
Kebahagiaan yang dirasakan kaivan ternyata tidak bertahan lama, tepat jam makan siang dirinya dibuat syok dengan kabar yang diberikan oleh Bu Salma. padahal baru saja tadi pagi ia merasakan kebahagian, tapi sekarang ia harus merasakan sakit lagi.
Flashback
Saat Kaivan ingin makan siang bersama dengan rekan kerjanya,ia mendapat telpon dari dari Bu salma, pelayan dirumahnya.
"Ada apa Bu Salma?" tanya Kaivan yang sedikit bingung,sebab Bu Salma tidak akan menelpon jika tidak ada urusan yang sangat penting.
"Tu,,,tuan..." kaivan semakin bingung, karena biasanya wanitanya itu akan memanggilnya dengan sebutan nak kaivan, kecuali dia sedang takut, atau membuat kesalahan.
"Ada apa Bu salam? jangan membuat aku cemas!"
"Ibu.... ibu tuan jatuh dari tangga...,"ucap Bu Salma ketakutan, sepertinya wanita itu menagis disana.
"Apa!!! diamana kalian sekarang?!"
"Kami dirumah sakit tuan... keadaan ibu kritisi." Kaivan memutuskan sambungan telponnya,ia berlari cepat menuju mobilnya. sedangkan sekretarisnya hanya bingung, padahal mereka baru saja sampai di restoran untuk bertemu dengan klien.
Ada apa dengan tuan kaivan? bagaimana cara saya menjelaskan ini pada klien, sedangkan tuan Kelvin tidak bilang mau kemana. batin sekretaris Kaivan.
__ADS_1
FLASHBACK OFF
*****
Setelah beberapa lama, akhirnya Kaivan sampai di rumah sakit. setelah menemukan ruang rawat ibunya, kaivan tidak bisa berucap lagi. Dia masih tak percaya dengan musibah ini, padahal baru semalam ia bertengkar dengan ibunya tapi sekarang ibunya kritis. Didalam sana para dokter sedang berjuang menyelamatkan ibunya, sedangkan ayahnya baru menuju ke sini, karena memang jarak kantor ayahnya dengan rumah sakit sedikit jauh.
"Kenapa ini terjadi Bu Salma?"
"Maaf tuan.... saya kurang tau,"ucap Bu Salma sedih takut.
"Ini semua karena istri durhaka mu!! dia yang sudah mendorong Tante dari atas tangga!" Kaivan menoleh melihat salsa yang juga berada disana.
"Ohhh jadi kamu tidak percaya? silahkan tanyakan pada pelayanan mu itu!!! siapa yang berada diatas tangga saat Tante jatuh!"
"Diam!!!" Bentak Kaivan semakin kesal. kaivan menoleh pada Bu Salma yang terlihat menunduk,ia mencari kebenaran dari wanita tua itu. Untuk sekarang ia tidak mudah untuk percaya, meskipun hatinya juga ragu akan hal itu.
"Jelaskan..!"
"Be,, benar tuan." Kaivan mengepalkan tangannya, padahal dirinya baru saja dirinya memberikan kesempatan, tapi Salva kembali mengecewakan nya.
__ADS_1
"ini tidak mungkin!!"
"Apalagi yang tidak mungkin,kak Kai.... apa kau ingin menutup mata sama seperti yang dialami Naira..? apa kau mau dia membunuh orang yang kau cintai lagi?" Salsa semakin memanasi suasana. sedangkan Bu salma hanya terdiam.
Sebenarnya dia juga sedikit bingung, meskipun ia tidak melihat secara langsung kejadian sebenarnya di rumah majikannya itu, tapi dia juga tidak salah. saat dia sampai disana, Salva lah yang berasal diatas tangga dengan terdiam mematung.
"Ini tidak mungkin!!! dasar wanita sialan!!"
Brakkk.... Kaivan menendang kursi tunggu rumah sakit, matanya menyala menahan gejolak amarah.
Dasar wanita sialan....! Kenapa dia begitu brengsek!!! Aku akan membunuh mu.
Kaivan berjalan keluar dengan keadaan marahnya,ia ingin membuat perhitungan dengan orang yang sudah mencelakai wanita yang paling dicintainya. tak ada yang lebih penting dari seorang ibu bagi seorang anak,dan sekarang nyawa ibunya dalam bahaya karena Dwi wanita yang dia coba untuk perjuangkan.
*****
Jangan lupa tinggalkan jejak ya.
SALAM CINTA DARI ARA PUTRI πππππ**
__ADS_1