengan lancar karena dukungan dari sang istri tercinta.
"Hueeek.... Hueeek!"
Terdengar suara dari dalam kamar mandi. Miki menghampirinya dan melihat Fiorella sedang duduk di dekat kloset.
"Ada apa, sayang?" tanya Miki.
"Mual sekali perutku dan rasanya campur aduk."
"Jangan-jangan kamu hamil? Sudah beberapa minggu ini kamu belum menstruasi."
Fiorella kaget mendengarnya, tak mungkin dia hamil padahal sudah divonis dokter tidak akan bisa punya anak lagi setelah insiden tembakan yang menewaskan janinnya.
"Ayo kita ke rumah sakit!" ucap Miki.
"Belikan aku tespek saja," jawab Fiorella.
Miki mengangguk, ia lantas membelikan tespek di apotek terdekat. Semoga saja sang istri memang hamil sehingga bisa memperkuat status pernikahannya. Setelah membelinya, ia menyerahkan kepada Fiorella, wanita itu mengetesnya dan beberapa saat kemudian ia keluar dari dalam kamar mandi dengan syok.
"Bagaimana hasilnya?" tanya Miki.
"Garis dua, aku hamil," ucap Fiorella dengan meneteskan air matanya.
Miki melihat hasil tespek itu dan benar saja jika memang garis dua. Mereka saling berpelukan karena saking senangnya, inilah yang mereka tunggu yaitu seorang anak diantara mereka.
"Sebentar lagi kita akan menjadi orang tua seutuhhnya," ucap Fiorella.
"Iya, aku akan menjadi ayah. Carina jika masih ada di sini pasti senang karena akan mendapatkan keponakan," jawab Miki.
Mereka melepaskan pelukannya, Fiorella lekas memajang hasil tespek itu ke dalam sebuah pigura, dia harus menyimpan sebaik mungkin dan menjaga janinnya supaya kejadian yang dulu tidak terulang lagi.
"Miki, aku akan mengundang teman-temanku untuk memberitahukan kabar gembira ini," ucap Fiorella.
"Aku rasa jangan dulu, kita rahasiakan saja. Aku takut marabahaya akan datang saat tahu kehamilanmu. Kita simpan kabar bahagia ini berdua saja dulu," ucap Miki.
__ADS_1
"Oke, aku akan menuruti apa katamu," jawab Fiorella.
"Fio, sekali lagi terima kasih," ucap Miki kemudian menciumnya dengan beringas.