Guarding The Vampire Sword

Guarding The Vampire Sword
Gtvs


__ADS_3


...[Sky Tulip (Pinterest) ]...


Setelah pagi tadi mereka berpamitan pergi dengan Ratu Zeline juga membuat perjanjian persekutuan untuk merebut tahta.


Kelimanya kembali pergi dari kerajaan Ratu Zeline. Belum sempat jauh Damanda merasakan sesuatu yang sangat sakit tapi, hilang tiba-tiba. Damanda kembali berjalan menyusul mereka.


Damanda mendekat berjalan di belakang Marcus sambil mereka berlima berjalan keluar istana. Rhapael melirik ke belakang sedikit lalu kembali menatap jalanan.


Ratu Zeline tidak bisa mengantar mereka dan Ratu Zeline hanya bisa mengatakan agaraereka selalu hati-hati.


Sangat dekat sepertinya mereka berempat dengan ratu Zeline termasuk Rhapael dan Damanda seperti ada tempat tersendiri untuk mereka di hati Ratu Zeline.


"Jangan muntah lagi siapa yang akan membawa kudamu jika kau muntah, " ucap Marcus sedikit terdengar tidak nyaman di telinga Damanda.


"Iya.. terimakasih karena sudah perhatian padaku. Aku sangat senang, Huuh," ucapnya membalas Marcus.


'Selalu saja menyebalkan,' pikirnya sambil melirik Marcus.


"Elina oh Elina aku sudah besar," ucap Damanda menirukan nada bicara Marcus ketika berhadapan dengan wanita cantik. di sebelah kuda ketika mengantar mereka menaiki kuda.


"Diam lah Damanda, Nona!" Marcus kesal sendiri. Tristan menahan tawanya.


"Aku bisa membuat mu malu jadi jangan ganggu aku lagi," ucap Damanda pada Marcus yang kesal.


Mereka kembali diam melanjutkan perjalanannya hingga memasuki area hutan setelah keluar dari area penduduk kota .


Damanda sedikit lelah seketika kalung itu bersinar tak terasa ada angin sejuk menerpanya dan itu membuat segar dan nyaman sekitar hutan di awal masuk.


Damanda menikmatinya sedangkan Rhapael sibuk dengan pikirannya.

__ADS_1


Tentang latihan pedang dimana Rhapael dan Damanda berlatih waktu itu rasanya aneh. Dama,da lihat dan seperti rungan memegang pdang yang bahkan lebih sulit di bawa untuk perempuan lemah yang keliatannya seperti Damanda. Kenyataannya Damanda bisa menyamai Rhapael yang berlatih tanpa kekuatan dan Ratu Zeline yang berlatih tanpa kekuatan.


Damanda yang diam menatap sekitar ketika melihat dahan pohon ada burung beda jenis saling mendekat dans epertinya saling bersama Seketika itu ingatan kemarin membuat Damanda merona malu.


"Aaaarh... Malu... jangan ingat itu," teriakan dengan keras membuat keempat lelaki itu menoleh. Damanda langsung diam berpura-pura tidak terjadi apapun dan berjalan saja seperti biasa. Marcus terkekeh.


"Jaga sikapmu nona kau wanita sendirian disini," Marcus. Damanda acuh saja dan berjalan lebih dulu Marcus hanya menatap dengan menggeleng Damanda yang baru saja melewatinya dengan kudanya hanya acuh.


Damanda melihat bayangan dimana Marcus dan seorang anak lelaki wajah mirip Rhapael itu bersama sama.


Sepertinya Rhapael dan Marcus memang dekat.


Marcus menatap langit cerah dan suasana rindang hutan yang tenang.


Marcus adalah seorang penyihir dengan kemampuan cukup besar tapi, tidak juga terlalu hebat bisa di samakan dengan Ratu Zeline tapi, Ratu Zeline lebih banyak pengetahuannya dari pada Marcus dan Tristan.


Bukan berarti mereka memiliki kemampuan rata-rata.


Marcus selalu terlihat menyebalkan terlihat cuek rambut putihnya dan wajah tampannya seperti bola es di musim salju. Datar tak berekspresi kadang menyebalkan mengerjai seseorang tidak tanggung-tanggu. Hasutan Marcus bisa membuat Tristan kadang luluh kadang tidak.


