
"Aku akan bertanya pendapatmu nak Salva? apa kau mengizinkan nya..? kau pihak yang penting dalam keputusan ini..?" ayah Kaivan membelai lembut kepala menantunya itu.
"Aku..."
"Dia tidak berhak mengambil keputusan ayah! aku kepala keluarga... dia hanya perlu menuruti setiap keputusan yang aku ambil!"
"Diam!!! berani sekali kau berteriak padaku!" kaivan terdiam mendengar bentakan ayahnya. "Semua orang yang tidak berkepentingan silahkan keluar dari rumah ini!"
Merasa bukan masalah mereka, seluruh keluarga kaivan pergi. kecuali kedua orang tua salsa dan keluarga kaivan. sedangkan Salva ia sedang mencoba menguatkan dirinya agar tidak terlihat semakin menyedihkan.
"Kenapa kau membuat kekacauan sebesar ini..? apa kau tidak memikirkan perasaan menantu kita?" Salva terharu melihat kepedulian ayah mertua nya, hanya dia yang membela dirinya.
"Kenapa kamu menyalahkan aku, suamiku? seorang ibu pasti ingin kebahagiaan anaknya... dan aku tau, anak kita tidak bahagia dengan wanita seperti dirinya!" ibu Kaivan menunjuk Salva dengan marah. "Aku menyesal... menyesal telah mengizinkan putra ku yang berharga, menikah dengan wanita rendahan seperti dia!!"
Salva meremas kuat dadanya yang semakin sakit,ia tidak menyangka hari ini datang begitu cepat. hari kehancuran kebahagiaan dirinya.
__ADS_1
"Baiklah!! aku mengizinkan suamiku menikah lagi... dan aku rela untuk dimadu...!" teriakkan Salva membuat pertengkaran manusia di ruangan itu berarti seketika. sedangkan ibu Kaivan dan salsa tersenyum penuh kemenangan.
"Kau yakin nak..? ini tidak akan mudah... sebagai seorang ayah aku tau kau tidak bahagia dengan ini." Salva tak mampu memahami air matanya lagi,ia langsung terduduk lemah dilantai.
"Aku yakin...Tapi berjanji lah... saat aku sudah tidak kuat lagi, tolong lepaskan diriku yang lemah ini... aku hanya ingin merasakan hidup bahagia, hidup tanpa harus menebus dosa yang tak pernah ku lakukan." salva berucap dengan Isak tangisnya yang semakin menjadi.
"Wanita seperti dirimu tidak akan pernah bahagia...! jangan bermain drama disini...! Dosa yang kau lakukan akan membuat dirimu tidak akan pernah merasakan yang namanya kebahagiaan!" Salva semakin sesak mendengarnya, ia tidak percaya ibu mertua yang dulu menyayangkan dirinya, berubah sedemikian rupa.
"Ibu benar... aku wanita kotor. Wanita yang tidak memiliki apa-apa... tapi ingat satu hal, wanita Kotor ini akan ibu rindukan suatu hari nanti...," Ucap salva pilu. Jangan ditanya seperti apa keadaan dirinya saat ini. Ia begitu menyedihkan, sangat menyedihkan.
"Sudah cukup..! Kaivan bawa istri mu pulang! dan kau.." ayah Kaivan menunjuk istrinya dengan kesal. "Ikut dengan ku! dan yang lain kalian pergilah... Drama hari ini sudah selesai."
Salsa dengan tersenyum bahagia pergi bersama kedua orang tuanya. dua orang itu dari tadi hanya diam, mereka tidak tau harus berbicara dari mana? apa lagi dia tau... pasti putrinya sudah melakukannya sesuatu, yang pasti hal yang buruk.
*******
__ADS_1
Dirumah orang tua Kaivan, kedua orang tuanya masih lanjut berdebat. mereka saling menahan dengan ego masing-masing.
"Kenapa kau melakukan hal seperti ini? bukanya dulu kau sangat menyukainya?" ayah Kaivan masih berbicara dengan lembut pada istrinya itu. Meskipun kesal, tapi dia juga ingin mendengar alasan istrinya melakukan hal memalukan itu.
"Kenapa kamu marah pada ku mas?? aku hanya ingin putra kau bahagia!" ibu Kaivan masih setia dengan pendiriannya.
"Baiklah jika itu yang kau inginkan... Tapi jangan pernah menyesal di kemudian hari. Kau juga wanita, suatu hari akan merasakan apa itu kecewa dan penyesalan." merasa percuma berbincang dengan istrinya yang keras kepala,ayah Kaivan memilih untuk mengalah.
*****
hay para pembaca ku.....
apa kabar kalian semua?...
oh ya jangan lupa dukung ya,biar aku tambah semangat π
__ADS_1
SALAM CINTA DARI ARA PUTRI ππππ