
Ada aura mencengkam dirumah itu, biasanya sering terdengar suara tawa, tapi sekarang terasa sangat sunyi.
Ayah Ardi memandang tajam menantunya itu, entah apa yang ingin ia sampaikan membuat Arya merasa sedikit ngeri.
Hari ini Arya sengaja berlibur dari kerjanya, itu semua atas permintaan ayah. Untung saja pekerjaan Arya yang sedang senggang membuat ia tidak keberatan dengan permintaan ayah mertuanya.
"Ada apa yah?" Akhirnya pertanyaan itu muncul juga, setelah hampir setengah jam hanya saling diam.
"Bisakah kamu melakukan sesuatu?"
"Apa?"
Arya Semakin gugup, ada rasa cemas dalam hatinya. Dari tadi diam, dan tiba-tiba malah meminta sesuatu yang belum bisa dirinya tebak.
"Tinggalkan Salva!"
Deg.
Dunia Arya serasa mau berhenti mendengar permintaan Ardi, atau perintah itu? Apa maksud dari ayah Mertuanya, meminta dirinya meninggalkan istrinya! Itu tidak mungkin ia lakukan.
"Apa maksud ayah? aku tak paham," ucap Arya masih berusaha tenang.
__ADS_1
"Tolong kamu tinggalkan putriku!"
Arya menggeleng bentuk penolakan dari ayah mertuanya. apa salahnya? sehingga disuruh meninggalkan istrinya?
Apa karena masalah yang sedang mereka hadapi? membuat ayah mertuanya sangat marah.
"Aku minta maaf karena sudah membuat putri ayah menangis. Tapi aku tidak mau meninggalkan istriku!" tegas Arya.
Ardi hanya tersenyum sinis, entah mengapa ia sampai berpikir untuk mengambil keputusan seperti ini. Mungkin karena ia ingin memberikan sedikit pelajaran pada menantunya ini.
"Tapi keputusanku sudah bulat! tinggalkan Salva dengan baik-baik atau dengan paksaan kami!" Suara Ardi Mulai meninggi.
"Tapi kenapa ayah? Dia istriku, dan aku menolak untuk berpisah dengannya!"
"Aku mohon maaf Ayah ... Aku akan berusaha lebih keras untuk membahagiakan Salva." Arya bahkan hampir bersimpuh di kaki ayah mertuanya, tapi memang keputusan Ardi yang sudah tidak bisa diganggu gugat lagi, membuat permintaan Arya dihiraukan.
Ardi meninggalkan Arya yang terdiam, ia tau menantunya itu sedang berpikir keras, tapi Ardi sudah mengambil keputusan, yang pada akhirnya akan membuat semua akan lebih baik. Atau mungkin... semuanya tidak akan baik-baik saja?
*****
Arya masuk dalam kamar dengan linglung, ia menatap istrinya yang masih belum berubah, berdiam diri didepan jendela sambil melihat pohon yang bergoyang karena angin. Tatapan matanya sangat kosong, wanita itu bahkan tak peduli dengan tubuhnya sedingin es karena tertiup angin malam.
__ADS_1
Aku tidak mau kehilangan istriku! Dia milikku, dan aku harus memperjuangkannya!
Arya mendekati Salva yang belum sadar dengan keberadaannya, sengaja Arya melingkarkan tangannya di perut istrinya.
"Sayang,"
Salva sempat terkejut sebentar, setelah itu ia kembali seperti tidak terjadi apa-apa.
"Sampai kapan kamu mengabaikan mas? Adakah yang bisa membuat mu memaafkan mas?" Arya semakin mengeratkan pelukannya.
Salva hanya diam, tidak membalas ucapan maupun pelukan suaminya. Seperti tubuh yang tidak mempunyai nyawa, meskipun bisa bergerak tapi tak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Arya menarik nafas lelah, ternyata bujukannya belum bisa meluluhkan hati wanitanya. Melepaskan pelukannya dengan mencoba menguatkan hati dan pikirannya. Bagaimana pun caranya, ia tidak akan membiarkan istrinya pergi!
“Besok malam aku harus berbicara lagi dengan ayah. Salva istriku, tidak seorang pun yang bisa memisahkan kami, kecuali atas kehendak Allah! Batin Arya mengeram kesal.” Gumam arya dalam hati.
Salva tak memedulikan ucapan suaminya. Ia melepaskan pelukan arya, lalu kembali berbaring di atas kasur tanpa mengucapkan satu patah kata pun
Arya merebahkan tubuhnya di atas kasur, sambil menatap istrinya yang melamun tak tentu. Ingin sekali ia menarik tubuh istrinya untuk masuk ke dalam pelukannya, seperti dulu saat mereka sedang bertengkar. Tapi sekarang bukan waktu yang tepat, karena mereka bukan lagi bertengkar, tapi ada sesuatu yang belum ia ketahui, sesuatu itu apa?
*****
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya kak.
Maaf jika ada kesalahan dalam penulisannya, harap dimaklumi!