
Kabar ini benar-benar membuat bunda zera dan ayah Ardi cemas. bagaimana mungkin seseorang menelponnya mereka, mengatakan bahwa Salva akan menikah sekarang.
Padahal kemarin Salva menghubungi mereka,tak mengatakan apapun. tapi kenapa tiba-tiba putrinya itu mau menikah?
"Cepetan bunda... kita harus ke Bandung sekarang!" Ardi langsung memutuskan untuk pulang kampung, ia harus mendengar penjelasan Salva apa yang sebenarnya terjadi?
"Aku sudah menggunakan Maya dan ibunya. orang-orang disana tidak mau menunggu kita datang, katanya terlalu lama. untuk sementara waktu Maya dan kedua orangtuanya yang akan menjadi saksi." Ardi menganguk mengerti. sekuat apa pun mereka membawa mobil, tetap saja mereka tidak akan sampai di Bandung begitu cepat.
"Bunda... aku mau ikut," Nana yang ditinggalkan dirumah tak merasa senang. ia juga ingin melihat suami baru kakaknya itu.
"sayang! ini bukan waktu untuk bermain-main. bunda dan ayah harus sampai disana dengan cepat. kamu tidak mungkin meninggalkan kuliah mu besok!" bujuk Tante zera, ia sendiri tidak tega meninggalkan putrinya ini,tapi bagaimana lagi keadaan memang sedang mendesak.
"tapi...."
"Nana!! jangan berulah!" bentak Ardi yang merasa kwatir. Nana langsung berkaca-kaca mendapat bentakan dari ayahnya, perasaan perempuan memang sangat rapuh. apalagi dibentak oleh orang Yang dicintainya rasanya akan sangat menyakitkan.
"Maafkan ayah... ayah tidak sengaja sayang." Ardi memeluk putrinya yang ingin menangis. "Mengertilah Sayang... kakak mu sedang memutuskan bunda dan ayah disana, ayah ingin kamu berpikir dewasa!" Nana menganguk mengerti.
"iya... aku mengerti."
Zera berangkat bersama suaminya ke Bandung, meskipun terlambat ia tetap akan melihat putrinya menikah lagi. Padahal Zara berpikir Salva belum mampu melupakan kaivan, tapi sekarang ia malah sudah menemui pria baru untuk menjadi suaminya.
semoga ini jalan terbaik yang Allah tunjukkan pada putriku, aku tidak ingin melihatnya bersedih lagi.
****
Dirumah besar Tio Hermawan, sang penghulu sudah datang untuk menikahi mereka. para tamu yang tadinya ingin melihat ulang tahun Gilang berubah menjadi saksi pernikahan Arya dan Salva. untung saja acara potong kuenya sudah selesai.
Sedangkan dipihah Salva hanya ada Maya dan kedua orang tuanya, sedangkan untuk menjadi wali nikah Salva diserahkan pada penghulu.
Dengan drama dan paksakan keluarga dan warga yang ada Disana, Salva dan Arya tak punya pilihan lain. jika tidak mereka akan diusir dari sini, bagi salva itu tidak masalah dengan lapang dada ia menerimanya. tapi Arya malah tak melepaskannya.
__ADS_1
Bagaimana mungkin Arya berani menolak, disini harga dirinya sebagai pria akan dipertanyakan. belum lagi ancaman akan dicoret dari kartu keluarga dan diusir dari sini. tentu ia tidak akan membiarkan dirinya sendiri yang menanggung beban, jika ada teman itu lebih baik.
Ikrar pernikahan mulai dibacakan dengan lantang oleh penghulu, setelah itu diikuti dengan setengah hati oleh Arya.
"Bagaimana para saksi? sah!"
"Sah!!!" terikkan para saksi menandakan Salva tak lagi seorang janda,dan Arya tak lagi bujangan.
Sang penghulu mulai membacakan doa, dan banyak lagi yang disampaikannya. salva tak fokus dengan itu, sekarang yang ada dipikirannya adalah kemarahan bunda dan ayah. mereka pasti akan kecewa.
