GIGOLO SELINGKUHANKU

GIGOLO SELINGKUHANKU
Bab 29 : Inilah akhirnya?


__ADS_3

Miki dan Fabiano benar-benar berpesta setelah satu persatu para penjahat mendapat balasannya. Yang pertama adalah Andreas, ayah dari Fiorella yang terpuruk karena wanita ular itu kemudian Gracia, wanita itu masih koma di rumah sakit namun seolah jasad hidup karena dia tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan wajah cantiknya sudah tidak lagi cantik dan tubuhnya yang seksi tidak lagi seksi karena dipenuhi bekas luka. Sementara Fabiano, dia sudah dipecat secara tidak hormat dari perusahaan dan pergi entah kemana tanpa memberi kabar orang sekitarnya. 


Fiorella menikmati semua ini sembari menunggu kelahiran anaknya yang kini sudah 7 bulan. Fiorella memandang Gracia di rumah sakit, sudah beberapa bulan wanita itu sekarat di sana dan sangat tersiksa sekali. Fiorella memang sengaja membiayai semua pengobatannya karena bisa menyiksa mental Gracia, ini memang hukuman yang pedih bagi Gracia apalagi sudah menghancurkan beberapa orang dalam waktu bersamaan. 


"Masih ingin hidup? Aku akan perpanjang pengobatanmu. Bagaimana rasanya menjadi mayat hidup? Bahkan kecantikanmu sekarang tidak bisa menolongmu," ucap Fiorella. 


Gracia hanya diam sembari meneteskan air matanya, ia masih bertahan karena semua organ tubuhnya terpasang alat bantu dan tentunya biayanya sangat besar sekali dan ditanggung oleh Fiorella dan uang dari papanya yang bersedia bertanggung jawab. 


"Jika aku menyuruh dokter melepaskan semua alat bantumu maka kamu akan mati," ucap Fiorella. 


Fiorella tak bisa terus menjadi protagonis yang baik karena ia merasa terlahir kembali untuk membalasnya semua dendam kepada orang yang sudah menyakitinya. 


"a... u... a.. u... a..." hanya itu yang bisa diucapkan Gracia, dia tidak bisa bicara. 


"Yang jelas bicaranya! Mana suaramu cantikmu saat masih sehat? Mana suara seksimu yang kamu gunakan untuk menggoda Fabiano dan papaku?" tanya Fiorella. 


"aaa... uu... aaa..." 


"Oh, kamu berterima kasih padaku? Sama-sama." 

__ADS_1


Fiorella keluar dari sana setelah puas melihat Gracia dan di saat bersamaan ibu dari Gracia mendekatinya sembari menggenggam tangannya dengan erat. 


"Sudah cukup, kami sudah mengikhlaskan Gracia. Kami tidak ingin melihatnya tersiksa lagi. Fiorella, kami mohon maaf sebagai anggota keluarga dari Gracia setelah apa yang telah ia perbuat pada kalian. Walau begitu saya adalah ibunya dan merasa tersakiti jika putriku harus tersiksa seperti ini. Sudah cukup! Setelah itu kami tak akan meminta kompensasi lagi dan kami anggap sudah selesai," ucap ibu dengan mata yang berkaca-kaca. 


Fiorella juga punya ibu, ia tidak kebayang jika posisi mamanya seperti ini. Orang tua mana yang ingin anaknya menderita terlepas setelah apa yang dia perbuat?


"Sudah  beberapa bulan dan tidak ada perubahaan. Dokter hanya mengulur waktu Gracia untuk bertahan hidup saja tanpa bisa menyembuhkannya. Kami sudah ikhlas. Mohon maafkan kesalahan Gracia. Kamu sekarang sedang hamil dan akan menjadi seorang ibu. Saya yakin kamu akan paham perasaan saya saat ini dikemudian hari di saat anak kamu..." 


"Cukup! Baiklah, saya akan bilang pada dokter untuk menghentikan semuanya," ucap Fiorella. 


Semua ini sudah berakhir Gracia. Batinnya. 


Setelah beberapa jam semua alat bantu dilepas, Gracia menghembuskan nafas terakhirnya. Dia meninggal dalam keadaan sekarat dan belum sempat meminta maaf pada orang yang pernah dia sakiti tapi Fiorella sudah memaafkannya. Pemakaman dilakukan sore hari karena Fiorella sudah mempersiapkan makamnya jauh-jauh hari. Banyak orang yang menangis karena kehilangan Gracia apalagi di mata mereka Gracia adalah gadis yang baik. 


Miki merangkul Fiorella sembari mengecup pipinya dari samping. "Terima kasih Fiorella, kamu sudah melepaskan dendammu." 


"Ya, hanya itu yang aku bisa lakukan. Oh, apakah Fabiano tahu tentang Gracia yang meninggal?" 


"Entah, dia sepertinya sudah tidak ada di kota ini lagi," jawab Miki. 

__ADS_1


"Aku rasa dia sudah tahu tapi enggan datang." 


"Yuk! Kita pulang! Kamu sedang hamil dan tidak boleh kelelahan." 


Fiorella mengangguk paham. Mereka pulang duluan dari acara pemakaman itu, semua perbuatan pasti akan mendapatkan hal yang setimpal. Ayahnya sudah masuk penjara atas pembunuhan Gracia, Gracia yang tewas karena dibunuh oleh kekasih tuanya serta Fabiano yang entah di mana dan sedang apa. Fiorella hanya ingin mantan suaminya mendapatkan kebahagiaan baru. 


"Ah!" 


"Ada apa?" tanya Miki terkejut. 


"Bayi kita menendang," jawab Fiorella sembari mengelus perut buncitnya. 


Miki tersenyum kecil dan mengajak masuk ke dalam mobil. Setelah ini mereka akan memikirkan kelahiran anak mereka yang sudah diprediksi laki-laki. Balas dendam sudah selesai dan kini hanya tersisa kebahagiaan mereka. Miki juga sudah berhasil menjalankan bisnis yang dia rintis dari nol bersama Fiorella. Semua ini atas kerja keras dan kesabaran mereka. Begitulah hidup dan tergantung siapa yang menjalaninya. 


"Fio?" Miki menatap Fiorella yang sudah duduk di dalam mobil. 


Belum menjawab Miki sudah mencium bibir Fiorella dengan mesra. 


Aku cinta kamu. Batin Miki. 

__ADS_1


__ADS_2