Guarding The Vampire Sword

Guarding The Vampire Sword
Gtvs


__ADS_3

Damanda menatap algojo Galen yang siap-siap akan mengambil bayi dalam kandungan ibu hamil tersebut.


"JANGAN... KUMOHON JANGAN APA-APAKAN ANAK ITU AKU AKAN MELAKUKAN APAPUN JANGAN SAKITI ANAK ITU," Damanda berteriak pada Algojo dan Galen.


"Hemm.. Baiklah nona cantik aku akan mengabulkannya."


"Urus bayi itu dan rawat jangan biarkan dia terluka karena Guarding ini sepertinya bisa aku manfaatkan sebagai selir tersayangku," ucap Galen dengan wajah yang yang licik.


Damanda di lempar lagi kedalam penjara.


Seketika pikiran Damanda melayang mengingat bayi itu.


Sampai Damanda merasakan kantuk Damanda rertidur.


Di luar istana semuanya menyerang pada pasuka Rhapael seketika itu Rhapel tak bisa tinggal diam. menyerang balik dan membuat pasukan Galen yang sulit binasa akhirnya bisa mati juga.


Rhapael akhirnya bisa masuk dan menebus semua pertahan istana dalam, sampai Rhapael berdiri didepan pintu utama seketika itu Galen muncul dengan wajah yang sangat senang menyambut keponakan tersayang.


Damanda seketika terbangin didalam sel tahanan dengan suara kunci sel di buka.


"Keluar ayo," suara menyeramkan dari mahluk setengah burung pemakan bangkai setengah wanita tua itu mengajak Damanda keluar.


"Tidak!" Damanda meronta dan semuanya percuma karena semuanya sudah sangat lemah.


Damanda terpaksa di seret dengan tali seperti binatang buruan.


Damanda terus meronta agar bisa lepas tapi, semuanya percuma ketika Damandansudah sampai di ruangan lain dan bayi ituenjadi sandra Damanda menatap tajam Galen didepannya dengan marah.


"Apa? APA YANG KAU INGINKAN BAJINGAN!" Kesal Damanda dengan setengah emosi setengah tenaga hampir menipis. Wajah Damanda snagat pucat selama beberapa hari tak di berikan makan hingga minum.


"Hoho.. Marah.. Kenapa marah, ayolah jangan marah aku ini sangat baik hingga sekarang rhapael mungkin akan mati melawan anak buahku didepan," ucap Galen seketika mengubah raut marahnya dan bergenti raut wajah berpikir Galen terkekeh dengan puas dan menatap wajah oanik Damanda.


'Tidak! Tidak mungkin mereka melakukan penyerangan sekarang kenapa lebih cepat apa yang mereka lakukan?' Damanda berpikir keras seketika Damanda menatap mata Galen yang menatapnya tanpa jarak.


"Kau.. Kau yang membuatnya datangs endiri kemari kan, Kau licik." Bentakan Damanda didepan wajah Gelen seketika membuat wajah galen kembali tertawa dengan keras.

__ADS_1


Galen mengisyaratkan anak buahnya untuk memulai ritualnya.


Damanda meronta terus bergerak ingin lepas bukan lepas Damanda malah tercekik dengan kasar dan sakit sekali rasanya.


Di luar sana Tristan dan Marcus masih bisa berdebat ketika vampir penyihir mendekat dan seketika menyerang Marcus seketika itu Tristan menusuknya dari belakanh dengan sihir di pedangnya hingga jantungnya hancur.


"Kau.. kenapa kau tidak serius dalam berperang haah," marah Marcus pada Tristan.


Tristan mengeriyit heran. Menatap Marcus dengan tatapan yang aneh sambil mengikuti langkah Marcus pergi.


Dugh.. Seketika Tristan melempar sesuatu dan mengenai punggung Marcus.


"Kau yang sadar makanya gunakan sihir yang benar bukan untuk mengajak wanita saja dasar Bodoh," ucapan Tristan seketika membuatnya kalang kabut ketika ada Srigala membuatnya tak bisa bergerak.


Grooaarh....


Serigala dengan banyak air liur dan darah itu hampir akan menelan Tristan. Tak lama Marcus membantingnya dan mematahkan lehernya juga menghancurkan inti tubuh srigala itu.


"Haah.. Lakukan lagi, Kau membuatku akan mati," ucap Tristan dengan kesal.


"Heey.. Kau minta maaf lah, aku ini membantumu percuma," ucap Marcus tak kalah kesal.


