GIGOLO SELINGKUHANKU

GIGOLO SELINGKUHANKU
Bab 31 : Adik bayi lagi


__ADS_3

Beberapa tahun kemudian.


"Alessandro, jangan berlarian!" teriak Miki yang mengejar anaknya berusia 5 tahun itu.


Alessandro tetap saja berlari sembari tertawa kecil tanpa menghiraukan ucapan Miki. Mereka terus berlarian di bawah salju yang terus berjatuhan.


"Sandro, kamu dengar Papa?" tanya Miki sudah merasa ngos-ngosan.


Bocah 5 tahun itu merasa kesal kemudian mengadu pada sang ibu yaitu Fiorella. Wanita muda yang masih cantik itu baru saja pulang dari bekerja dan ia merasa mengantuk.


"Mama, Papa jahat. Aku ingin makan main salju di luar tapi tidak boleh sama Papa," ucap bocah itu.


"Sayang, di luar dingin sekali. Mainlah di dalam rumah saja!" ucap Fiorella.


Alessandro manyun mendengar hal itu, ia duduk di samping sang mama sembari melihat beliau yang lelah dan tiba-tiba tertidur sendiri. Miki lekas menggendong putranya itu kemudian mengajaknya ke dapur untuk membuatkannya susu.


"Mama sedang lelah, kamu main sama Papa saja," ucap Miki.


"Mama tidak sayang padaku. Kenapa setiap hari dia begitu?" tanya Alessandro.


"Sayang, jangan berbicara begitu! Mamamu hanya butuh istirahat saja. Sekarang Papa buatkan susu lalu tidur siang," jawab Miki.


Miki memang menyadari Fiorella akhir-akhir ini sibuk mengurus perusahaannya dan jarang berada di ruman namun dia memaklumi hal itu karena perusahaan Fiorella sedang dalam masa pemulihan setelah terjadi konflik di dalamnya. Setelah memberikan susu pada anaknya, mereka memutuskan masuk ke dalam kamar. Hari ini Miki sedang libur dan maka dari itu bisa mengurus anaknya.

__ADS_1


"Papa, Mama, aku kesepian jika kalian bekerja," ucap Alessandro sembari meminum susu dot.


"Kan kamu bersama nenek?"


"Tetap saja aku kesepian. Kalian jahat dan aku iri pada teman-temanku yang selalu ditemani orang tuanya."


Miki terdiam mendenga itu dan tak berselang lama kemudian putranya itu terlelap. Miki mengambil susu dot yang sudah habis bahkan sampai usia 5 tahun putranya masih meminum susu di dot. Setelah itu Miki menyelimutinya kemudian masuk ke dalam kamarnya sendiri. Dia menatap Fiorella yang ternyata sudah terbangun sembari menonton televisi.


"Fio, kita harus bicara sebagai orang tua Alessandro," ucap Miki.


"Hem, mau bicara apa?" tanya Fiorella sembari masih menahan kantuknya.


"Kamu kapan akan selesai mengurus perusahaanmu? Alessandro sudah merasa jenuh karena kita sering meninggalkannya untuk bekerja."


Miki duduk di sebelah istrinya itu dan menatapnya dengan lekat. Mereka paham apa yang dirasakan oleh putranya itu.


"Tenang saja aku akan menyelesaikan secepatnya dan kembali menjadi ibu rumah tangga lagi. Oh iya, bisnismu bagaimana?" tanya Fiorella.


"Ya, semakin bagus membaik karena doamu. Aku hanya ingin kamu menjadi ibu rumah tangga saja karena anak kita semakin besar serta semakin paham," ucap Miki.


Fiorella mengangguk lalu memeluk Miki dengan erat. Mereka sudah bertahun-tahun bersama dan memahami perasaan satu sama lain. Semoga saja mereka terus seperti ini sampai maut memisahkan.


***

__ADS_1


Malam harinya.


Fiorella memasak begitu banyaknya terutama makana favorit putranya sebagai bentuk permintaan maaf. Jika tidak begitu maka Alessandro akan marah padanya.


"Mama, kenapa masak banyak?" tanya bocah kecil itu.


"Tak apa, lama kita tidak makan bersama seperti ini karena mama sibuk di perusahaan," jawab Fiorella.


Alessandro menatap papanya dan beliau tersenyum manis. Bocah itu tentu saja sangat senang sekali dan keluh kesahnya di dengar oleh mereka.


"Mama janji tidak akan sibuk lagi dan akan bermain bersama Alessandro," sambung Fiorella.


Bocah itu lantas memeluk sang mama dengan erat, dia senang mendengar hal itu. Fiorella mengambil makanan untuk mereka berdua, banyak hal yang terjadi setelah menikah dengan Miki dan setelah lahirnya Alessandro tapi Fiorella sangat bersyukur bisa mendapatkan keluarga yang baik seperti mereka.


"Papa, Mama, aku ingin adik. Teman-temanku punya adik tapi aku tidak. Kapan kita beli adik bayi? Katanya teman-temanku adik bayi bisa dibeli di toko mainan," ucap Alessandro dengan polos.


Fiorella dan Miki hanya saling bertatapan, mereka memang belum ada kepikiran membuat bayi lagi. Andai saja mereka tak saling sibuk pasti sudah ada anak kedua diantara mereka.


"Papa, Mama, kenapa diam saja? Aku ingin adik bayi. Ayo beli di toko mainan! Katanya kita bisa memilih jenis kelaminnya juga dan aku ingin adik perempuan," jelas Alessandro.


Miki menggaruk tengkuk lehernya, sementara Fiorella menahan tawanya mendengar ucapan putranya itu.


"Hahaha... Kami akan pikirkan tapi lagi pula tidak ada adik bayi yang dijual di toko mainan. Kami harus membuatnya sendiri," ucap Fiorella.

__ADS_1


"Caranya bagaimana?" tanya Alessandro sangat polos sekali.


__ADS_2