GIGOLO SELINGKUHANKU

GIGOLO SELINGKUHANKU
Bab 27 : Karma untuk Gracia


__ADS_3

Miki mencari keberadaan istrinya yang ternyata sudah berada di rumah sakit, di sana juga ada Fabiano yang melamun tidak jelas tanpa memperdulikan kedatangan Miki. Pasalnya dia kaget mendengar pernyataan dari dokter jika mantan istrinya itu sedang hamil anak suami barunya. Miki masuk ke dalam ruangan dan melihat Fiorella sudah sadarkan diri walau pun wajahnya pucat. 


"Sayang, apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang Fabiano lakukan kepadamu? Jangan bilang dia sudah membuatmu terluka sampai masuk rumah sakit begini?" tanya Miki. 


"Tidak kok, aku baik-baik saja. Kamu tidak apa-apa 'kan? Orang-orang Fabiano tidak melukaimu kan?" tanya Fiorella sembari mengusap pipi Miki. 


"Tidak, dia tidak melakukan apapun padaku tapi kenapa kamu bertanya seperti itu? Apa si brengsek Fabiano mengancammu?" tanya Miki. 


Fiorella menggelengkan kepalanya. "Kita harus waspada karena pria itu belum bisa melupakanku, aku takut dia akan memisahkan kita." 


Miki langsung keluar mendengar ucapan itu, dia sangat kesal sekali karena Fabiano tidak henti-hentinya mengganggunya. 


"Sialan! Kenapa kamu terus mengganggu keluarga kami?" tanya Miki melihat masih murung. 


Fabiano berdiri sembari menyodorkan tangan kepadanya. "Selamat, kamu akan menjadi seorang ayah." 


"Jangan berbasa-basi dan sok menyelemati kami! Aku tahu kamu masih menginginkan Fiorella kembali kepadamu tapi itu hanya mimpi saja. Fiorella tidak akan bisa kembali padamu." 


"Aku menyadarinya ketika aku tahu jika dia sudah hamil. Sejak dulu Fiorella memang menginginkan anak dan hanya kamu yang bisa memberikannya anak. Sekali lagi selamat, mulai detik ini aku tidak akan mengganggunya lagi. Lagi pula aku akan segera pindah," jelas Fabiano. 


Miki hanya terdiam mendengar semua itu? Apa maksudnya pindah? 


"Aku akan pindah Amerika, aku sudah memutuskannya. Ku pikir jika aku mengejar kembali Fiorella maka dia akan kembali kepadaku tapi aku salah sangka. Dia tidak akan bisa kembali bersamaku karena dia sudah menemukan kebahagiaan denganmu. Sekali lagi aku meminta maaf karena sudah bersikap seolah seperti anak kecil padahal kita sama-sama pria dewasa," jelas Fabiano.


"Apa ini tipu dayamu lagi? Apa yang kamu rencanakan?" 

__ADS_1


"Memang ya orang yang pernah jahat tidak akan dipercaya lagi? Tapi itu terserah kalian saja, aku meminta maaf dan harus pergi. Tolong jaga mantan istriku!" 


Beberapa hari kemudian. 


Fiorella sudah pulang dari rumah sakit dan mendapatkan kabar jika Fabiano sudah mengundurkan diri menjadi direktur. Miki membawakannya bubur dan melihat Fiorella yang sedang melamun tidak jelas. 


"Kamu memikirkan apa?" 


"Perusahaan merubah jabatan semua pegawainya termasuk direktur juga sudah diganti. Ini pasti ulah Gracia, dia memonopoli papaku." 


"Fio, kamu sudah berjanji supaya tidak ikut campur lagi urusan mereka. Kita sudah ada kehidupan dan usaha sendiri." 


"Aku hanya tidak rela sampai Gracia berakhir bahagia setelah apa yang dia lakukan pada kami. Aku tidak ikhlas sekali, dia sudah menghancurkanku dengan Fabiano lalu menghancurkan mamaku dan menikah dengan papaku. Tak adakah karma untuknya? Kenapa tidak adil sekali?" tanya Fiorella. 


Di sisi lain. 


Gracia sedang mengelus perut buncitnya kemudian memakai lipstick, ia sudah menguasai Andreas dan tentu saja setelah ini adalah kemenangannya, ia sudah menyingkirkan Fiorella dan Fabiano. 


"Aku adalah pemenangnya," ucap Gracia. 


Saat bersamaan Andreas datang dan melempar surat tagihan dari bank atas namanya. "Apa ini? Apa ini semua adalah perbuatanmu? Aku tidak pernah membeli semua barang-barang ini dan kamu bisa-bisanya mengambil apartemen seharga jutaan euro. Apa kamu tidak ada otak? Jika aku tidak bisa melunasinya maka perusahaan akan bangkrut dibuatnya." 


Gracia menguap. "Hoaaam... Pak tua, nikmatilah sisa hidupmu sebelum terkena serangan jantung. Ini belum seberapa dan besok pasti akan datang tagihan lain." 


"Aku menyesal menikah denganmu, kamu sudah menghancurkan rumah tanggaku dan rumah tangga putriku." 

__ADS_1


"Hahaha... sudah terlambat Pak Tua. Nikmatilah neraka kalian!" 


Andreas sudah terlanjur emosi, dia mendorong Gracia kemudian mencekiknya. Gracia sampai tidak bisa bernafas dan terus mundur sampai ke balkon apartemen. 


"Lepaskan!" 


Andreas sudah terlanjur emosi sampai ia memberi kekuatan penuh untuk mendorongnya dari atas balkon. Gracia jatuh dari lantai 10 dan Andreas baru tersadar akan apa yang dia perbuat. Mau tidak mau, dia harus turun ke bawah dan memastikan Gracia masih hidup namun apalah daya, darah sudah mengalir keluar dari tubuh itu.


"Gracia!" teriak Andreas. 


Andreas tidak berniat untuk membunuhnya, ia hanya emosi saja dan tiba-tiba beberapa orang menahannya. Mereka adalah saksi mata pembunuhan itu dan mereka mengamankan Andreas ke kantor polisi. 


Di sisi lain. 


Miki dan Fiorella sedang berada di gudang, mereka mendapatkan kabar mencengangkan jika Gracia sudah tewas. Fiorella sangat kaget sekali, baru saja pagi tadi dia ingin Gracia mendapatkan karma dan sekarang sudah menjadi kenyataan. 


"Gracia meninggal dunia," ucapnya. 


"Kamu yakin?"


"Iya, Papaku sekarang ditahan di kantor polisi karena sudah mendorongnya dari balkon apartemen. Kenapa harus menjadi seperti ini?" 


#mungkin beberapa bab lagi akan tamat.


Mungkin,

__ADS_1


__ADS_2