Ya Allah cobaan apa lagi yang kau berikan pada hamba ini? jika ini yang terbaik hamba akan mencoba menjalankannya. air mata Salva tak dapat lagi ditahan. ini bukan air mata kesedihan maupun kebahagiaan, ini air mata kebingungan salva, bingung akan jalan hidupnya yang akan dihadapi nanti.
Salva yang mengunakan baju kebaya dan riasan apa adanya, tapi tetap memperlihatkannya kecantikannya. mereka berdua mulai menyalami para orang tua,dan mendapatkan ucapan selamat dari orang yang ada.
"Bagaimana? apa sudah siap menjalani hari sensara mu?" Arya memandang sinis, ia akan membuat perhitungan dengan perempuan ini nanti. tapi Salva memilih untuk tidak memperdulikan nya. salva langsung meminta restu pada kedua mertuanya sekarang.
Beberapa pituah disampaikan oleh kedua orang tua Arya dan kedua orang tua Maya yang mewakili keluarga Salva. diam-diam Salva meneteskan air matanya, seperti ini mengingat dirinya dengan pernikahannya pertama yang gagal.
"terima kasih Bu..." ucap mereka serempak.
Karena memang acara dadakan ini, semuanya selesai begini saja. tapi mereka telah sah menurut agama mau pun hukum, walaupun buku nikah mereka belum dapatkan. tapi sang penghulu berjanji akan menyelesaikan secepatnya.
Arya dan Salva disuruh untuk beristirahat dikamar tadi yang membuat mereka sampaikan seperti ini, meskipun merasa sedikit engan Salva tetap mengikuti Arya. sampai dikamar Salva tak tau berbuat apa? tapi takut juga melihat wajah Arya.
"Duduk!" salva terlonjak kaget mendengar suara Arya. "Kau pikir kau model? berdiri sok cantik didepan ku!" dengan tidak senang Salva menatap tajam Arya.
"Kenapa mulut mu peda sekali? apa mau ku hajar lagi?!" salva mengerut keningnya, ia pikir perencanaan ini tidak akan berani melawannya.
"Boleh... sini jika kau Berani! kali ini tidak akan ada yang akan menghentikan kita!" tantang Arya. ia mulai mendekati Salva yang masih setia berdiri mematung.
Merasa terancam Salva mencoba mundur, mungkin kali ini ia tidak akan seberuntung tadi, bisa menghajar pria sebesar ini tanpa perlawanan.
__ADS_1
"Jangan mendekat!!" bentak salva ketakutan.
"Kenapa? bukankah kau ingin menghajarnya ku?"
"Tuan Arya yang terhormat... bukankah kau sudah menjalani suamiku? jadi jangan begitu kejam dan galak." situasi ini benar-benar membuat Salva mati kutu. ia begitu takut melihat tatapan elang Arya, seakan siap mencengkeram erat tubuhnya.
"Cikk kau mencoba merayu ku? kau bahkan belum menerima pembalasan ku... cikk" Arya mundur kau tak tega melihat wajah ketakutan Salva.
Kenapa aku bisa menikahi perempuan yang begitu bodoh? tapi ekspresi nya itu, Ingin sekali aku mencubit pipinya. cikk dasar otak mesum, kenapa bisa aku begini banyak bicara hanya untuk mengerjainya? seperti aku sudah mendapatkan mainan baru.
****
Hay semua...
pasti disini banyak yang protes ya, kenapa salva gak sama kaivan?
kenapa Salva malah nikah sama Arya?
kalian akan tau jawabannya di bab selanjutnya.
Kenapa aku tidak mempersatukan Salva dan Kaivan, karena disana sebelumnya berpisah sudah ku katakan. jika mereka tak berjodoh!
lalu kaivan sama siapa?
Dengan seseorang yang membuat dirinya mengerti apa artinya cinta dan ketulusan.
jadi aku jawab sedikit dlu ya. jika ada pendapat, silahkan tuliskan di komentar.
bay...
salam cinta dari Ara putri π
__ADS_1