GIGOLO SELINGKUHANKU

GIGOLO SELINGKUHANKU
Bab 8 : Menyakiti selingkuhannya


__ADS_3

Miki mengerjakan tugasnya di hari kedua menjadi asisten Fabiano, ia sudah paham apa yang akan dia kerjakan karena bimbingan dari Gracia. Dia melirik Gracia yang ada di ruangan depan yang memperlihatkan apa yang ada di dalam rok spannya itu. Sungguh di luar nalar, perempuan itu mudah sekali terpedaya dengan ketampanan pria lain. Miki juga menatapnya, ia tersenyum tipis seolah merespon setiap gerak-gerik Gracia, tangan Miki sengaja menjatuhkan bolpoin ke lantai kemudian mengambilnya dan melihat di bawah meja sekretaris itu. Gracia ternyata tidak memakai dalaman sama sekali sehingga nampak miliknya yang merekah sempurna. 


Ternyata wanita hiper lebih menyeramkan. Batin Miki. 


Bel ruangannya berbunyi, dia langsung ke ruangan sang tuan dan menanyakan apa kebutuhannya. Fabiano meminta Miki untuk membelikan minuman hangat di bawah sana, dia menyodorkan sejumlah uang kemudian meminta lekas pergi. Miki keluar dari ruangan itu dan tahu apa yang akan mereka lakukan di sana setelah ia tidak ada. 


Begini permainanmu Fabiano? Kamu akan menyesal karena menyiakan wanita baik seperti Nyonya Fiorella. Batin Miki sangat kesal sekali. 


Miki membeli minuman di kantin sampai ia melihat Fiorella menghampirinya dan tersenyum manis. 


"Kenapa kamu ada di sini?" tanya Miki. 


"Ini kantor suamiku dan aku ingin membawakannya makanan. Terkesan aneh bukan setelah kami tadi pagi bertengkar hebat," ucap Fiorella. 


"Kamu akan naik ke lantai atas? Lebih baik jangan sekarang karena pasti mereka sedang berbuat mesum di sana," jawab Miki. 


"Kamu tenang saja! Aku ingin memergoki mereka langsung ketimbang berlama-lama di pendam," jawab Fiorella kemudian pergi meninggalkan Miki. 


Miki memandangnya dengan kasian, walau perbuatan Fiorella juga salah namun sepertinya wanita itu tidak akan melakukan itu jika tidak  dikhianati. Dia bisa melihat rasa sakit hati pada raut wajah Fiorella. Sesampainya di ruangan itu, Fiorella membuka pintu yang ternyata mereka benar-benar sedang bermain di meja. 


Fabiano sangat kaget sekali, ia dengan cepat menaikkan celananya sedangkan Gracia menurunkan roknya. Fiorella melangkah ke depan dengan menaruh kotak makanan di atas meja bekas mereka bercumbu kasih. 


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Fabiano. 


"Aku ingin mengajak makan siang. Kita bisa makan siang bertiga, kamu tidak keberatan 'kan Gracia?" tanya Fiorella. 


Gracia tidak bisa berkata-kata, wajahnya memelas kepada Fabiano seolah meminta untuk mengusir Fiorella tapi sepertinya Fabiano tidak paham akan kode dari wajahnya. Fiorella sudah menyiapkan semuanya, ia makan terlebih dahulu tanpa ada rasa canggung. 

__ADS_1


"Gracia, bisakah kamu keluar?" tanya Fabiano. 


"Kenapa harus aku?" tanya Gracia. 


"Iya, dia tidak perlu keluar. Kamu bisa makan di sini sekalian, aku memasak makanan lezat untuk kalian," sahut Fiorella. 


Tangan Gracia menepis Fiorella, entah mengapa dia yang marah kepada wanita itu. "Kamu sengaja 'kan ingin mempermalukanku?" 


"Mempermalukanmu di depan siapa? Kita hanya bertiga di sini dan biasanya kamu tidak tahu malu di depan suamiku," jawab Fiorella. 


Deg!!!


Gracia kalah telak di depan wanita itu, ia lantas keluar dari sana sementara Fabiano menghela nafas panjang. Dia menatap Fiorella dengan tajam sembari melipat tangannya di depan dada. Fiorella masih asyik ayam goreng buatannya sembari meneguk cola, ia tidak terlalu memperdulikan Fabiano. 


