GIGOLO SELINGKUHANKU

GIGOLO SELINGKUHANKU
Bab 30 : Kelahiran


__ADS_3

Hari melahirkan pun tiba, Fiorella sudah ada di ruang operasi bersama Miki. Miki terus menggenggam tangan Fiorella dengan erat sembari merasa ketakutan. Dia memang khawatir jika bayinya cacat atau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Perut terus terasa sakit, Fiorella hanya bisa berdoa sembari menunggu pembukaan semakin besar. 


"Miki, aku takut." 


"Tak apa, ada aku di sini." 


"Miki, jika aku mati bagaimana?" 


"Kamu tidak boleh berkata seperti itu! Berpikir positiflah!" 


Miki membantu Fiorella untuk duduk dengan nyaman dan terkadang untuk sekedar berjalan kaki mengelili ruangan. Perut Fiorella begitu besar namun badannya masih tetap sama seperti sebelum hamil. 


"Miki, aku tidak kuat lagi," ucap Fiorella, air ketubannya mengalir dari sela-sela pahanya. 


Miki dengan sigap membantu untuk berbaring di atas ranjang dan memanggilkan dokter. Sepertinya pembukaan sudah sampai besar dan siap untuk melahirkan. Dokter kemudian datang, ia mengecek pembukaan dan sekarang memang saatnya. Peralatan diambil kemudian dokter menyobek bagian pinggirnya. 


"Aaah!" 


Fiorella berteriak keras, walau sudah dilakukan pembiusan namun tetap saja itu sangat terasa menyakitkan. Miki mengizinkan Fiorella untuk menggigit tangannya supaya Fiorella punya pelampiasan mengeluarkan rasa sakitnya. 


"Gigitlah!" ucap Miki. 


"Nanti kamu kesakitan," jawab Fiorella. 


"Tak apa, akan jauh lebih sakit kamu." ucap Miki.


Fiorella menggenggam tangan Miki dengan erat, dokter sudah mengintruksi untuk mengejan. Fiorella mengejan mengikuti arahan sang dokter dan tenaganya benar-benar terkuras banyak. 


"Aaaarghh!" 

__ADS_1


Miki mengelus kepalanya sembari mengecup kening Fiorella, ia paham pasti sangat sakit sekali dan sejak itulah ia tidak mau menyakiti Fiorella karena paham melahirkan itu sangat menyakitkan dan mempertaruhkan nyawa. 


"Aaarrrghh! Sakit, sakit sekali Miki!


Miki mengeluarkan air matanya, ia tidak tega melihat istrinya kesakitan seperti ini. 


"Aarrrghh!" 


"Jangan berhenti terlalu lama Bu Fiorella! Kasian bayinya terjepit! Ayo ambil nafas yang panjang dan buang perlahan sembari mengejan," ucap dokter yang menanganinya. 


Fiorella mengikuti arahan dokter, dia benar-benar ingin mati saat itu juga. Dia berusaha bertahan hanya untuk melihat anak laki-laki pertamanya. Dia mengambil nafas panjang kemudian mengeluarkannya lagi. 


"Aaaaaarrrrgghhhhh!" 


Suara tangisan bayi pun terdengar. Fiorella sampai menangis mendengarnya, Miki menciuminya dan mengatakan terima kasih karena sudah mau berjuang. Bayi laki-laki itu diletakkan tepat di dada Fiorella, mereka bisa melihat wajahhnya yang dominan seperti Miki. 


"Makasih, Fio," ucap Miki sekali lagi. 


Carina, keponakanmu sudah lahir. Batin Miki teringat adiknya yang sudah tiada


"Rambutnya tebal sekali sepertimu," ucap Fiorella. 


"Bibirnya malah sepertimu. Kecil dan tipis," jawab Miki. 


"Haha... benar, jadinya seksi 'kan?" 


Miki tersenyum kecil. Setelah itu Miki memutuskan keluar dan bertemu anggota keluarga yang lain. Mama dari Fiorella sejak tadi sudah ada di sana dan ingin mendengar kabar gembira dari mereka. 


"Sudah melahirkan?" tanya Mama.

__ADS_1


"Sudah, anak kami laki-laki dan terlahir sehat tanpa kekurangan satu apa pun," jawab Miki. 


Mama terharu mendengarnya, ia memeluk Miki dengan erat. Perbedaan mantan menantunya dan memantunya sekarang kentara sekali. Dulu Fabiano tidak pernah mau berbicara dengan beliau entah suatu alasan namun berbeda dengan Miki, Miki sangat santun dan bisa menghargai mertuanya. 


"Selamat, Mama ikut bangga. Kamu pria yang baik dan bisa memberi kebahagiaan pada Fio. Jangan pernah kamu menyakitinya!" 


"Baik, Mah. Terima kasih atas semuanya. Terima kasih karena sudah mau menerimaku sebagai menantu." 


Berita tentang kelahiran anak dari Miki dan Fiorella menyebar di media sosial dengan cepat bahkan di penjara Andreas sudah mendengar kabar itu. Dia hanya bisa menangis karena cucu pertamanya lahir namun dia malah mendekam di penjara. 


Di sisi lain, Fabiano hanya diam merenung di apartemennya setelah mendapatkan kabar itu. Tentu saja dia sedih, harusnya dia yang bahagia dengan Fiorella namun justru sebaliknya apalagi dia dinyatakan mandul oleh dokter sehingga tidak ada kesempatan untuk punya anak. Hidupnya sudah berantakan dan tidak berarti lagi namun ia tidak boleh menyerah begitu saja. 


Kembali lagi ke Fiorella. 


Setelah dijahit, Fiorella dan bayinya di pindah ke ruang rawat inap. Bayinya sudah dimandikan dan memakai pakaian bayi supaya hangat. Miki masuk ke dalam, ia membawakan beberapa perlengkapan bayi lainnya. 


"Yang kita beli kemarin sudah kamu bawa?" tanya Fiorella. 


"Sudah semua termasuk alat mandinya. Suamimu ini sangat sigap jadi jangan khawatir!" jawab Miki. 


"Miki, makasih. Tanpamu mungkin aku sudah gila dan depresi." 


"Hei, jangan berkata seperti itu! Itu semua karena dirimu yang pantang menyerah menghadapi semuanya." 


Fiorella mengangguk. "Benar. Oh iya, kamu akan menamainya siapa?"


"Aku sudah memilihkan nama terbaik untuknya. Alessandro Del Piero," jawab Miki. 


#Instagram : Marr_mystory

__ADS_1


Yuk lebih kenal dekat dengan penulis :)


__ADS_2