
"Fio, hentikan!" ucap Fabiano sembari menarik Fiorella mundur perlahan.
Fabiano ternyata lebih memilih Fiorella serta memeluknya dari belakang, ia meminta maaf karena sudah menduakan cintanya padahal ia dulu yang mengejar Fiorella. Wanita itu mendorong Fabiano, ia menatap mereka berdua dengan tajam.
"Nikmati saja waktu kalian!" ucap Fiorella kemudian pergi keluar dari restoran itu.
Fiorella kemudian masuk ke dalam mobilnya dan tidak mendapati Fabiano mengerjarnya. Sungguh pria itu lebih memilih selingkuhannya apalagi dengan kepala mata Fiorella sendiri ia melihat suaminya memeluk Gracia.
Aku cukup tahu jika yang kamu kejar dulu bukan cinta melainkan obsesi sesaat saja dan ketika kamu mendapatkannya seolah kamu bosan lalu mencari kesenangan yang lain. Aku tahu dengan sekretaris ****** itu dia juga merasakan obsesi dan bukan cinta, jika Fabiano merasa bosan pasti akan mencari ****** lain. Batin Fiorella.
"Fio, kita mau ke mana lagi?" tanya Miki berada di depan setir mobil.
"Bawa aku sesukamu! Aku ingin menjauh sebentar menenangkan pikiranku," jawab Fiorella.
"Baik."
Miki melajukan mobilnya ke suatu tempat di mana jika ia sedang sedih maka ia akan ke sana. Sambil menyetir dia melirik ke kaca spion atas, Fiorella menangis dalam dia. Tak mungkin juga jika Fiorella tidak mencintai suaminya, pasti ada rasa sakit di dalam lubuk hatinya atas pengkhianatan ini. Miki memberikannya tisu, Fiorella menerimanya sambil tersenyum kecil.
"Mungkin bagimu aku ini adalah istri yang bodoh yang bisa diselingkuhi begitu saja? Walau aku membuat pembalasan pun tetap saja aku masih merasa sakit hati," ucap Fiorella.
"Menangis itu wajar, merasa tersakiti itu wajar namun tetap saja kamu tidak boleh larut dalam kesedihan," jawab Miki.
Fiorella mengusapkan tisu itu ke air matanya, ucapan Miki benar jika ia tidak boleh bersedih lama hanya karena pria keparat itu. Senyumannya kembali mekar setelah mendengar ucapan Miki, Miki juga senang melihat bangkitnya Fiorella.
"By the way kamu mau membawaku ke mana?" tanya Fiorella.
"Ke tempat yang akan membuatmu senang. Tunggu saja!" jawab Miki sambil fokus menyetir mobil.
Sesampainya di sana, Miki membukakan pintu mobil untuk Fiorella. Wanita itu mengernyitkan dahi karena melihat pemandangan yang luar biasa. Pemandangan kota Roma dari atas gedung tertinggi di sana, langit pun tidak mendung dan menunjukkan bintang-bintangnya. Miki juga melepaskan jaketnya lalu ia pakaikan pada Fiorella yang sedang kedinginan.
"Makasih."
"Sama-sama. Kamu mau minum wine?"
__ADS_1
Fiorella mengangguk. "Mau."
Miki mengambilkan anggur merah tersebut kemudian memberikan pada Fiorella, mereka minum bersama-sama di bawah langit yang bertabur bintang. Wanita itu juga bersandar pada dada bidang Miki yang mampu menopangnya saat ia kehilangan keseimbangan.
"Aku berpikir jika aku akan dibunuh oleh Fabiano jika dia tahu kalau kita ada hubungan," ucap Miki.
"Kita hanya sebatas klien saja," jawab Fiorella.
"Benar, klien ranjang. Aku setiap malam berpikir seperti kematian mengejarku. Fabiano adalah seorang CEO yang berpengaruh di sini dan bisa melakukan apa yang dia mau. Jika aku dibunuh olehnya, aku berharap kamu bisa menjaga adikku," ucap Miki.
Fiorella tersenyum kecil sembari memegang tangan pria itu, ia tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Miki. Dia akan menjaganya dan memiliki seutuhnya setelah ia berakhir dengan Fabiano. Kepala wanita itu terasa berat menandakan ia sudah merasa mabuk padahal baru meminum beberapa teguk saja. Miki lekas membawanya untuk duduk di dalam, ia menyandarkan tubuh Fiorella di sofa.
