
"Apa maksudmu memanfaatkan? Aku tidak memanfaatkan sama sekali, bukankah kamu sudah menyiakannnya jadi biarkan istrimu itu bahagia bersama suami barunya," ucap Miki.
"Kamu memang pria rendahan, sudah menjadi gigolo kini memanfaatkan nyonyamu. Aku akan rela jika Fio menikah dengan orang yang tepat dan bukan sepertimu," ucap Fabiano.
"Lantas kamu bagaimana? Bukankah kamu sama saja denganku malahan join wanita dengan papa mertuanya. Kamu lebih buruk dariku," ucap Miki.
Fabiano sangat kesal sekali sedangkan Miki menyuruhnya untuk pergi saja karena bisa-bisa akan ada pertengkaran setelah ini. Mata Fabiano memandang seluruh gudang itu kemudian ia pergi dari sana dengan perasaan mendongkol. Jujur saja dia tidak mau kalah dengan suami baru dari mantan istrinya, ia sudah mencoba melupakan Fiorella namun tetap saja tidak bisa. Fiorella adalah cinta sejatinya sedangkan Grace waktu itu hanya sebatas persinggahan sementara.
Miki menghela nafas panjang, ia kembali bekerja namun malah kepikiran kata-kata Fabiano. Memang benar ucapan pria itu karena dia sudah merebut istri orang bahkan awalnya menjadi gigolo sewaan. Tak ada yang tahu bagaimana nasibnya saat ini jika tidak tertolong oleh Fiorella, pasti dia akan menjadi gembel sekarang ini.
Di sisi lain, Fiorella bersama sang mama di salon. Mereka sama-sama memanjakan diri setelah berpisah dengan Andreas.
"Bagaimana bisnis suamimu?" tanya Mama.
"Sukses dan berjalan lancar, dia adalah pria yang gigih sekali bahkan tidak kenal menyerah," jawab Fiorella.
"Awalnya Mama ragu dengan pernikahan kalian namun semakin ke sini semakin hebat saja. Miki sudah menunjukan menjadi suami yang baik dan kamu jangan sampai menyakitinya," ucap Mama.
Fiorella tersenyum kecil mendengar pujian itu, ia juga bangga punya suami mau bekerja keras dari bawah dan bersabar demi kesuksesan. Saat bersamaan Miki menelpon, ia ingin mengajak makan malam di malam ini. Hati wanita itu berbunga-bunga dan Mama melihat putrinya sedang tidak berpura-pura bahagia.
__ADS_1
"Oke, sampai jumpa nanti malam," ucap Fiorella sambil menutup air matanya.
"Yuhu... yang sedang mesra-mesranya. Mama menunggu cucu darimu loh," ucap Mama.
Fiorella tersenyum senang. "Itu gampang, Mah."
Ya, kehamilan Fiorella masih dirahasiakan oleh semua orang supaya janinnya bisa aman dari marabahaya. Dia akan memberitahukan pada semua orang di saat usia 8 bulan, itu kesepatakan antara Miki dan Fiorella. Setelah perut Fiorella membesar, Miki akan melarangnya keluar dari rumah dan barulah setelah perutnya besar bisa mengejutkan semua orang. Haha... Ada-ada saja Miki yang sangat hati-hati menjaga istri dan bayinya.
Setelah selesai si salon, Fiorella berpisah dengan mamanya. Dia menyetir mobil sendiri dan tiba-tiba dicegat oleh Fabiano.
"Fio, keluarlah! Aku ingin bicara padamu," ucap Fabiano sambil mengetuk kaca mobil.
"Keluarlah dulu dari mobil!"
Fiorella keluar dari sana dan tiba-tiba saja Fabiano menciumnya. Wanita itu ingin mendorongnya namun apalah daya tubuh Fabiano sangat kuat sekali menahannya di mobil. Setelah berciuman, Fiorella menamparnya.
Plak!
"Ku pikir kamu sudah berubah, ternyata sama saja," ucap Fiorella.
__ADS_1
"Tubuhmu merespon saat aku cium. Aku yakin kamu masih cinta padaku dan suamimu sekarang hanya sebagai pelampiasan," jawab Fabiano.
"Enyahlah, Fabiano! Sudah aku bilang berulang kali. Aku tidak mau kembali padamu. Kamu adalah pria sampah yang aku temui. Kamu sialan!"
Fabiano tidak peduli sampai ia menciumnya lagi dan ada wartawan yang memotret mereka dari jauh. Pria itu bertekad kuat untuk kembali bersama Fiorella karena semakin ia ingin melupakannya semakin pula ia merasa gila.
Fiorella menggigit bibir Fabiano sampai sobek di bagian dalamnya, pria itu melepaskan ciuman itu kemudian melirik para orang yang tadi sudah ia bayar.
"Jika kamu menggangguku lagi maka aku akan pindah kota, negara bahkan planet sekalipun. Biarkan aku bahagia dan kamu bisa mencari wanita lain," ucap Fiorella.
"Kamu salah memilih suami. Miki tidak cocok denganmu," jawab Fabiano kemudian pergi dari sana.
"Fabiano, siapa wartawan di sana? Apa orang suruhanmu?" tanya Fiorella membuat Fabiano terhenti dari langkahnya. "Kamu menggunakan trik ini, apa kamu ingin membalas dendam? Tapi untuk apa? Kamu yang memulai permainan sejak awal."
Fabiano membalikkan badannya. "Permainan ini akan berakhir. Suamimu akan hancur dan begitu juga denganmu. Jika perselingkuhanku berakhir tragis maka kalian harus sama mendapatkannya."
"Kamu jahat sekali, kamu memanglah Fabiano si kejam dari Roma. Aku pikir kamu sudah menjadi lebih baik ternyata dugaanku salah besar."
"Ya, aku tetaplah aku dan sampai kapan pun aku akan membuatmu tidak bahagia dan merasakan apa yang aku alami.
__ADS_1
Fiorella langsung pingsan dan dengan cepat Fabiano menahan tubuhnya.