*


Rhapael kini dengan Galen yang sebenarnya bukan Galen dan ternyata wanita dengan symrai hijau itu meniru wajah Galen dan memiliki kekuatan besar mirip Galen dengan ada batasannya.


"Bagaimana kabar mu sekarang Pangeran,c ycap lawan Rhapael wanita bersurai hijau.


Rhapael tak menjawabnya dan terus menyerangnya hingga menghancurkan beberapa tempat di halaman istana.


Rhapael dengan malas melakukan ini seketika merasakan sekujur tubuhnya aneh.


Limino menoleh tepat pada Marcus dan Limino juga berbalik Menoleh pada Tristan.


"Bulan purnama." Kata mereka bersamaan dengan berbisik.

__ADS_1


Rhapael seketika menatap keatas seketika itu serangan wanita surai hijau itu membuatnya sigap menahan serangan pedangnya.


Rhapael masih dengan wanita yang tidak ada selahnya itu dan didalam istana Damanda duduk di bawah cahaya Bulan purnama yang tepat mengenai dirinya saja seketika apa yang terjadi padanya membuat Damanda binggung. Rasanya tubuhnya ringan dirinya merasakan hal aneh.


"Berika telapak tanganmu," ucap Galen ketika salah satu pelan dengan tudung jubah hitam memintanya.


"Tidak akan aku berikan," ucap Halana sangat marah dan kesal.


Halana menatap nyalang pada orang yang memintanya seketika akan mengambil tangan Damanda seketika itu orang itu terpental dan mati.


Damanda terdiam menoleh pada Galen dengan tatapan yang benci.


Di depan sana di luar Rhapael masih dengan wanita surai hijau seketika itu mendengar suara teriakan Damanda Rhapel langsung menoleh dan menghabisi Wanita itu dengan sihir Mana yang masih di milikinya.


Wanita itu mati begitu saja lalu berubah menjadi tumbuhan hijau dengan pohon besar berlumut juga berjamur dan berbunga.


Rhapael masuk ke dalam Tidak segera sampai pada Damanda Rhapael malah berputar-putar di semua tempat istana.


"Tidak mungkin jika aku masuk perangkap labirin istana," ucap Rhapael yang seketika ingat sesuatu.


Damanda masih terdiam menatap Galen seketika itu seorang wanita tua yang tadi yang menarik Damanda dengan wajah setengah burung pemakan bangkai mengangkat bayi muda itu ketas dengan memegang kedua tangan dan kakikinya lalu mengayun-ayunkannya diatas bara api. Damanda tak bisa melihat itu jiwa kaibuannyaeronta ingin menghajar mahluk aneh yang mempermainkan bayi diatas bara api


Oeek... Oekkk Histeris tangis sibayi membuat Galen semakin kencang tertawa.


"Itu adalah bayi salah satu Bangsa Guarding kau tahu wanita itu, ibu dari bayi sedang terancam nyawanya adalah masih satu kerabat dengan bangsa mu dan anak itu adalah lelaki bangsa Guarding pertama kali melahirkan anak anak lelaki sebelumnya hanya perempuan dan perempuan jadi, pantas saja kau, memiliki ikatan dengannya karena dia sama sepertimu, Benar!"


Galen berdongeng sebentar untuk membuat bayi itu semakin menangis dan merasakan betapa sakitnya di panggang diatas bara api.


Damanda bangkit seketika terjatuh lagi dan terjatuh hingga Damanda bisa berdiri lalu meletakan pedangnya diatas meja batu.


Damanda seketika mengingat apa yang pernah Marcus, Tristan dan Limino juga Rhapael katakan jika pedang ini bisa di lepas darinya setelah ada bulan purnama atau gerhana yang datang secara bersamaan lalu kalo baru Bulan purnama apa yang akan terjadi.


Galen memperhatikan apa yang Damanda lakukan seketika itu merasa sangat senang dan sangat gembira.


Damanda menatap pedang itu seketika itu seorang yang bungkuk dengan tubuh kecil memberikannya pisau.

__ADS_1


Damanda menatap dengan tatapan yang nanar.


'Rhapael dimana kau, Aku harus memilih apa kenapa kau tidak datang membantuku, jangan bilang kau mati dan sudah tiada. Aku sendirian,' Damanda menangis menunduk seketika mengangkat tangannya Seketika itu suasananya berubah menjadi gerhana bulan.


__ADS_2