"Kamu tidak pernah membawakan makanan untukku. Kenapa tiba-tiba sekali seperti ini? Apa kamu menyesal karena aku sudah pergi dari rumah dan kamu ingin aku pulang?" tanya Fabiano. 


Miki datang, dia membawakan minuman hangat untuk sang tuan. Fiorella menoleh sembari tersenyum, ia menawarkan Miki untuk makan bersamanya. Miki mendekat, ia mengulurkan tangan seolah ingin berkenalan dengannya padahal mereka sudah saling kenal. 


"Perkenalkan saya Michael atau anda bisa memanggil saya Miki, saya asisten baru suami anda," ucap Miki. 


Fiorella menjabat tangan itu sembari tersenyum kecil. "Aku Fio, salam kenal. Oh iya, kamu makan ini saja! Suamiku dan selingkuhannya ternyata tidak mau makan makanan buatanku," jawab Fiorella. 


Miki menatap Fabiano yang berwajah masam, Fiorella pandai sekali berdrama di depan suaminya itu. Miki menolak dengan halus supaya sang tuan tidak marah atau salah paham. Fiorella berdiri mendekat ke arah Miki, ia memegang dada pria itu namun Fabiano langsung mencekal tangannya. 


"Apa yang kamu lakukan?" tanya Fabiano. 


"Aku hanya ingin mengambil rambut pada jasnya. Ada rambut perempuan," ucap Fiorella. 

__ADS_1


Fiorella mengambilnya, ia tersenyum kecil dan memberitahu jika rambut itu sangat familiar sekali. Warnanya pirang serta agak bergelombang, Fabiano melihat dengan lekat rambut itu dan seperti rambut milik Gracia. 


"Eh, saya tidak berhati-hati. Ini pasti rambut adik saya," ucap Fabiano. 


"Oh begitu, ku pikir seorang wanita yang bermain denganmu," jawab Fiorella. 


Fabiano semakin tidak enak perasaannya, ia menyuruh mereka untuk keluar dari ruangannya. Fiorella dan Miki saling bertatapan kemudian tersenyum kecil, mereka berhasil mengecoh pikiran Fabiano. Tak mau berlama-lama, Fiorella keluar dari sana dan ia berpapasan dengan Gracia di depan lift. Sekretaris itu sangat acuh sementara Fiorella terlihat memberikan senyuman kepadanya. 


"Sekali lagi selamat akan kehamilanmu. Lumayan 'kan kerja dapat bonus bayi," ucap Fiorella. 


"Pantas saja Tuan Fabiano bosan denganmu karena kamu adalah wanita menyebalkan dan kamu siap-siap saja menjadi janda," jawab  Gracia. 


"Kamu yang harusnya siap-siap dicampakkan oleh Fabiano. Dia pasti tidak tahu jika kamu bermain tidak hanya dengan satu laki-laki dan pasti anak itu bukanlah anakmu," ucap Fiorella. 


Gracia sangat kesal sekali mendengarnya, ia mendorong Fiorella sampai ke dalam lift. Mereka bertengkar di sana saling menjambak dan memukul, Fiorella bukan tipe wanita yang lemah. Jika dia ditampar sekali maka dia harus membalasnya berkali-kali. Lift terbuka di lantai satu, semua orang yang ada di luar lift kaget dan memisahkan mereka. Mereka tentu saja lebih memihak Fiorella namun tiba-tiba saja darah segar mengalir dari sela-sela paha milik Gracia. Gracia dibantu keluar dari sana dan resepsionis menelpon sang tuan, Fabiano kaget mendengarnya dan ia melihat Gracia sudah dalam keadaan lemas. 


"Apa yang kamu lakukan Fiorella?" bentak Fabiano. 


"Dia dulu yang mulai," jawab Fiorella. 


"Jika bayiku kenapa-napa maka aku tidak segan menjebloskanmu ke penjara," ucap Fabiano kemudian membawa Gracia ke rumah sakit. 


Fiorella mengepalkan tangannya, ia sangat murka dengan sandiwara ini, sementara itu Miki ada di belakangnya. Dia ikut merasa kesal pada Fabiano yang tidak mencari tahu dulu dan langsung menyalahkan istrinya. 


"Fio, kamu baik-baik saja?" tanya Miki. 


"Aku akan menggugat cerai Fabiano dan akan mengambil alih perusahan ini. Aku butuh bantuanmu, Miki," jawab Fiorella. 

__ADS_1


"Apapun yang kamu inginkan maka aku siap membantumu," jawab Miki. 


__ADS_2