
"Fabiano, kita akhiri semuanya. Kita harus berpisah baik-baik," ucap Fiorella.
"Dan membiarkanmu bersama gigolo ini? Lebih baik aku membunuhnya," jawab Fabiano.
Pria itu mulai bergerak seolah menekan pelatuknya, sementara Fiorella mendekati Fabiano secara perlahan. Suami istri itu seolah tidak mau kalah bahkan selama ini mereka memang selalu egois, Fabiano menarik kepala Miki sedangkan Miki sudah terlihat menyerah akan semuanya. Adiknya baru saja meninggal, ia tidak ada saudara dan kini ia sudah menjadi sebatang kara.
"Bunuh aku saja!" ucap Miki.
"Tanpa kamu minta dengan senang hati aku akan membunuhmu," jawab Fabiano.
"Jangan!" teriak Fiorella.
Dor!
Fiorella terlebih dulu menembak dada Fabiano sehingga pria itu langsung terjatuh terkapar, para bodyguard-nya menolong Fabiano kemudian menembak Fiorella juga. Fiorella terjatuh ke lantai sembari meneteskan air mata di depan Miki, dia mendekati Fiorella dengan tubuh yang masih terikat.
"Fio, Fiorella! Bangunlah! Kenapa kamu mengorbankan nyawamu demi aku? Aku hanya seorang gigolo saja, kenapa kamu sampai segitunya?" tanya Miki.
"K-karena ka-kamu spesial. Maaf sudah me-melibatkan kamu dalam pertengkaran rumah tanggaku. Kamu pria baik, Miki," jawab Fiorella kemudian wanita itu tidak sadarkan diri.
Bantuan datang untuk membawa mereka ke rumah sakit, Miki menemani Fiorella sambil menggenggam tangannya erat. Fiorella tertembak pada bagian perut dan Miki takut jika janinnya kenapa-napa. Sesampainya di rumah sakit, Miki menunggu di depan ruangan sembari berdoa yang terbaik. Keluarga Fabiano dan Fiorella datang, mereka heran dengan Miki karena sebelumnya tidak pernah melihat.
Saat bersamaan dokter yang menangani Fabiano keluar, pria itu harus segera di operasi karena peluru bersarang di dadanya. Keluarga menyerahkan yang terbaik untuk Fabiano, sementara itu dokter lain juga keluar, beliau memberi tahu jika keadaan Fiorella baik-baik saja karena peluru itu sudah berhasil di keluarkan tapi sayangnya janin di dalam perutnya tidak bisa diselamatkan. Miki yang mendengarkan sangat terpukul, demi melindunginya malah ia kehilangan janinnya.
"Ehm, kamu siapa? Kamu terluka parah apa seharusnya kamu ditangani dokter juga?" tanya Mama dari Fiorella.
"Saya kekasihnya Fiorella dan saya hanya luka biasa saja," jawab Miki.
Semua orang terkejut dengan jawaban Miki dan yang paling kesal adalah orang tua Fabiano.
"Dasar kamu tidak tahu malu!" teriak Papa Fabiano.
"Tidak berkaca dengan anak kalian yang juga tidak tahu malu? Dia berselingkuh dengan sekretarisnya sendiri bahkan join dengan papa mertuanya yang sama-sama memilih hubungan dengan sekretaris itu," jawab Miki.
__ADS_1
Ya, Miki harus mengumumkan jika dia adalah kekasih dari Fiorella supaya perceraian keduanya bisa dilaksanakan.
"Diam kamu! Kamu tidak tahu apa-apa masalah itu," jawab Papa Fabiano.
"Saya tahu dan saya bisa sebarkan ke media jika CEO terkenal berselingkuh dengan sekretarisnya," ucap Miki.
Plak!
Miki ditampar oleh papanya Fabiano, memang buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya. Apakah semua orang kaya seperti ini bahkan mereka selalu tidak pernah merasa bersalah dan selalu mengorbankan orang di bawahnya. Miki hanya tersungging tipis dan Mama Fiorella menariknya untuk menjauh. Beliau mengajak Miki untuk diobati dokter namun Miki tidak mau karena rasa sakit di tubuhnya tidak begitu sakit seperti di hatinya.
"Siapa namamu? Miki? Sejak kapan kamu menjalin hubungan dengan putriku?" tanya Mama.
