
"Anakku? Tidak mungkin! Kamu pasti salah," ucap Miki begitu terkejut.
"Aku menduga kamu akan bereaksi seperti ini dan lagi pula untuk apa menipumu? Sejak kamu menjadi gigoloku aku tidak pernah bermain dengan Fabiano. Paham?"
Miki menghela nafas panjang, dia berjongkok lagi di depan makam itu kemudian mengusap batu nisan Carina yang baru saja di pasang beberapa saat yang lalu.
"Kamu tidak lihat aku sedang berduka? Carina baru saja pergi namun kamu sudah membicarakan kepentinganmu. Tidak bisakah kamu menahan berita kehamilanmu dulu? Aku jadi bingung harus bagaimana," ucap Miki.
"Kamu tidak perlu bingung, aku hanya memberitahumu saja dan aku turut berduka cita. Maaf sudah terlambat datang di pemakaman Carina," jawab Fiorella.
Wanita itu ikut berjongkok di sana sembari menaburkan bunga yang sudah ia bawa, tak hanya itu, ia memberikan cincin pada Carina karena sebelumnya ia tidak sempat untuk memberikannya.
"Carina adalah wanita yang hebat yang mampu bertahan melawan kanker seorang diri. Kamu harus bangga Miki pada dia, jangan pernah lupakan adikmu itu!"
"Tanpa kamu mengajariku pun aku sudah tahu apa yang akan aku lakukan."
Miki berdiri, dia akan kembali ke rumah sakit dan mengambil beberapa barangnya. Fiorella mengikutinya dan menawarkan memberikannya tumpangan untuk menuju ke rumah sakit.
"Ayo aku antar ke rumah sakit!" ucap Fiorella.
"Tak perlu, nanti suamimu marah. Tolong jangan dekati aku dulu dan tolong jaga janinku yang bersarang di rahimmu," jawab Miki.
Miki kemudian masuk ke dalam mobilnya sendiri dan menuju ke rumah sakit. Fiorella masih memandangnya seolah merasa Miki sudah berubah dan mulai dingin kepadanya. Fiorella berpikir jernih jika mungkin saja saat Miki dalam masa berkabung sehingga acuh seperti itu.
Di sisi lain, Miki menyetir mobilnya sembari mencengkeram setir mobil itu. Apa yang dikatakan Fiona? Hamil? Semua ini begitu mendadak dan dia bodoh bermain tanpa pengaman. Awalnya dia memang ingin merebut Fiorella tapi kekecewaan Carina membuat Miki enggan melakukan itu.
"Aku tahu jika Nyonya Fiorella sedang berbohong saja. Nyatanya tidak begitu, aku harus waspada pada permainan pasangan suami istri itu. Baru kemarin Nyonya Fiorella menolakku tapi sekarang dia mau menerimaku. Aku tahu jika aku miskin tapi aku juga tidak bodoh," gumam Miki.
Saat hendak keluar dari gang, ia malah dicegat oleh beberapa mobil mewah. Satu persatu mereka keluar dengan jasnya kemudian memaksa membuka pintu mobil Miki. Miki diseret kemudian dimasuikan ke salah satu mobil mereka.
__ADS_1
"Sialan! Lepaskan, aku!" ucap Miki.
Bugh!
Miki dipukul dari belakang kemudian pingsan begitu saja, dia tidak sadarkan diri dan mereka membawanya masuk ke dalam mobil.
Beberapa menit kemudian, Fiorella melewati mobil Miki yang terhenti di tengah jalan. Dia berhenti di sana kemudian turun dari mobilnya, ia melihat mobil Miki kosong.
Kemana Miki? Batin Fiorella merasakan firasat yang tidak enak.
Satu jam kemudian.
Miki melihat pemandangan yang sangat gelap sekali, dia merasakan hawa panas di sana dan seolah ada yang memperhatikannya. Samar-sama lampu menyala kemudian seorang pria yang dikenalnya kemudian mendekat.
"Sudah nyenyak tidurmu? Sekarang bangun dan sadarlah!" ucap Fabiano.
"Kamu ingin apa?" tanya Miki.
Plak!
Plak!
Plak!
Pipi Miki memerah kemudian Fabiano menarik dagu itu maju ke depan.
"Dengar gigolo sialan! Kamu sudah berani menyentuh istri dari seorang CEO kejam," ucap Fabiano.
"Bukannya kamu harusnya di penjara sekarang ini?" tanya Miki.
__ADS_1
Fabiano malah tertawa terbahak-bahak diikuti dengan para pengawalnya. Mereka merasa geli dengan pertanyaan konyol itu yang menandakan ia meremehkan kekuasaan Fabiano.
"Buahahahaha..."
Miki hanya diam saja sembari menunduk kesal, ia sudah salah langkah dan benar apa kata Carina mengenai Fabiano tapi tetap saja dia sudah bangga karena berhasil menyentuh Fiorella.
"Miki sialan, masuklah ke dalam neraka!" ucap Fabiano.
"Kamu bukan Tuhan yang bisa menyuruhku masuk ke dalam sana," jawab Miki.
"Jika begitu maka aku akan membuat nerakamu di sini," ucap Fabiano.
Bukan hanya kejam, pria itu seorang psikopat gila yang tidak punya perasaan. Fabiano menghajar wajah Miki yang tampan menggunakan kayu yang ujungnya terdapat banyak paku. Sungguh sadis kekejaman pria itu. Wajah Miki berdarah-darah, dia baru saja kehilangan Carina dan kini harus kehilangan nyawanya sendiri.
Carina, aku akan menyusulmu. Ini jauh lebih baik dari pada kamu sendirian di sana. Batin Miki.
Brak!
Suara pintu terbuka yang ternyata adalah Fiorella sambil menodongkan pistol. Fabiano tidak mau kalah, ia menodongkan pistol ke arah kepala Miki.
"Kamu lebih membela gigolomu ketimbang suamimu sendiri?" tanya Fabiano.
"Kamu yang memulai tapi kamu yang merasa korban. Kamu selingkuh terlebih dulu dan kamu menganggap aku berselingkuh lebih dulu. Kamu jahat!" teriak Fiorella.
"Aku ingin memberimu kesempatan untuk memperbaiki pernikahan ini namun malah membelanya. Fio, asal kamu tahu. Pria ini miskin. Kamu tidak bisa hidup bersama pria miskin. Mau di beri makan apa kamu? Malahan kamu yang akan memberinya makan seperti kucing jalanan," ucap Fabiano.
Fiorella menatap tajam Fabiano. "Tak masalah, aku suka kucing jalanan dan aku akan membawanya pulang kemudian membuatnya menjadi kucing kerajaan."
Dor!
__ADS_1
Fiorella mengarahkan senjata ke atas, Fabiano masih menodongkan pistol ke arah kepala Miki.
"Taruh pistol itu di lantai atau gigolomu ini aku tembak!" ucap Fabiano.