
Arya tidak tinggal lama dirumah keluarga Ardi, ia langsung pulang ke Bandung setelah semuanya selesai. ada satu yang menggangu pikiran Arya sejak berangkat dari rumah Ardi.
Nana! gadis itu membuat Arya tak bisa berkonsentrasi untuk sekarang, perkataannya membuat dirinya sangat cemas yang tidak menentu.
'kak ipar... kau harus menjaga kakakku baik-baik. pria jahat itu sedang berjuang untuk merebutnya dari mu!! aku mendukung mu!!'
Biasanya Arya tak mudah untuk terpengaruh perkataan itu lain, tidak untuk kasus ini mungkin berbeda.
aku tidak akan membiarkannya!! dia istriku dan begitu selanjutnya!!
*******
Salva masih belum tidur, ia masih kwatir dengan Arya tak pulang-pulang. sebenarnya tadi ada yang perlu dibicarakan berdua dengan suaminya itu, tapi suaminya itu tak kunjung pulang sampai Selarut ini.
Ingin bertanya pada mertuanya, tapi ia tidak berani melakukannya. ini sudah hampir jam sebelas malam akan menggangu istirahat mereka, tapi suaminya tak kunjung pulang.
"Lebih baik aku tidur dulu... mungkin sekarang ia tidak pulang?" salva mulai mengingat sikap dingin Arya tadi pagi, membuat dirinya berpikir buruk.
__ADS_1
Jam tiga subuh Arya masuk ke kamarnya,ia dapat melihat wajah damai sang istri yang tertidur. Arya mencoba untuk menyentuh wajah salva yang terlihat putih bersih itu.
Kenapa aku begitu tak rela? saat tau kau sudah pernah dimiliki orang lain?? apa aku sudah mulai menyukaimu? ya... sepertinya aku mulai tertarik dengan perempuan aneh ini.
"Kau sudah pulang?" mungkin karena terusik dengan sentuhan Arya, Salva terbangun dari tidurnya yang baru beberapa jam.
"Mm...."
Salva mencoba untuk terbangun dan mengobrol dengan Arya, tapi matanya tak mau diajak kerja sama.
"Aku... ingin... ngobrol...." Arya merasa geli melihat tingkah Salva, sudah tau ngantuk Masih saja berbicara. ia terlihat seperti anak kecil yang sedang mengantuk disuruh bermain.
Belum juga tidur,Arya merasakan ada sesuatu yang menelusup masuk ke dadanya. Arya tersenyum saat melihat Salva mencoba mencari tempat ternyaman, tentu saja tidak melepaskan kesempatan,ia angsung memeluk sang istri.
"Tetap lah seperti ini selamanya!"
Mungkin sama-sama merasa lelah, mereka tertidur saling memeluk. salva terlalu nyaman ia Semakin masuk dalam pelukan suaminya Tampa sadar.
__ADS_1
Suara azan Subuh mulai terdengar, Salva yang masih mengantuk mencoba untuk bangun. tapi ia merasa Sulit untuk bergerak, serasa tubuhnya ditekan sesuatu.
"astagfirullah... apa semalaman kami saling berpelukan? kapan dia kembali?"
Salva bertanya sendiri pada dirinya, mau bangun tapi takut menganggu tidur Arya. Salva mencoba melepaskan pelukannya Secara berlahan,dan berhasil!
Belum juga bergerak,Arya kembali memeluk Salva lebih erat. Ia tersipu malu dengan keintiman ini, astaga apa Arya tidak tau? dia wanita biasa, jadi jika diperlakukan seperti ini tentu saja malu Dan terbawa perasaan.
"Aku tau kamu sudah bangun?! singkirkan tangan mu!" sengaja berlaga jutek, padahal dalam hati ia sangat senang.
"Selamat pagi istriku...." salva mendongak menatap Arya bingung. apa suaminya sedang mabuk?
"Kau mabuk?" Arya tak memperdulikan pertanyaan istrinya,ia langsung bangkit setelah membersihkan senyum manis yang semakin membuat Salva bingung.
sepertinya dia benar-benar mabuk, tidak mungkin dia bisa berubah begitu cepat. ya Allah dia membuat jantung ku berdetak kencang!!!!
Mereka seperti bisa melakukan salat bersama, dengan begini saja Salva sudah bahagia apalagi dengan yang lain. setelah mengucapkan salam, Arya berbalik arah Salva, Salva yang masih malu dengan kejadian tadi memilih untuk menunduk.
__ADS_1
"Kamu tidak ingin mencium tangan suami mu?" tanya Arya. salva mengerut keningnya, biasanya tidak seperti itu?
*****