"Fio, kamu tidur saja! Suamimu itu pasti tidak akan pulang ke rumah."
"Benarkah? Iya, malam ini aku mau menghabiskan malam bersamamu."
Miki memeluknya dengan erat dan memberinya kecupan tipis di bibir namun Fiorella malah membalasnya dengan beringas. Persetan jika ia selingkuh karena dengan cara ini ia bisa merasa puas dan menang dari Fabiano. Miki juga bukan orang yang polos, ia menjadi gigolo yang bisa diandalkan jika dibutuhkan. Lidah mereka bertemu di dalam rongga mulut kemudian bermain dengan apik, Miki juga merasakan sensasi berbeda ketika berciuman dengan wanita yang jauh lebih tua darinya. Fiorella melepaskan ciumannya, ia menghela nafas panjang kemudian memandang wajah Miki yang memerah.
"Aku dengar dari orang suruhanku jika kondisi adikmu kian memburuk," ucap Fiorella.
Fiorella memegang bahu Miki kemudian memeluknya dari samping. "Jika aku sarankan lebih baik kamu belajar ikhlas."
"Aku sudah mulai belajar namun tetap saja aku belum siapa kehilangan Carina. Dia adikku dan satu-satunya keluargaku, ini alasanku kenapa aku mau menjadi gigolomu."
Fiorella memandang wajah Miki yang sedih dengan lekat, kali ini Miki yang menciumnya kemudian memainkan bibirnya dengan lembut. Entah mengapa berciuman dengan Fiorella menjadi begitu candu.
***
Fabiano pulang ke rumah dan tidak mendapati istrinya ada di sana, ia sangat kesal sekali dan menelponnya berkali-kali namun malah tidak diangkat.
"Kemana wanita itu?"
Fabiano terus menelpon sampai kemudian diangkat namun bukan Fiorella yang mengangkatnya melainkan seorang pria dengan suara berat.
__ADS_1
"Siapa?" tanya pria itu.
"Harusnya aku yang bertanya. Siapa kamu? Di mana istriku?"
"Istrimu? Kamu masih menganggapnya istri setelah kamu selingkuhi? Fabiano! Sadar dirilah!"
Tut... tut... tut...
Telepon terputus membuat Fabiano semakin resah, ia tidak mengenali suara itu karena benar-benar sangat familiar. Fabiano mencoba menelpon lagi tapi kali ini nomornya sudah tidak aktif lagi. Dia menghela nafas panjang, ia kemudian meminta orang suruhannya untuk mencari keberadaan Fiorella.
Di sisi lain, Miki sudah bertelanjang dada dengan Fiorella yang sudah tidak mengenakan apa-apa. Wanita itu mabuk berat dengan mata yang berbinar, ia tidak akan meloloskan Miki untuk malam ini karena tubuh Miki adalah candunya.
"Miki, aku milikmu!"
"Yes baby, kamu milikku."
Miki menindih tubuh Fiorella kemudian memberikan kecupan hangat ke semua tubuh seksi itu. Biarlah gelora ini berlarut dan melupakan semua kesedihan yang ada apalagi Fiorella sudah tidak mau memikirkan masalah perselingkuhan suaminya karena kini ia sudah membalasnya. Rasa sakit dibalas rasa sakit, rasa kecewa dibalas rasa kecewa, itu adalah gambaran untuk situasi saat ini.
"Uhh...."
Fiorella memejamkan matanya saat merasakan tubuhnya terasa panas akibat ulah gigolonya itu. Dia tidak salah dalam mencari gigolo yang jauh lebih oke dari selingkuhannya.
"Miki! ****!"
Miki memang seperti seorang ahli padahal ia masih lajang, Fiorella semakin merasakan nikmat yang tidak didapatkan dari sang suami.
"Hah hah!"
"Fio, boleh aku memasukimu untuk ketiga kalinya?" tanya Miki meminta izin.
"Hapuskan ketakutanmu pada Fabiano dan lakukanlah!" jawab Fiorella.
"Kamu akan melindungiku?" tanya Miki.
__ADS_1
"Aku akan melindungimu darinya," jawab Fiorella dengan yakin.