Guarding The Vampire Sword

Guarding The Vampire Sword
Gtvs


__ADS_3


...[Sky Tulip (Pinterest) ]...


Ketika kuda berjalan pelan dan hari hampir gelap Mereka berlima merasakan ada banyak hal mengawasi rasanya di ikuti dan di perhatikan.


Damanda melangkahkan kudanya mendekat ke Rhapael dan Limino.


Mereka juga Refleks meletakan Damanda di tengah dengan aman sambil terus berjalan.


Tiba-tiba muncul srigala hitam besar dengan taring yang tajam.


Aumannya sangat keras membuat mereka menghentikan kuda dan kuda mereka juga terkejut.


"Ini akan bahaya." Kata Rhapael menurunkan Damanda dari kudanya.


"Tapi, aku bisa..." Belum selesai bicara Limino menebas tubuh srigala hitam itu dengan tak terduga terbelah menjadi dua dan darah juga mengenai Damanda dan Limino.


"Jangan merepotkan kami kau tidak bisa menggunakan senjata dengan baik," kata Marcus lalu maju dan menyerang tiga srigala sekaligus dengan pedangnya. Lalu Tristan melindungi Damanda dari samping dengan menusuk Srigala itu yang akan menggigit Damanda.


Rhapael fokus pada pertarungannya dan melindungi yang lainnya melupakan jika ada Damanda, Rhapael memang melindungi semua tapi, tidak ingat ada wanita di sampingnya yang ke bingungan.


"Tidak, aku tidak lemah, Ayo Damanda berani untuk sekarang!" Damanda bicara pelan pada dirinya sendiri menggenggam pedang lain di tangannya. Seketika itu Damanda menatap srigala didepannya ketika semua lelaki yang sibuk bertarung masing-masing mempertahankan dirinya. Damanda berusaha berani walaupun takut menyerang Srigala yang lumayan lebih kecil dari yang lainnya.


"Aku bisa, Hiiyaa." Serangan pertama Damanda lakukan. Lalu serangan berikutnya dan seterusnya.


Sudah dapat tiga Srigala besar dan itu masih bertambah banyak.


Damanda lelah dan tangannya sangat sakit rasanya ingin menyerah sekarang.


'Jangan sekarang, jangan menyerah ayo!' Damanda menyemangati dirinya sendiri kembali bangkit ketika, Srigala berukuran dua kali lebih besarnya srigala besar lainnya melompat dan akan memangsa Damanda saat itu Rhapael melindungi Damanda dengan punggungnya dan bahu tangannya didepan wajahnya. Tidak sempat mengambil pedangnya yang terjatuh Rhapael menggunakan tubuhnya untuk tameng Damanda.


Rhapael menatap mata Damanda yang bergetar kaget terkejut jarak wajah mereka sangat dekat.


Darah keluar dari tangan Rhapael menetes dan jatuh mengenai Damanda. Seketika itu, Tristan menarik Damanda menjauh dan Rhapael melempar srigala itu kuat hingga membuat pohon besar tumbang dengan hantaman punggung srigala besar itu.

__ADS_1


Srigala yang sepertinya Alpha dari kawanannya itu menatap Rhapael dengan samar. Seketika bangkit dan menyerang Rhapael.


Berlari menyerang Rhapael Srigala yang hewan buas itu, tidak tahu siapa tandingannya dan ia hanyalah hewan buas biasa bukan siluman jadi-jadian.


Mata Biru Rhapael berganti tempat dengan mata coklat Rhapael.


Membuat Srigala itu berhenti tepat didepan Rhapael dan menunduk bukan takut tapi, seketika srigala itu meringkik seperti kesakitan dan hancur seluruh tubuhnya tanpa Rhapael sentuh kepala sampai ekornya seperti meledak.


Refleks Damanda menatap dengan wajah yang sangat takut menutup mulut dan hidungnya dengan kedua tangannya , ini kali pertamanya melihat hal mengerikan di hadapannya sampai otaknya berhenti berpikir bagaimana bisa itu terjadi.


Rhapael berbalik dan menatap Damanda, wajahnya masih terkejut dan menatap para srigala yang yang tergeletak mati dengan darah di mana-mana dan satu srigala besar yang hancur.


Salah, jika Rhapael tidak memperhatikan Damanda buktinya Rhapael sempat melindungi Damanda.


