Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
Takan bahagia!


__ADS_3

Matahari menyinari gedung-gedung dengan gemerlap, bagaikan Tak ada lelahnya untuk selalu menerangi seluruh alam.


Seorang gadis sedang berjalan dibawah terik matahari, ia bahkan sekali-kali menendang batu dijalan hanya untuk menghilangkan kejenuhannya. Tak ada yang tau jika dulu ia begitu dimanjakan dengan segepok uang, dan sekarang berakhir menjadi gadis miskin tak punya apa-apa.


Ketika Allah menunjukkan kekuasaannya, manusia akan mengatakan ia menyesal. Tapi gadis itu begitu keras kepala, ia hanya menganggap semua yang terjadi hanya karena kesialan saja.


Ketika waktu menunjukkan pukul 15.00, ia akan pulang kegubuk yang ia tinggalkan. Yang ia inginkan lakukan sekarang hanya membiarkan tubuhnya istirahat sebentar, agar tenaganya kembali untuk menghadapi dunia. Tapi mungkin itu tidak akan terjadi, harapannya pupus saat ia menyadari polisi sudah berdiri didepan pintu rumah kontrakannya.


Sial!! bagaimana bisa mereka menemukan keberadaan ku?


Salsa mencoba untuk melarikan diri, tapi para polisi sudah melihat keberadaannya. Mungkin kali ini ia akan berakhir di jeruji besi untuk waktu yang lama, atau mungkin seumur hidup!!


"Berhenti!! jika tidak kami akan menembak anda!!!" teriak polisi. salsa tidak akan membiarkan hidupnya sia-sia mati ditangan polisi, mau tak mau ia berhenti dan mengangkat tangannya tanda menyerah.

__ADS_1


"Aa,,, apa yang kalian lakukan? Mungkin kalian salah orang," itu cukup salsa, ia berharap bisa lepas dari petaka ini.


"Anda nona Salsa, anda sudah menjadi buronan selama beberapa bulan ini, dan anda akan kami bawa kekantor polisi!!"


Siapa yang dapat membantah hukum, menyerah hal yang dilakukan gadis cantik itu. Ia bahkan mendapatkan tatapan sinis, jijik dari warga sana, mungkin para polisi sudah membeberkan kejahatannya selama ini.


'Dasar pembunuh! bagaimana kita tertipu dengan wajah cantiknya ya?'


'Iya bener... aku pikir dia gadis baik, ternyata seorang buronan!


******


Kaivan memberikan senyum sinis saat melihat salsa diseret polisi untuk ditahan, sebelum proses hukum akan dijalankan.

__ADS_1


Saat ia memilih kesempatan untuk berbicara dengan salsa, kaivan lagi-lagi menatap Salsa dengan sinis.


"Bagaimana adikku? Apa kau suka dengan rumah baru mu ini?!"


Tapi dasar angkuh, Salsa sama sekali tidak terlihat emosi ataupun marah diejek seperti itu. "Terimakasih kakak, kau sangat perhatian," jawab salsa. "Setidaknya aku merasa senang sekarang, Meskipun aku menderita didalam penjara. Tapi dirimu... Meskipun bebas, tetap saja kehidupan mu lebih menyediakan dari ku!" Salsa berkata dengan suara yang lebih sinis, ia merasa senang saat melihat wajah Kelvin berubah menjadi merah padam.


"Dasar perempuannya tidak tau diuntung!! Kau akan menyesal karena sudah bermain dengan ku!"


"Aku tidak takut, Karena tujuan ku sudah tercapai... memisahkan mu dengan wanita jelek dan miskin itu. Aku tidak bahagia, kau pun tidak akan bahagia!"


Kaivan semakin meradang, ingin sekali ia memukul perempuan itu, hanya saja ia dengan berada dikantor polisi.


Salsa pergi meninggalkan Kaivan, dengan sukarela ia sendiri masuk kedalam ruang berbatas besi, diiringi dengan senyum yang sulit diartikan untuk sang pujaan hati.

__ADS_1


Aku tidak akan menyesal sudah melakukan ini, meskipun aku tidak bisa memiliki mu, tidak juga untuk orang lain. Karena sampai matipun kau hanya boleh menjadi milikku kak!


__ADS_2