
Beberapa dari Bangsa imortalia dari kaum Galen mengelilingi tempat itu dan membuat sedikit suara gaduh yang Damanda masih bisa dengar dan sadari.
Di dalam Damanda sudah berwaspada juga sudah bersiap dengan beberapa hal untuknya dibawa dengan Daman agar aman.
Kudanya pun siap. Damanda menggendong Damanda didepan dan menaiki kuda pelan tanpa suara.
Sadar semakin mendekat Damanda juga sudah memasang pengalihan agar bisa mengulur waktu berlari seketika itu Damanda kabur bersama Daman dan kuda lewat belakang Damanda berputar kedepan lewat jalan lainnya seketika akan pergi melangkah lebih cepat dan jauh ternyata Bangsa imortalia kaum Galen terlalu pandai dan salah satu dari mereka yang tertipu.
Damanda terus melajukan kudanya pantang mundur Kalung liontin merah yang ternyata di pakai Damanda sekarang bisa bersinar lebih terang tanpa Damanda sadar.
Di istana Rhapael sadar dan terbangun dari tidurnya dengan pakaian piyamannya Rhapael keluar kamarnya bersamaan jubah merah lis hitamnya yang terlihat lebar dan terbang sedikit terkena angin dari langkah Rhapael yang tergesah tetap tenang.
Beberapa pelayan tak tahu tapi ketika Rhapael sampai didepan saat itu juga penjaga banyak yang terkejut hingga Limino yang sedang bicara ringan dengan para juniornya terkejut.
"Yangmulia." kata mereka.
Rhapael sampai didepan gerbang seketika akan ada yang membukanya Rhapael mengisyaratkan untuk tidak membuka dulu.
__ADS_1
Di hutan Damanda sedang bertaruh keselamatan Daman dan dirinya Terus berlari dan mempertimbangkan segala meja jalanan yang kudanya lalui seketika merasa mulai sunyi Damanda memelankan kudanya dan tepukan di bahunya memebuatnya kaget sedikit dan mengacungkan anak panah keleher lawannya.
Ternyata Green.
"Sedang apa kau dan.. Daman di luar terjadi sesuatu," ucap Green seketika menoleh kebelakang.
"Green situasi bahaya," kata satu temannya. Green mengerti dan mengajak Damanda lari bersama kutanya mereka ada di belakang Damanda mengawasi juga salah satu ahli sihir prajurut yang bersama Green menyebar bubuk peredam agar membuat jejak mereka seperti ada banyak sekaligus mengelabui musuh
"Green ini bahaya untuknya, Mereka Bangsa Imortalia Kaum Galen mengincar wanita dan anaik ini," ucap Teman Green yang sadar siapa yang sedang mengejar mereka.
Rhapael didepan gerbang mengisyaratkan untuk Gerbangnya di buka.
Seketika itu angin malam dan beberapa dedaunan terbang melewati jarak mereka menatap keluar gerbang juga ke dalam Gerbang.
Damanda dengan nafas memburunya menatap wajah Rhapael yang menatap dingin menyambut kedatangan Damanda dengan wajah yang datar sekaligus tatapan tajamnya.
Di belakang sana tidak ada tanda-tanda para Bangsa Imortalia Kaum Galen mengrjar lagi.
__ADS_1
Damanda turun dari kudanya dan menuntun kudanya Sadar sesuatu mendekat Green dengan sigap melindungi bagian belakang Damanda ternyata dari atas seorang bangsa Imortalia mata merah berniat menghantam Damanda dan Daman sekaligus Rhapael langsung bergerak cepat melesat tak terlihat seketika itu membanting sosok yang akan menyerang Damanda dan Daman sekaligus.
Semuanya di buat takjub dan melogo hanya Damanda yang biasa seketika itu Daman terbangun dari tidurnya dan menatap Damanda juga tempat beda.
Damanda dan Daman terdiam ketika melihat Rhapael menghancurkan sesuatu dari jarak yang tidak terlalu jauh dari mereka Damanda menutupi mata Daman ketika Rhapael melakukan hal dimana anak kecil tak boleh lihat perlakuan berkelahi yanh sangat kasar.
Tiba-tiba dari arah belakang sebuah serangan dari arah belang membuat Damanda menatap tajam saat itu juga tidak tahu datangnya dari mana Damian datang dan membuat dirinya hampir mati.
"Putra Rhapael." ucap Wanita bangsa imortalia dari kaum Galen.
"Jangan sentuh ayahku dari belakang hadapi aku," ucapnya yang berani seketika mengulur waktu.
Seketika itu tubuh Damian tak mampu menahannya dan terlempar keras ke udara hingga masuk ke dalam jurang dalam Damanda refleks menyerahkan Daman pada Green dan melangkar cepat mengejar Damian sebelum terlembat.
Sadar sebuah tragedi baru saja terjadi di belakangnya Rhapael dengan santai tenang berbalik satu tangannya mencekik cepat leher yang mendekat padanya tak terkira hingga leher itu hamcur dalam genggaman Rhapael. Rhapael menghabisi beberapa bangsa imortalia kaum Galen yang muncul di hadapannya dan menatap semuanuya yang menatap Rhapael.
Detik yang sama saat yang sama Rhapael melihat Damanda melompat mengejar Damian. Saat itu juga Elina keluar dan memastikan sesuatu.
__ADS_1