
"Maaf gue telat!"
Teriakkan itu hampir menarik semua perhatian orang yang ada Disana, tak terkecuali Salva yang juga melotot tak percaya apa yang dilihatnya.
Satu kata untuk saat ini, mantan!
Salva menatapnya tak berkedip, ia bahkan tidak yakin apa yang dilihatnya.
Jangan kalian pikir Saat ini dirinya sedang terpesona atau terpukau dengan ketampanan mantan, itu salah besar!
Jika ditanya apa yang membuat ia tertegun, itu karena perubahan cowok yang dulu begitu tampan dan digilai banyak gadis disekolah, tapi sekarang terlihat seperti seorang preman pasar.
Begitulah yang terpikirkan Salva sangat ini, bagaimana tidak? penampilan yang dulu begitu maskulin, penuh pesona di setiap langkahnya sekarang berbanding terbalik. sekarang hanya ada seorang Bima yang berambut panjang, celana sobek-sobek dilutut persis seperti preman. Dan jangan lupa rambut panjang yang diikat kebelakang, menambah wajah semakin kelihatan sangarnya.
"Bima?"
Tidak hanya Salva, Semua Juga menatap tamu terakhir itu dengan bingung.
"Bima?" Sekali lagi Salva melafazkan nama itu.
"Iya gue. Emang kenapa?" Mungkin ia merasa risih dengan tatapan teman-teman lamanya.
Mereka yang tau kesalahan, memilih melakukan acara mereka yang tertinggal tadi karena tamu sangar, Bima.
"Lo Salva kan?"
Posisi berdiri salva yang lebih dekat dengan Bima membuat ia menyapanya dengan baik.
"Eh iya Bim," jawab Salva canggung.
"Wow tambah cantik Lo sekarang ya!" Sorak Bima persis lagak preman. "Udah nikah belum?"
Pertanyaan aneh itu keluar dari mulut Bima dengan lancar. Meli yang masih berdiri disamping Salva masih melotot tak percaya melihat Bima.
"Ngapain Lo tanya Salva udah nikah apa belum? Kayak emak-emak rumpi aja!"
Salva terkekeh geli melihat meli yang protes dengan pertanyaan Bima. Memang dari dulu mereka gak akur, bahkan waktu sekolah Salva pacaran dengan bima, meli yang paling tidak setuju. Tapi namanya juga suka, apalagi dia pria yang diperebutkan semua cewek disekolah membuat Salva tetap berpacaran dengan Bima.
"Aku udah nikah Bim,"
__ADS_1
"Yahh sayang ya," keluh Bima.
"Kenapa?"
"Ya kalo belum, rencananya mau culik kamu bawa ke KUA," ucap Bima santai, yang langsung mendapat lemparan dari meli.
"Mau jadi pebinor Lo?"
"Apaan?"
"Perebut bini orang!!" Ucap meli kesal.
"Sok tau Lo!! udahlah, gue mau nyapa yang lain. bicara sama wanita kayak Lo, bisa stress gue!" ucap Bima kesal. "Nanti kita ngobrol lagi cantik," ucapnya yang harus diabaikan Salva.
Bima pergi menemui yang lain, meninggalkan meli yang mencak-mencak tak terima diejek dirinya. entah mengapa pertemuan mereka tidak ada yang akan berakhir baik, selalu bertengkar tak tau sebab. Mungkin mereka jodoh? amin!!!
"Benci banget gue lihat tu anak!" kesal meli.
"Jangan terlalu benci, nanti berubah jadi cinta loh."
"Gak mungkin!"
****
Hari sudah gelap, Salva memutuskan untuk berpamitan kembali lebih dulu pada teman-temannya. Setelah itu ia keluar untuk mencari taksi yang masih bisa banyak berlalu lalang.
"Hay mantan!" Salva hampir saja terlonjak kaget mendengar suara dibelakangnya.
"Astagfirullah Bim. Bikin orang jantungan aja!"
"Hehe maaf deh." menyengir bersalah. "Lo pulang sama siapa?"
"Naik taksi."
"Kok taksi? Kalo gak, gue antar aja?"
"Ehh gak usah!" teriak Salva cepat, bisa gawat kalo sampai Arya melihat ia diantar laki-laki lain.
"Lo pasti takut suami Lo cemburu kan?" tebak Bima memang tak meleset. "Udah. Ngapain dia cemburu, gue juga gak minat merebut istri orang, Masih banyak cewek lain lebih cantik!"
__ADS_1
"Aku gak nanya Bima!" Salva menatap tajam Bima. "Lagian aku juga mikir kali, masa mau ganti suami yang begitu tampan sama cowok aneh kayak Lo? Tenang aja aku masih waras!"
Sekarang giliran Bima yang melotot tajam, ada yang tersinggung didalam loh.
"Mulut Lo! Gue pelet nanti baru tau rasa Lo!"
"Itu artinya Lo mau rebut istri orang." Tawa Salva langsung pecah setelah mengucapkan kalimat gila itu, rasanya menyenangkan bisa berdebat dengan pria ini, ia ingat lagi masa indah waktu sekolah dulu.
Siapa bilang pacar anak remaja itu semuanya alay, hanya ada rayuan, saling gombal, bersikap romantis. Itu tidak terjadi dengan mereka, meskipun pacaran mereka lebih banyak bertengkar dari pada bersikap romantis, kata mereka lebih seru dari pada sok-sok manja.
Sebuah mobil yang tadinya diseberang jalan melaju menuju didepan Salva berdiri. Salva sungguh terkejut mobil siapa yang sedang berdiri itu, bagaimana bisa suaminya jemput dirinya?
Matilah aku... kok mas Arya bisa pulang cepat sih? dia pasti salah paham liat aku sama Bima.
Arya turun dengan gagah, jangan lupa tatapan tajam juga ia berikan sama istrinya.
"Sudah selesai pestanya, Sayang?"
"Ehh ... sudah mas," ucap Salva gugup.
Salva menoleh kesampaian kirinya, disana Bima berdiri dengan senyum licik, Salva sendiri tidak tau arti senyum itu.
"Siapa?" Tanya Arya.
Saat Salva ingin menjawab, tapi sudah lebih dulu Bima menyodorkan tangannya.
"Hay ... kau pasti suaminya Salva bukan? kenalkan gue Bima, mantan terindah Salva," ucap Bima tersenyum licik.
Arya menatap tajam Bima, ia tidak suka mendengar ucapan pria itu, tapi ia memilih untuk bungkam, bahkan ia enggan untuk menyebutkan namanya.
Salva yang mendengar itu dengan cepat ingin protes, tapi lagi-lagi dipotong Bima.
"Maaf ya, gue harus pergi," Ucapnya buru-buru pergi, meninggalkan Salva dengan tertawa jahat.
Mampus Lo... dia pikir bisa mengalahkan seorang Bima aksara? enak gue balas!!
****
Jangan lupa like, komen, vote ya😊
__ADS_1