
Salva sedang mencari tempat untuk membuka usaha barunya, hari ini ia tak ditemani Maya karena gadis itu masih disekolah. sudah banyak tempat yang dilihatnya, tapi tak satupun ia merasa cocok. kini ia mencoba mendatangi tempat yang katanya bagus, ia mendapatkan informasi dari internet.
Sepertinya kesialan salva tidak berakhir sampai sekarang, baru saja ia ingin menyeberang jalan, sebuah sedan mewah langsung menabrak tubuhnya. untungnya sang supir dengan sigap menginjak rem, jika tidak mungkin nyawa salva akan diperhitungkan detik itu juga.
"Aduh!!!" teriak salva saat ia sadar sudah terlempar sedikit jauh dari depan mobil. "Gak cukup hanya capek jalan kaki, ternyata aku harus merasakan kena tabrak juga!" ucap salva pada dirinya sendiri. ternyata ia hanya terlempar sedikit saja,tak ada luka serius pada tubuhnya. hanya ada sedikit goresan di telapak tangan dan lututnya.
"Kalo nyebrang jalan hati-hati dong mbak! mau bunuh diri jangan disini!!" bentak sang pemilik mobil.
Wah kurang ajar nih orang!! dia yang nabrak dia pula yang marah-marah! meskipun aku salah, tapi tanya kek gimana nasib orang yang ditabraknya?!
Dengan kesal salva mendongak ingin memaki balik sang pria, enak saja menyalahkan orang padahal disini mereka sama-sama salah. tapi sepertinya nyali salva langsung menciut saat menyadari siapa pria itu.
"kamu?!" ucap salva terkejut. Langsung mendapat tatapan tajam dari sang pemilik mobil.
"Ohh jadi anda lagi? anda pasti sengaja ingin mencari perhatian saya...?" salva melongo karena tak paham. mencari perhatian dalam hal apa?
"Ehhh anda sedang berbicara dengan saya? memangnya siapa anda? sehingga saya harus cari perhatian?" tanya salva sinis. saking fokusnya mereka,tak menyadari warga sudah berkumpul melihat kecelakaan itu.
Wajah Arya langsung memerah karena malu, apalagi warga disana juga memandangnya bingung.
Bodoh kamu Ar!! bagaimana kamu bisa bilang hal seperti itu didepan orang banyak!
__ADS_1
"Mas... mbaknya terluka loh, bukannya diobati malah ngajak berantem!" hardik warga disana, sebagian warga perempuan mulai membantu salva berdiri dan mengobati luka lecet ditubuh salva.
"Maaf pak... dia teman saya! biar saya bawa saja untuk diobati," ucap Arya malu bercampur kesal.
"Gak usah mas... nanti anda malah macam-macam lagi!" tolak seorang ibu-ibu.
"Gak kok Bu... dia memang teman saya, kami hanya lagi bertengkar." dengan cepat Arya menarik tangan salva untuk meninggalkan lokasi kejadian, salva yang mencoba menolak mendapat tatapan tajam dari Arya.
Dasar aneh!! bilang aja mau bebas dari tangung jawab!! emang sejak kapan kami berteman?
Harapan salva ingin mencari tempat usahanya menjadi kacau. tidak mungkin besok ia akan kembali kesana lagi, ia sudah malu dengan kejadian tadi.
"Turunkan saya didepan!" ucap salva sinis, ia bahkan tak mau menatap wajah Arya.
"Anda tidak dengar permintaan saya!! turunkan saya!!" bentak salva, tapi lagi-lagi tak digubris Arya membuat ia mendengus kesal.
Dia mau bawa aku kemana? jangan sampai dia mau buang aku ke hutan?
Salva mencoba menatap wajah Arya tampak serius membawa mobil, ingin bertanya tapi salva takut. ia belum kenal dengan pria yang bersamanya, bagaimana ia bisa percaya dengan keselamatan dirinya.
Setelah menempuh perjalanan dengan saling diam-diam, akhirnya mereka sampai didepan rumah sakit. salva mengerut kening, kenapa ia harus dibawa kerumah sakit? padahal ia hanya luka gores, dikasih obat merah pun akan sembuh.
__ADS_1
Lagi-lagi salva dibuat terkejut saat Arya menarik tangannya, ingin membantah tetapi entah mengapa mulutnya terasa terkunci. mereka melewati lorong-lorong dirumah sakit, tapi tak satupun yang mereka singgahi untuk pasien berobat, entah kemana dirinya dibawa sang pria yang tidak dikenalnya ini.
"Anda mau membawa ku kemana?" salib mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
"Ikut saja!" hanya jawaban pendek itu saja, membuat salva semakin kesal. ia kembali mencoba melepaskan genggaman tangan Arya, bukannya lepas pria itu malah semakin erat memegangnya.
Mereka sampai disebuah ruangan,Arya langsung mendorong salva untuk duduk.
Dasar pria aneh... jika berani macam-macam, ku lapor sama ibunya!
Setelah mengambil kotak obat, Arya menarik tangan Salva untuk membersihkan lukanya, setelah itu ia balut dengan perban. saat pria itu mengobati siku dan lututnya, baru lah salva sadar ternyata lukanya tidak sedikit,ada banyak memar dan ju darah yang mulai mengering. mungkin tadi tertutup pakaian ia tidak terlihat.
Enak ya, yang punya suami dokter... ingin berobat gratis,tinggal panggil aja, pahlawan langsung datang.
Salva menepuk jidatnya, merasa geli dengan pemikirannya sendiri. bagaimana ia bisa berpikir seperti itu?
"Kamu sudah saya obati... sekarang silahkan pergi!" salva langsung melongo mendengar pengusiran pria itu. terdengar sangat kasar sekali.
"Siapa juga yang mau di ruangan anda!!" salva pergi dengan sedikit tertatih-tatih bersama dengan rasa kesal dalam hatinya.
"Dasar edan!! siapa yang bawa aku kesana? siapa pula yang mengusir?!" sungut salva tak terima.
__ADS_1
******
Jangan lupa tinggalkan jejak ya😘