
Bunda tersenyum melihat kedatangan Nana dan Kaivan, ternyata ada hikmahnya dari kejadian ini. Yang dulunya mereka saling tak suka, tapi semenjak salva diculik mereka seakan bersatu untuk menyelamatkan keluarganya.
Setiap yang kau lakukan, selalu ada hikmah dibaliknya. Terimakasih ya Allah, kau membuat benci itu menjadi ikatan yang begitu erat sekarang, lindungilah putra dan putri ku, hanya kau yang bisa membolak-balikkan hati seseorang.
"Bunda kenapa?" tanya Nana bingung. "Kok lihat kami seperti itu Bun?"
Kaivan yang tadi tidak memperhatikan langsung mendongak, benar mantan ibu mertuanya itu menatap mereka begitu lekat.
"Tidak ada ... Hanya saja bunda merasa bahagia," Nana mengernyit heran.
"Bahagia kenapa Bun? apa kakak sudah bangun?" Bunda menggeleng.
"Bunda hanya senang melihat kalian begitu kompak, saling menjaga walaupun tidak mempunyai ikatan yang kuat. Untuk nak Kaivan... Terimakasih sudah membatu kami untuk menyelamatkan putriku," ucap bunda tulus, ia tidak lagi merasa sinis atau pun benci pada mantan menantunya itu.
__ADS_1
"Sudah lah bunda, aku ikhlas melakukan ini." Kaivan mendekati Salva yang sedang berbaring. "Sekarang aku sadar, dia sudah menemukan orang terbaik untuk membuatnya bahagia. Aku sudah tidak ada lagi dalam hatinya, meskipun begitu aku tidak akan membiarkan ia terluka! Meskipun hubungan kami berakhir, tapi kami masih bisa menjadi teman, setidaknya aku bisa menebus kesalahan ku dimasa lalu dengan menjaganya seperti seorang sahabat." Ucap itu begitu tulus keluar dari mulut kaivan, tidak ada paksaan atau pun dibuat-buat.
ya Allah. Sejak kapan aku bersikap baik pada kak Kaivan? cekk bahkan aku sampai lupa kalo membenci dia, seharusnya aku menjauhinya. Tapi sepertinya sekarang dia sudah berubah... mungkin dia tau dirinya salah dimasa lalu. bahkan aku tak percaya ia bisa begitu perhatian dan kwatir saat melihat orang yang dicintainya terluka, dia memang baik.
"Kak kai tentang saja, aku bisa membantu mu mendapatkan calon istri baru." Nana mengedipkan matanya. "Mau aku kenalkan seperti apa? cantik, baik, Soleha, atau ...," Nana berhati saat melihat tatapan tajam dua orang didepannya. "Ada apa?"
"Kamu merusak suasana Na," ucap Kaivan kesal. "Lebih baik cari jodoh mu dulu, baru bantu orang lain!" Nana melotot tak senang, jika bunda tidak ada mungkin ia sudah berteriak, dia punya kekasih!
Cihh jadi cowok kok mulut pedas amat! Jadi nyesel muji dia tadi. Skali jahat tetap saja jahat!
"Bun? Apa kakak tidak akan bangun?"
"husss. kamu ngomong apa sih Na! Kakak kamu pasti bangun," ucap zera, padahal hatinya sendiri merasa tak yakin dengan ucapannya.
__ADS_1
"Kenapa keadaan kakak begitu parah jadinya? tadinya aku pikir cuma luka di tusuk saja."
"Bunda tidak juga mengerti, ternyata mereka menyiksa kakakmu. Lukanya tidak hanya tusukan, tapi ada beberapa memar di kepala dan punggung juga."
"Menurut pengakuan mereka pria itu tidak menyakiti kakak, dia hanya menculik untuk memacing kakak ipar. Tapi sepertinya wanita yang menusuk kakak yang juga melakukannya penganiayaan!"
Bunda menarik nafas berat, ia sendiri masih bertanya-tanya. Kenapa hidup salva tak pernah bahagia? Tapi ia yakin suatu hari nanti kebahagiaan itu pasti akan datang, semoga saja!
"Setelah ini apa yang akan terjadi? sudah cukup kakakmu sensara, bunda tidak ingin ia kembali ke rumah sakit ini lagi!"
"Bun." Nana mengusap lembut bahu ibunya. "Semuanya baik-baik saja, mereka sudah ditangkap polisi, dan akan mendapat hukuman yang berat! mereka tidak akan melukai kakak lagi," bujuk Nana untuk menenangkan bundanya.
"Entah lah. bunda selalu ketakutan, kenapa hilang satu salsa dan tiba manusia jahat lainnya! Apa mereka tidak takut dosa karena menyakiti orang lain?" Nana menggeleng melihat tingkah bundanya. mana ada pikiran semua orang sama? Mereka hanya memikirkan kesenangan dunia, tampa tau apa yang akan mereka tuai nantinya.
__ADS_1
******