
Setelah kejadian kemarin hubungan Salva dan Kaivan sedikit rengang,Salva sudah tidak peduli lagi dengan kebutuhan Kaivan. Seperti pagi ini, Salva tidak lagi menyiapkan pakaian kerja untuk suaminya itu.
"Salva! dimana bajuku?" Salva yang sedang membuat sarapan hanya menoleh sebentar,kembali dia melakukan pekerjaannya. "Salva..! aku bertanya padamu!" bentak kaivan, yang tidak terima diacuhkan.
"Kau punya tangan, lakukan sendiri. lagi pula kamu harus terbiasa mas... jika nanti aku tidak ada,kamu harus terbiasa untuk melakukan semuanya sendiri." Kaivan terdiam mendengar perkataan salva.
"Jangan membuat aku emosi sepagi ini! apa aku terlalu memanjakan mu..? berani sekali membantah perkataan suami!" salva terkekeh geli mendengar perkataan Kelvin.
"Kamu tenang saja...aku belum melakukannya. Aku hanya melihat kenyataan! bukankah kamu yang tidak pernah menganggap ku seorang istri,lalu kenapa sekarang kau permasalahkan?"
"Salva!!!" plakkk.... salva memegang pipinya yang terasa perih. Lagi-lagi suaminya main tangan, Salva kecewa dengan keputusan yang dia ambil.
"Kau hanya bisa melakukan ini.... aku tidak percaya menikah dengan pria yang begitu brengsek seperti mu...!"sudah tidak ada air mata seperti sebelumnya, mungkin gadis itu sudah lelah untuk membuang air matanya untuk pria yang tidak berguna seperti suaminya.
"Berani sekali kamu mengatakan putraku brengsek!! kamu pikir? kamu siapa..? dasar gadis tidak tau diuntung??"
****
Pagi ini ibu Kaivan dan juga salsa pergi ke rumah kaivan, mereka berniat untuk melakukan rencana selanjutnya. karena melihat suaminya tidak mendukung untuk memisahkan putra dan menantu nya, membuat ibu Kaivan bertindak sendiri. Apa lagi setiap hari Salsa menceritakannya keburukan Salva dari dulu sampe sekarang, membuat ibu Kaivan semakin tidak terima putra semata wayangnya menikah gadis miskin itu.
Saat sampai di rumah putranya, tapi hal tidak mengenakan harus dia dengar. Ia dengan jelas dan mendengar Salva dengan memaki putranya, menyebut sebagai pria brengsek. membuat hati seorang ibu manjadi murka.
__ADS_1
"Ibu?? sejak kapan kalian ada disini?" Salva merasa takut melihat kemarahan mertuanya. Ia yakin pasti ibu mertuanya salah paham. Tapi bagaimana cara dia menjelaskannya, sedang-sedang si wanita ular sedang tersenyum bahagia disamping ibu Kaivan.
"Ini tidak seperti yang ibu pikirkan! Kam..." belum sempat Salva menjelaskan,ibu kaivan sudah melayangkan tamparan keras.
"Aku tidak butuh penjelasan mu.... dasar gadis licik."
"ibu..!" Kaivan berteriak kaget,dia tidak percaya ibunya menampar Salva, padahal baru saja tadi dia juga menampar Salva tanpa sadar. Kaivan melihat Salva mengusap pipinya yang tampak memerah.
"kenapa kau berteriak pada ibu...? apa sekarang kamu ingin membela wanita ini!" bentak ibu Kaivan.
"Bu,, bukan seperti itu ibu... ini hanya salah paham," ucap Kaivan bingung,ia tidak ingin melukai perasaan ibunya, tapi ia juga merasa kasihan melihat Salva.
Salva pergi meninggalkan tiga orang yang sedang berdebat itu,salah hanya kaivan dan ibunya, sedangkan salsa ia menjadi penonton yang baik.
"Sudah lah aku akan pergi bekerja.... sekarang ibu katakan ada apa? sampai ibu datang sepagi ini?" kaivan mengalah,ia tau tidak akan Menag melawan ibunya.
"Apa kau begitu melupakan orang tua mu! ini semua pasti karena wanita licik itu!"
"Hentikan Bu..! jangan perpanjang lagi,"ucap Kaivan yang sudah merasa kesal. "jika ibu hanya ingin bertengkar, sebaik aku pergi saja!" Kaivan ingin kembali ke kamarnya untuk bersiap-siap kekantor.
"Kaivan! ibu dan salsa akan menginap disini sampai acara pertunangan kalian...! ibu tidak ingin wanita itu menghasut mu agar membatalkan semua ini...," ucap ibu Kaivan membuat langkah Kaivan terhenti. kepalanya semakin berdenyut sakit, kenapa ibunya begitu memaksa dirinya untuk menikahi salsa? padahal mereka sama tau,sikap gadis itu tidak baik.
__ADS_1
"Terserah ibu saja..." kaivan pergi dengan lesu, sepertinya ia harus melihat keadaan istrinya saat ini. tapi lagi-lagi ego nya lebih kuat dari rasa simpati nya, Kaivan memilih untuk pergi kekantor tanpa pamit pada Salva.
Entah mengapa aku ikut sakit melihat dia sepertinya itu...? apa aku benar-benar sudah menyukainya? dan kenapa jantungku tidak bisa berkompromi,dia selalu berdegup kencang saat diri ini didekatnya... aku harus menghilangkan perasaan bodoh ini, bagaimana pun Salva orang yang sudah membuatku hidup hancur! batin kaivan.
.
.
.
.
Maaf ya semuanya lama gak update, lagi-lagi aku ingkar janji untuk up setiap hari. tapi kehidupan nyata lebih membutuhkan, membuat dunia khayalan ku di lupakan untuk sejenak. tapi akan aku usahakan untuk up setiap hari, walaupun itu dikitπ
maaf ya jika ada kesalahan dalam penulisannya
Jangan lupa bantu dukung ya kak,biar aku tambah semangat. vote,like,end komen.
makasih ππ
salam cinta dari Ara putri πππππ**
__ADS_1