Marcus dan Tristan memang sangat dekat tapi, tidak sedekat Rhapael dan Marcus.


Marcus dan dunianya itu lebih baik, kenapa Marcus mau ikut dengan Rhapael itu karena Marcus sangat dekat dengan Rhapael sulit di jelaskan seperti apa kedekatan mereka.


Marcus menginginkan Rhapael dan tahtanya kembali bersama. Sampai Rhapael belum mendapatkan haknya di kerajaannya dan Rakyat yang di tindas hingga meninggal dengan cara tak layak itu. Tetap, Marcus akan bersama Rhapael.


Jiwa Rhapael sebagai seorang pemimpin harus Marcus kawal sampai singgasana. Rasanya melihat kedamaian yang belum tentu terjadi di bayangan atau awang-awang Marcus, rasanya membuat Marcus sedikit bersemangat.


Sebenarnya juga satuhal mengusik Marcus yaitu pendatang baru, kenapa pula pemilik tubuh bernama Manda ini memberikannya pada gadis lain dari dunia lain. Bukannya lebih baik jika dirinya. Marcus cukup tahu tentang Manda dari yang lain sebelum Rhapael dan yang lainnya mengetahui tentang Manda atau Damanda.


Marcus merasa aneh sewaktu mengerjai Mimpi Damanda dan melihat wanita yang mirip lalu mengatakan jika itu ulah Tristan dan Marcus.

__ADS_1


Tentang Rhapael Vampir Marcus tahu juga. Marcus tidak peduli juga dengan Rhapael yang sudah tahu tentang Manda dan Damanda yang beda jiwa itu juga beda Raga dari dunia lain.


Jika sudah tahu, Rhapael tidak akan banyak bicara.


Marcus sekarang hanya fokus untuk melindungi dua orang walaupun utamanya sebenarnya hanya Rhapael. Tapi, karena Damanda dan bukan Manda yang disini jadi dua orang.


'Jika Rhapael sudah meringankan dengan kekutannya dan darah imortalia yang rumit dari ibu terutama tapi, untuk Damanda ia hanya wadah pedang dan juga sesuatu di masa depan yang sangat Rhapael butuhkan,' pikiran Marcus menerawang jauh ke mana hal itu sedikit menyerempet pada Ratu Zeline.


"Kita akan pergi kemana setelah ini?" Damanda bersuara seketika.


Rhapel dan lainnya tetap diam seperti tidak ada yang mendengarkannya. Damanda murung, ya sudahlah diam lebih baik.


Perjalanan mereka terus berlanjut hingga mereka sampai di derah tujuan berikutnya dari awal rencana adalah dua tempat menjadi tempat sekutu yang tidak tahu bagaimana mereka mengenal dan tahu Raja Damian yang jelas, itu adalah tujuan Rhapael untuk membuat Galen menyingkir dari tahta yang bukan miliknya dan membuat Galen sadar akan apa yang telah di lakukannya.


Damanda tahu secara singkat kisah sebelum saat ia datang Manda yang menjelaskannya dalam mimpi dan juga beberapa ingatan lainnya. Damanda tidak bisa tahu masa depan tapi, Manda mengingatkan Damanda tentang apa yang terjadi di masa lalu.


Masa dimana di masa depan qkan juga terjadi berulang seperti seorang yang berjalan di lingkaran.


Marcus diam memperhatikan Damanda dari samping. Lalu kembali fokus kedepan.


'Sesuaikan semua hal tentang yang tidak perlu, Bagaimana jika melupakannya setelah kau menjadi Raja Rhapael.' Rhapel diam menatap kedepan dengan perasaannya yang rumit.


Rhapael dan perkataan Ratu Zeline membuatnya terus berpikir.


Rhapael dan ucapan Damanda yang mengatakan semuanya akan baik-baik saja juga masih di simpan dalam ingatannya. Dua wanita yang ucapannya Rhapael simpan.


Limino melirik sekilas pada Damanda.


Damanda tepat sekali ketika melihat ke arahnya.


'Kenapa dia melirik lirik begitu, aku terlihat buruk, aneh memang,' pikiran acuh Damanda sambil terus menjalankan kudanya.

__ADS_1


__ADS_2