"Sejak suaminya ketahuan berselingkuh, saya dibayar oleh Fiorella dalam masa balas dendam," jawab Fabiano.
"Kamu sudah tahu jika dia sebelumnya telah bersuami?" tanya Mama.
"Sudah, dia yang bercerita sendiri, saya butuh uang dan menerima pekerjaan menjadi gigolonya," jawab Miki.
Mama mengusap wajahnya kasar, kenapa menjadi seperti ini padahal mereka bisa saja menang dari Fabiano yang berselingkuh seorang diri. Fiorella nyata juga ikut berselingkuh dengan menggunakan jasa gigolo bahkan sekarang dari pihak mereka juga bersalah.
"Saya ingin memiliki Nyonya Fiorella seutuhnya," ucap Miki.
"Kamu tidak tahu malu. Silahkan pergi dari sini! Walau bagaimanapun saya tidak merestui kalian," jawab Mama kesal.
Miki menghela nafas panjang, ia kemudian menggelengkan kepalanya, ia tidak mau pergi kecuali Fiorella sudah sadarkan diri. Miki kembali masuk ke dalam, keluarga Fabiano menatapnya dengan tajam.
"Kamu butuh uang berapa? Biar aku berikan asalkan kamu bisa pergi dari Fiorella. Kamu harus tahu jika sebenarnya selama ini kamu hanya sebatas pelampiasan saja," ucap Mama.
"Maaf, ini bukan masalah uang melainkan perasaan dan lagi pula saya benar-benar mencintai putrimu," jawab Fabiano.
Dua jam kemudian.
Fiorella sudah sadarkan diri, ia melihat di ranjang sebelah terdapat Fabiano, mereka baru saja selesai menjalankan operasi. Miki menggenggam tangannya dengan erat kemudian merasa senang karena Fiorella baik-baik saja walau kehilangan janinnya.
__ADS_1
"Miki? Kamu tidak apa-apa?" tanya Fiorella.
"Aku baik-baik saja," jawab Miki.
"Maaf sudah membawamu ke dalam masalah," ucap Fiorella.
"Aku yang menginginkannya. Oh iya, suamimu masih belum sadarkan diri. Kenapa kamu menembaknya?" tanya Miki.
Kenapa juga dirinya bisa menembak suaminya sendiri dengan sangat yakin? Tentu saja karena dia sudah muak dengan Fabiano. Dia ingin selesai dengan suaminya itu dan jika bisa Fabiano pergi selama-lamanya. Tidak dapat dipungkiri lagi jika merasa sangat kecewa dengan tingkah suaminya dan perpisahan sangat terbaik untuk mereka.
"Miki, kamu harus tetap ada untukku. Kamu tidak boleh pergi, kita harus melawan Fabiano sampai pria itu menyerah untuk mempertahankan pernikahan ini," ucap Fiorella.
"Apapun yang kamu minta pasti aku akan melakukannya," jawab Miki.
Di ranjang sebelah, Fabiano baru sadarkan diri, ia merasa dadanya sangat sakit kemudian dia melirik ke arah samping. Istrinya tengah bersama selingkuhannya dan membuatnya sangat kesal sekali. Saat bersamaan Gracia datang, ia khawatir dengan keadaan Fabiano. Biasanya pria itu akan senang saat melihat kekasihnya itu namun saat ini dia merasa tidak suka.
"Fabiano, aku bawakan..."
"Pergi!"
"Fabiano, aku mengusahakan datang ke sini saat kondisiku juga sedang sakit. Kenapa kamu malah mengusirku?"
Fabiano tidak peduli, dia malah melirik Fiorella, ia nampak cemburu saat Miki menemani Fiorella. Miki juga merasa bodo amat, ia tak mau memikirkan respon Fabiano.
"Fio, janin kita sudah tiada. Maaf, gara-gara aku kamu jadi seperti ini dan kita kehilangan anak kita," ucap Miki.
"Dasar tidak tahu malu! Kamu berbicara seperti itu pada istri orang lain. Awas kamu, Miki!" ucap Fabiano.
Miki malah mencium kening Fiorella membuat Fabiano sangat kesal sekali. Gracia mencoba menggenggam tangannya tapi malah ditepis oleh Fabiano.
"Jangan sentuh aku!" ucap Fabiano.
"Kenapa kamu berubah?" tanya Gracia.
__ADS_1
"Karena aku sadar cintaku sebenarnya hanya untuk Fiorella," jawab Fabiano.