
Bulan madu adalah waktu mereka menjadi sangat erat, mereka bahkan hanya menghabiskan waktu di hotel saja tanpa keluar karena di dalam sana sudah sangat menyenangkan. Mereka berbagi kehangatan bahkan berbagi keringat juga di udara yang dingin ini. Fiorella memang merasakan perbedaan saat bersama Miki, ia sangat diratukan bahkan selalu mendapatkan gaya yang dia inginkan.
"Miki, ****!"
"Fio, aku mau keluar."
"Keluarkan, Miki!"
Miki benar-benar keluar dan mengeluarkannya di dalam. Betapa berunungnya Miki karena mendapatkan janda menggoda seperti Fiorella, selepas itu mereka beristirahat sejenak sembari memandang langit-langit kamar hotel. Setidaknya setelah ini mereka harus ke tempat wisata supaya tidak merasa bosan di hotel.
"Kita baru saja sampai di Milan namun malah mengurung diri di hotel," ucap Fiorella.
"Kamu membuatku candu bahkan aku tidak rela membuang waktu bulan madu kita begitu saja," jawab Miki.
"Ayolah! Kita masih ada waktu banyak, kita harus berkeliling kota dulu!" jawab Fiorella sambil turun dari ranjangnya.
Dia memutuskan untuk mandi lagi menggunakan air panas, tadi pagi mereka baru saja sampai di Milan setelah memutuskan untuk berbulan madu di kota ini. Fiorella juga tidak mau jauh-jauh karena waktu Miki libur dari pekerjaannya juga tidak banyak. Ya, Miki masih bekerja di proyek tersebut bercampur pasir dan debu.
Selepas mandi, sekarang Miki yang mandi, Fiorella menyiapkan pakaian suaminya itu kemudian ia berdandan sebentar. Wajah Fiorella memang cantik alami sehingga dia tidak perlu dandan begitu tebal. Tak berselang lama kemudian Miki keluar dari kamar mandi, Fiorella mengernyitkan dahinya karena sang suami begitu cepat untuk mandi.
"Sudah selesai? Mandi macam apa itu?" tanya Fiorella.
"Hem, laki-laki tidak perlu mandi terlalu lama karena yang penting basah," jawab Miki.
Fiorella sangat gemas sekali mendengarnya, berbeda dengan Fabiano yang bisa mandi sangat lama dan terkadang mengalahkan rekor Fiorella saat mandi. Setelah itu mereka keluar dengan pakaian hangat dan Fiorella tidak lupa untuk memakai syal karena lehernya dipenuhi bekas merah pemberian Miki. Tangan mereka terus bergandengan seolah tidak ingin kehilangan satu sama lain dan setelah masuk mobil kepala Fiorella bersandar pada bahu Miki.
Di sisi lain.
Gracia sudah menjadi Nyonya Andreas dan sekaligus ibu tiri Fiorella, ia menatap kaca dengan tajam melihat bentuk tubuhnya yang sudah sedikit gendut karena hamil anak si tua bangkotan itu. Dia kesal sekali karena tidak mendapatkan Fabiano dan justru menikah dengan pria tua, andai saja Fiorella tidak membongkar semuanya pasti ia sudah menikah dengan Fabiano.
"Sayang, kenapa melamun?"
"Aku ingin shopping," gerutu Gracia.
"Kemarin 'kan sudah?"
__ADS_1
"Halah tas harga segitu saja sangat murah sekali. Jangan pelit-pelit!"
Andreas terdiam, ia menyadari perbedaan antara mantan istrinya dan istrinya sekarang. Istri mudanya hanya bisa menghamburkan uangnya setiap hari namun karena cinta membuat Andreas buta dan tidak merasakan Gracia sedang memanfaatkannya.
"Mana kartu kreditmu?" tanya Gracia.
Andreas memberikannya kemudian langsung keluar dari apartemen, apa dia salah memilih? Apa ini sebuah petunjuk jika mantan istrinya tidak seburuk itu?
"Aku akan shopping dengan teman-temanku. Jangan kaget jika aku menghabiskan uangmu," ucap Gracia sambil tersenyum menyeramkan.
