Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
kehidupan baru


__ADS_3

Sudah dua hari salva berada dikota Bandung, ternyata banyak perbedaan dengan tinggal Jakarta. orang-orang disini ramah, membuat salva mudah beradaptasi.


"Loh... Maya kenapa pagi-pagi udah datang?" salva terkejut dengan keberadaan Maya yang sudah berdiri didepan pintu.


"Aku mau ngasih kabar gembira kak," ucap Maya tersenyum manis.


"Ada apa?... lebih baik kita masuk aja dulu." salva membawa Maya untuk mengobrol didalam.


"Gini kak, kemarin aku dapat informasi... ada lowongan pekerjaan di perusahaan xxx. apa kakak berminat?" Karena memang kemarin salva mengatakan ingin bekerja untuk mengisi waktu luangnya. entah mengapa sekarang salva sedikit bimbang.


"Jadi apa?" Salva tidak terlalu yakin dengan bekerja di kantoran. padahal ia dulu tamatan ekonomi, tapi setelah lulus ia langsung menikah dengan kaivan. jadi ia belum sempat bekerja untuk mengasah skill nya.


"Tenang saja kak, sebaiknya kau coba dulu. mana tau nanti rejeki kakak," salva menganguk Setuju,tak ada salahnya mencoba bukan?


******


Seperti yang direncanakan kemarin salva benar-benar mencoba keberuntungannya di perusahaan yang direkomendasi oleh maya. tapi sayang, ternyata rejekinya tidak disana. sebelum ia datang, seseorang sudah mendapatkan posisi yang diincarnya itu.


Aku harus cari kesibukan untuk hidupku yang lebih baik... aku mungkin bisa membuka cafe disini, mungkin begitu akan lebih baik dari pada bekerja ditempat lain!


Salva menguatkan tekadnya untuk memulai usaha barunya, meskipun ia harus meminta bantuan Maya lagi. tapi tak apa-apa yang terpenting Gadis itu mau membantunya.


"Maaf ya kak, aku pilih masih ada lowongan pekerjaan nya," ucap Maya yang merasa bersalah.


"Gak apa-apa dek, sekarang aku mau buka usaha sendiri. mungkin dengan membuka kedai kecil-kecilan bisa menyibukkan diri," ucap salva, seolah meminta dukungan dari Maya.


"Serius kak...? ya udah aku bisa bantu cari tempat yang cocok," ucap Maya semangat.


"Baiklah, aku ingin membuka cafe kekinian disini, mungkin banyak peminatnya!"

__ADS_1


"Benar banget kak, apa lagi disini masih dikit cafe." ucap Maya semangat.


Meskipun tampang Maya seperti preman tapi dia teman yang asik untuk diajak ngobrol. buktinya salva baru saja dua hari di Bandung, tapi mereka sudah terlihat seperti adik kakak.


Setelah itu salva memutuskan untuk pergi ke supermarket terdekat untuk mencari kebutuhan sehari-hari, meskipun Maya mau mengantarnya, tapi ia merasa tak enak selalu menyusahkan gadis itu.


Salva memilih untuk berjalan kaki karena tempatnya tidak terlalu jauh dari tempat ia tinggal, tapi sesuatu membuat ia tertarik untuk melihat kerumunan orang.


"Ada apa pak? kenapa banyak kerumunan?" tanya salva pada seorang warga disana.


"Ada anak kecil dek... hampir ketabrak mobil," ucap pria itu sambil menunjuk seorang anak kecil yang masih memakai seragam sekolah.


"Apa dia terluka?"


"Kelihatannya tidak, tapi mungkin dia masih syok!" salva hanya mengangguk. jika melihat kejadian seperti ini, salva ingat dengan keadaan ia waktu kecil. saat ia hampir saja ditabrak,dan untungnya ada ibu yang lebih cepat menangkapnya.


"Halo dek... apa kamu baik-baik saja?"


"Kakak bantu aku... hiks." anak itu menagis sesegukan.


"Katakan dimana rumah mu dek? akan kakak antar," ucap salva sambil membawa anak itu keperluannya.


"Tadi aku dibawa orang jahat... setelah itu aku ditinggalin," salva memandang wajah kecil yang lucu itu, sepertinya ia sudah masuk sekolah dasar. terbukti dengan seragam yang ia pakai.


"Jadi kamu diculik?" salva mencoba memastikannya, jika iya mungkin dia bisa dilaporkan kekantor polisi. tapi anak laki-laki itu menggeleng cepat.


"Aku dibawa Tante galak... dia teman ayah," adu anak itu, sambil sesenggukan karena takut.


"Apa kamu tau alamat rumah mu? kakak akan mengantarkan mu pulang!" anak itu hanya menyodok sebuah kertas, seperti alamat rumah orang tuanya.

__ADS_1


hmmm ini cukup jauh dari sini... apalagi aku tidak terlalu tau jalan kota ini, tapi bagaimana nasibnya jika aku tinggalkan?


Mau tidak mau terpaksa salva mengantarkan anak kecil itu kembali kerumahnya, dengan bantuan taksi online semua memudahkan untuk mencari alamat seseorang.


*****


Kaivan sudah mencari kemana pun informasi keberadaan salva tapi sayang, sampai sekarang belum juga ia dapatkan. sedangkan kasus salsa dan keluarganya. ayah salsa sudah ditangkap dengan tuduhan penggelapan uang perusahaan, sedangkan salsa belum diketahui dimana tempat ia bersembunyi.


"Ayah??" Hendra melihat Kaivan yang setiap hari semakin kusut.


"Ada apa?"


"Aku ingin tau, apa ayah tau kemana salva pergi? aku yakin dia pasti memberi tau ayah?" Hendra mengerutkan keningnya.


"Memangnya dia kemana? bukankah kita sudah tidak tau lagi keadaan setelah dibawa keluarganya!" Kaivan melihat wajah ayahnya yang tampak serius, berarti dia benar-benar tidak mengetahui nya.


"Ada apa nak?" tanya ibu Kaivan.


"Salva tidak lagi tinggal di rumah Tante zera... dia sudah pergi,dan mereka tak mau memberi tau kemana perginya," ucap Kaivan lesu.


"Maaf kan ibu...." kaivan menghembuskan nafasnya berat. setiap menyangkut tentang salva, ibunya selalu bilang maaf.


"Sudah lah, aku mau mencarinya lagi nanti,"


"Jangan kau habiskan waktu yang belum tentu kau diterima!! lebih baik kau selesai kasus salsa dulu! aku tidak ingin wanita ini berbuat ulah lagi!" ucap Hendra.


"Baiklah..."


*****

__ADS_1


__ADS_2