Damanda merasa sangat bersalah dan apakah sekarang dirinya menjadi beban.


Damanda menunduk malu dengan wajah sedihnya.


"Kita lanjutkan lagi karena daerah ini jauh dari kata baik saja," ucap Limino memberikan suaranya Rhapael mengangguk dan kembali melanjutkan perjalanannya.


"Jika kemari-kemarin masih ama mungkin ke depannya tidak, lebih baik kau tinggalah di Kerajaan utara tempat Ratu Zeline. Kami juga akan kembali lagi ke sana," ucap Tristan membuat Damanda terdiam kaku.


"Tidak aku tidak merepotkan kalian," ucapnya dengan berani Wajah Rhapael sedikit cair.


"Aku juga sudah mengalahkan tiga serigala itu cukup menjadi apresiasi yang baik lah," ucapnya lagi. Marcus langsung tertawa terbahak seperti itu adalah hal yang sangat lucu dan aneh bagi Marcus.


'Lihat saja bukan serigala itu yang harus aku bunuh tapi, orang ini,' pikir Damanda melirik Marcus yang masih tertawa karena bicaranya tadi.


Marcus sampai mengelap air matanya karena saking lucu dan gelinya.


"Lalu yang terakhir yang mau menyerang mu itu tidak bisa kau tangani dan malah membuat Rhapael terluka," ucap Marcus. Damanda terdiam melirik Rhapael yang terdiam saja.


Merek melanjutkan jalannya dan ketika sudah pagi Hari Damanda juga tertidur di atas kudanya sendiri.


Sekarang mereka sampai di pemukiman penduduk kota Timur.

__ADS_1


Kerajaan Timur lebih tepatnya di pimpin oleh seorang sultan. Salah satu Raja terbaik yang pernah bertemu dengan Zeline dan mengenalkan Rhapael padanya juga.


Para prajurit yang tahu jika itu panglima Limino dari selatan. Langsung bergegas menyambut.


Mereka sedang berpatroli dan tidak sengaja melihat kuda-kuda dan rombongan Limino.


"Salam." Mereka berdiri di hadapan Limino dan lainnya. Seketika salah satunya membuka helem zirahnya.


"Anda masih mengingat saya," ucap salah satu prajurit.


Limino seketika mengangguk dan tersenyum kecil.


Di Istana. Mereka sampai di gerbang utama. Memasuki Gerbang mereka di sambut oleh Pelayan khusus dan terbaik termasuk Sultan sendiri berdiri di barisan paling depan menyambut Rhapael dan Limino.


"Halo.. kawan lama Selamat datang, Bagaimana kabarmu? Kakak besar alias kakak ketemu dewasa ini sudah lama tidak mendengar kabarmu, kau datang membawa..."


Sadar Sultan mengatakan sesuatu yang tidak bisa sembarangan. Seketika, berdehem.


"Baiklah sekarang kalian istirahat. Dan kita akan bicara nanti," ucap Sultan sambil menepuk bahu Rhapael dan menatap semuanya termasuk menatap mata Damanda yang seketika sadar langsung Damanda menoleh arah Lain.


Mereka masuk seketika Damanda menarik Tangan Rhapael dan berbisik.


"Kok aneh kenapa mereka baik, Rhapael ini kan bukan," ucapan Damanda belum selesai suara deheman Limino membuat Damanda diam dan melepaskan pegangan di lengan tangan Rhapael.


"Maaf.. Aku tidak sengaja." Damanda mengangguk dan mengikuti pelayan perempuan, Dua pelayan itu mengajak Damanda ke kamar yang sudah tersedia.


*


Rhapael sudah berganti pakaian dan menatap cermin melihat bekas lukanya yang hilang.


Rhapael dan Limino ada di satu kamar setelah Rhapael mamakai pakaiannya kembali, pakaian yang baru.


Pintu terbuka dan masuk seseorang dengan pakaian yang tidak terlalu meriah tapi, santai dan formal.


Sultan dan asistennya memasuki kamar Rhapael dan kebetulan ada Limino disana.

__ADS_1


Di ruangannya Damanda bisan dan keluar ketika berjalan-jalan tidak sengaja Damanda melihat pintu yang terbuka kecil.


"Itu Rhapael." Damanda akan masuk seketika berhenti dan memilih untuk diam beridi di depan menunggu sampai pembicaraan selesai.


__ADS_2