Tangan Andreas mengepal, ia bahkan merebut Gracia dari Fabiano namun ternyata keputusannya benar-benar salah. Wanita ular itu hanya memanfaatkan uangnya saja tapi apalah daya, ia hanya mempertahankan janin itu.
***
Milan, adalah salah satu kota maju di Italia dengan berbagai mode pakaian terkenal keluaran dari kota itu. Tentu saja Fiorella di sana berbelanja terutama membelanjakan Miki, Miki hanya melihat-lihat saja karena tidak punya uang sebanyak itu, ia semakin minder dengan Fiorella.
"Ada apa? Kenapa diam saja? Kenapa tidak memilih? Di sini banyak sekali sepatu, aku lihat sepatumu sudah jelek," ucap Fiorella.
"Ehm, ini pemberian Carina," jawab Miki.
Miki tersenyum kecil. "Tak apa kok. Memang benar sepatu ini sudah jelek dan harus berganti sepatu tapi sepatu ini tidak akan aku buang karena kenangan dari Carina."
"Pasti di sana dia sudah tidak kesakitan lagi. Semoga kamu juga ikhlas, Miki."
Mereka melanjutkan berbelanja lagi sampai Fiorella menggesek kartunya berulang kali. Miki hanya membawakan tas belanjaannya saja dan di saat bersamaan Fabiano masuk ke toko langganannya. Kebetulan sekali mereka bertemu di sini, Fiorella baru mengingat jika toko ini adalah toko langganan mereka.
"Oh, berbulan madu hanya di Milan?" tanya Fabiano.
Dia memandang Miki yang lebih pantas dipanggil pembantu ketimbang suami. Dalam hati Fabiano tentu saja senang karena pengganti dirinya sangat jauh darinya.
"Miki, ayo cari tempat lain!" ucap Fiorella.
Fiorella lantas menggandeng Miki untuk keluar dari sana, untung saja mereka sudah berbelanja. Miki terhenti di depan mobil, ia meremas tas belanja itu.
"Fio, maaf."
__ADS_1
Fio menoleh saat hendak masuk ke dalam mobil. "Maaf untuk apa?"
"Maaf untuk semuanya, aku miskin dan tidak bisa memberikanmu barang-barang mewah."
"Apa karena Fabiano kamu tiba-tiba begini? Miki, sudah sering aku katakan jika aku tidak kenapa-napa. Kamu tidak perlu meminta maaf!" ucap Fiorella.
"Tapi..."
"Miki, jangan buat aku marah! Berhenti bersikap seperti itu! Aku menerimamu apa adanya, kita baru saja menikah dan jangan hancurkan kebahagiaanku dengan sikapmu!"
Fiorella masuk ke dalam mobil, sementara itu Fabiano tersenyum tipis saat memandang ke arah pasangan itu. Miki harus sadar siapa dirinya sehingga tidak boleh meremehkannya. Miki menoleh ke arah Fabiano, Fabiano memalingkan wajahnya. Kemudian Miki masuk ke dalam mobil, benar apa kata Fiorella, ia tidak boleh terpengaruh oleh orang lain.
Mereka mampir ke restoran terkenal, udara semakin dingin dan mereka memutuskan makan sesuatu yang hangat.
"Ini enak sekali," ucap Fiorella.
"Biarkan yang ini aku yang bayar," jawab Miki.
"Oke baiklah jika kamu memaksa," ucap Fiorella.
"Aku ada tabungan tapi milik Carina dan juga asuransi kematiannya."
Fiorella mendengarkan pria itu sambil memakan makanannya.
"Lalu?"
"Aku tidak tahu seterusnya."
Fiorella menggenggam tangan Miki dengan erat. "Simpan saja! Suatu saat kamu akan membutuhkannya."
"Aku ingin membuka usaha dengan uang itu, sekarang media sosial sedang digandrungi para pembeli online dan penjual online. Aku ingin menjual sesuatu di sana dan merintis usahaku dari 0. Kamu tidak perlu membantuku, aku bisa melakukannya sendiri," ucap Miki.
"Apa yang ingin kamu jual?"
Miki berpikir sejenak. "Pakaian, makanan?"
__ADS_1
"Berjualan tidak semudah itu, Miki. Tapi aku akan mendukungmu. Melihat tekadmu saja aku sudah yakin kamu akan menjadi orang sukses suatu saat nanti."