Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
seperti anak kecil


__ADS_3

Setelah makan malam selesai kaivan pergi menemui ayahnya diruang kerjanya, akibat dari banyak pekerjaan yang menumpuk selama mereka dirumah sakit, membuka Kaivan belum mempunyai waktu untuk mencari Salva.


Entah kenapa sepertinya Hendra selalu mencoba menghalangi, entah apa maksud pria setengah baya itu tak mengizinkan Kaivan melakukan niatnya. beberapa Minggu ini ayahnya memberi pekerjaan begitu banyak, membuat dia tak punya waktu untuk memikirkan hal lain.


"Ada apa ayah memangil ku?" Kaivan langsung duduk dihadapan ayahnya.


Tapi ayah tak menjawab,malah menyodorkan sebuah amplop yang bewarna coklat kehadapan putranya itu.


"Bukalah...." dengan sedikit bingung Kaivan membuka amplop itu dengan cepat. tapi ia sedikit terkejut melihat foto dan beberapa keterangan dari pihak kepolisian didalam amplop itu.


"Apa maksudnya yah...? kenapa ada foto Naira dan Salva disini?"


"ayah ingin kamu selidiki kasus ini sampai tuntas kai... ada banyak kejanggalan dalam laporan ini." kaivan kembali melihat isi amplop itu dengan penuh kesal.

__ADS_1


"Kejanggalan apa ayah? semua bukti menunjukkan bahwa Salva lah pelakunya!! dia yang sudah menabrak Naira dengan sengaja!" entah mengapa rasanya dendam itu menyeruak kembali dalam pikiran kaivan, padahal ia sudah berjanji untuk menjalankan hidupnya tanpa dendam.


"Apa kamu tidak bisa berpikir logis kai... seorang Salva tidak pernah membawa mobil ke kampus, lalu dengan apa dia menabraknya? ia selalu menggunakan kendaraan umum, apa kau tidak berpikir sampai kesitu?!" melihat putranya yang keras kepala membuat Hendra emosi.


"Bagaimana ayah tau akan hal itu, kejahatan bisa dilaksanakan dengan apa saja. mungkin dia meminjam mobil orang lain?" Hendra menggeleng kesal melihat kebodohan anaknya.


"Siapa yang memberi bukti itu padamu? dan siapa orang yang pernah kau suruh untuk menyelidiki masalah ini?" kaivan mulai berpikir dengan pertanyaan ayahnya.


"Salsa yang menjadi saksi pertama kali,dan disusul dengan beberapa yang mengaku sebagai warga disana." Kaivan kembali berpikir. "Aku meminta pak Tomi untuk menyelidiki masalah ini,dan hasilnya sesuatu dengan yang diceritakan salsa." Kaivan masih ingat dengan jelas kejadian itu,ia dengan marah mencari pembunuh kekasihnya dan berjanji akan membalas dengan yang lebih parah. tapi ia tidak bisa melaporkan kepolisian karena salsa melarang,dan pak Tomi juga mengatakan itu akan membuat nama keluarga akan menjadi memburuk.


"Apa maksud ayah...?"


"Cepat kau cari tau masalah ini,jika tidak kau akan kehilangan Salva untuk selamanya!" bentak Hendra,ia sudah jengkel dengan kebodohan anaknya itu.

__ADS_1


kalian akan membayar mahal sebuah penghianatan ini... kalian sudah menghancurkan kehidupan putra kau,aku tidak akan pernah mengampuni kalian.


Hendra sudah jengkel dengan keluarga salsa yang memang masih bersaudara, tapi sifatnya yang ingin menang sendiri dan suka memaksa kehendak membuat Hendra sebisa mungkin menjauhi keluarga salsa.


Hendra tau sebenarnya kaivan tidak lah bodoh,tapi anaknya itu terlalu percaya dengan realita. padahal dalam kehidupan ini banyak yang tidak terpikirkan oleh Kita dilakukan oleh orang lain, contohnya keluarga salsa. kaivan terlalu percaya dengan bukti yang diberikan salsa,dan saksi yang dihadirkan tanpa harus mencari tau lebih lanjut. padahal kenyataannya sungguh diluar dugaan orang yang tidak teliti dengan perilaku seseorang.


"baiklah yah... aku akan membuka kasus ini kembali. apa perlu kita melibatkan pihak kepolisian?" tanya Kaivan, mungkin ayahnya benar semua yang kita lihat tidak sesuai dengan yang realita.


"Jangan dulu, jika kita meminta pihak kepolisan pelaku akan waspada. Kita harus mencari bukti dulu, baru kita laporkan!" Sepertinya kaivan mengerti, ayahnya curiga dengan seseorang. "Kemarin waktu menyelidiki masalah ibumu,ayah sudah meminta kepolisian juga menyelidiki kasus ini, tapi sepertinya mereka mulai bertindak hati-hati. karena itu ayah menghentikan kasus ini, agar mereka tidak menghilangkan barang bukti yang sebenarnya."


"Maksud ayah siapa? apa ayah sudah tau pelaku sebenarnya?" tanya Kaivan bingung. meskipun ia justru merasakan marah, marah akan k bodoh dirinya dan marah akan kejahatan si dalang pembuat masalah ini.


"Kaivan... setelah ini berpikir lah sebelum bertindak, tidak semua yang kamu lihat sesuai dengan kenyataan. dunia ini kejam nak, seseorang tidak akan memandang saudara atau tidak, keuntungan akan membutakan mata hati seseorang. belajar lah lebih dewasa...." Kaivan tertegun mendengar nasehat ayahnya,apa dia sudah begitu bodoh? sehingga ayahnya mengajarnya bak seorang anak kecil.

__ADS_1


******


__ADS_2