
POV KAIVAN
Hari ini aku tidak menyangka banyak hal yang terjadi, diluar dugaan ku. kemarin ibu mengundang kami untuk berkumpul bersama keluarga besar. tapi keputusan yang dibuat ibu benar-benar membuat aku terkejut.
Aku tidak pernah berbicara tentang anak dan Salva yang tidak dapat mengandung, entah dari mana perkataan gila itu muncul? Tapi aku tidak punya pilihan lain,jika aku membantah perkataan ibu banyak hal yang akan dipertaruhkan, yang pasti ibu akan sangat malu didepan keluarga besar ayah.
Aku memutuskan untuk menerima, lagipula ini belum tentu terjadi. Sepertinya setelah ini aku bisa berbicara berdua dengan ibu,akan aku tanyakan kenapa dia berbicara seperti itu?
Setelah ayah menyuruhnya kami pulang,aku pulang bersama Salva. Gadis ini tidak henti-hentinya menagis, membuka aku Semakin merasa bersalah. Meskipun dia tidak terisak, tapi aku dapat melihat dia sekuat tenaga menahan diri agar tidak terlihat menyediakan.
Aku tau selama ini aku memang sudah keterlaluan, tapi entah mengapa hari ini aku merasa sudah sangat keterlaluan menyakitinya? Ingin rasanya aku memeluk dan meminta maaf padanya, tapi ego ku mengalahkan semua itu. Aku tidak bisa melakukan hal memalukan itu.
__ADS_1
Jangan kalian pikir aku tidak sakit melihat dia menagis seperti itu? Kalian harus tau, setiap kali aku menyakitinya aku selalu merasa bersalah dan ingin mengutuk diriku yang lemah karena janji dengan wanita yang aku cintai. Hari-hari aku semakin membuat dia tersiksa, selama itu pula aku menahan sakit dan penyesalan. Andaikan... andaikan aku tidak berjanji dulu... Semua ini tidak akan terjadi. Aku bisa hidup bahagia, memiliki keluarga yang utuh bersama wanita yang aku cintai.
Apa aku sudah mulai mencintai gadis ini? tapi itu tidak boleh terjadi... seorang pria sejati akan menempatkan sumpah yang diucapkannya.
"Sudah sampai... sekarang turun lah." Ternyata dari tadi dia melamun sambil menagis. apa dia sebesar itu mencintai ku?
"Aku ingin bicara!" aku yang bersiap ingin turun, kembali masuk dalam mobil.
"Apa??" jawablah ketus
"Aku tidak peduli dengan itu semua... haha semakin kau tidak rela, itu semakin membuat aku puas... Bersenang-senang lah dengan penderitaan mu..."
__ADS_1
"Apa kamu tidak memikirkan perasaan aku mas..? kamu selalu nyakitin aku,aku sudah bersabar.... Tapi kesabaran itu ada batasnya!" Salva semakin kesal melihat respon ku yang acuh tak acuh.
"Dan aku tidak peduli batasan itu! hidup mu sekarang adalah milikku... terserah aku mau melakukan apa... Mmm." aku pikir dia akan berteriak marah, tapi mendengar jawaban nya membuka darahku mendidih.
"Ceraikan aku... Aku ingin kita pisah!"
Entah mengapa Aku merasa ada yang menikam dadaku, rasanya sakit dan menyesakkan membuat sulit sekali untuk bernafas. aku tidak percaya dia berbicara begitu santai.
"Jangan pernah berpikir untuk pergi dari ku... hidupmu akan menjadi milikku. jadi buang semua keinginan bodohmu itu!" aku keluar dari mobil dengan membanting pintu mobil. sepertinya aku harus mencari tempat melepaskan rasa kesal ini, ahhh kenapa dia bisa berkata semudah itu.
"Kamu egois mas!! apa kamu tidak pernah berpikir? jika suatu hari hidup mu yang akan dipermainkan...? Allah akan membalas setiap perlakuan yang tidak adil ini...!"
__ADS_1
Aku sempat berhenti sesaat, setelah itu aku kembali melanjutkan langkahku.... Aku tidak mau hilang kendali,dan akan memukulnya lagi... Mungkin dia benar aku terlalu egois.
*****