Guarding The Vampire Sword

Guarding The Vampire Sword
Gtvs


__ADS_3

Setelah Damanda di baringkan diatas meja batu semua pergi meninggalkan Damanda sendirian


Di sebuah tempat lain seorang perempuan cantik dan itu adalah Damanda asli duduk dengan pakaian gaun cantik banyak kilauan Damanda duduk dengan tenang di atas batu juga sambil melihat ada aurora tempat Damanda berada adalah seperti bukit es atau gunung dengan salju.


“Kau datang Damanda,” ucapnya.


“Kau.. diriku,” ucap perempuan cantik tadi yang sebenarnya Damanda.


“Bukan... aku itu Manda. OH iya aku pernah bilang untuk pergi kan tapi, sepertinya aku tidak jadi aku pinplan ya.. iya habisnya aku menunggu waktu ini.” Kata seorang wanita yang mirip dengan Damanda dan itu adalah Manda.


Seketika semuanya menghilang dan kembali seperti sebuah tempat dengan banyak bunga seorang wanita cantik dengan rambut hitam panjang terurai berterbangan terkena terpaan angin wanita itu terpejam merasakan angin membelai wajahnya, seketika mengukir senyuman manis di wajahnya lalu membuka kelopak matanya perlahan menoleh ke samping kanan dan menyambut seorang perempuan lain di hadapannya Damanda dengan bingung menatap wanita itu.


Mata biru itu seketika menatap lembut kearahnya.


Wanita itu melangkah mendekat dan memeluk Damanda.


“Sisa kekuatan Mana ku ada didalam kalung ini dan kau hanya tertidur. Jadi bangunlah dan lakukan tugasmu selanjutnya guarding tidak menjaga pedang itu sampai seperti itu saja dan berhenti setelah pedang kembali pada pengendalinya, kau harus tetap ada di sekitar pedang itu, tidak mungkin sarung pedang jauh dari pedangnya,” ucap wanita itu.


“A.. aku tak mungkin Yangmulia Ratu Alexa anda... aku tak bisa,” ucap Damanda gugup bingung harus bilang apa, seketika Ratu Alexa melambai.


“Bisa... kembalilah padanya... putraku akan menjadi raja Hari ini jadilah ratunya atau paling tidak teruslah di sampingnya sebelum rasa cinta kalian tumbuh,” ucap Wanita itu yang ternyata Ratu Alexa.


Seketika tubuh Damanda menghilang seperti berlian seketika itu juga semuanya terasa gelap seketika itu ada bau angin yang bisa Damanda cium bersamaan bau harum bunga semakin terasa seketika itu seperti sebuah tirai terbuka di dua tempanya seketika itu semua terlihat sangat terang berwarna putih terang dan ketika akan menjelaskan semua tatapannya seketika jari lentik seorang wanita itu menyentuh sebuah gagang batang bunga dan baunya sangat harum.


Damanda tersadar dari kematiannya seketika itu membuang bunganya dan berusaha bangun dengan wajah yang sangat lecak dan kumal.


Damanda merasa rambutnya wangi pakaiannya berganti dengan warna putih.


“Heey.. ada orang disini,” ucapnya dengan sembarangan seketika itu membuat semua yang ada di ruangan itu terkejut seketika Damanda menatap aneh, ternyata tidak Damanda sendiri di ruangan itu ternyata ada orang lain di sana dan itu adalah Rhapael bersama seorang anak kecil berusia setahun dan lainnya.

__ADS_1


Dan Ratu Zeline juga Elina menangis haru dan Tristan Limino juga Marcus menatap nanar ke arah meja batu mereka tak percaya jika itu Damanda.


Tidak ada yang kesal mereka semua juga kaget dan terkejut ketika sebuah bunga terlempar keluar dan membuat semuanya menatap bunga setelah itu terdengar suara seseorang dan terlihat Dalmanda bangun dengan posisi terduduk.


“Di.. mana?” Bertanya pada semuanya seketika semuanya menangis.


Sadar Damanda melihat di sekelilingnya bunga Damanda melompat keluar dan menatap dengan tatapan yang geli juga takut.


“Siapa yang meninggal kalian membuatku ketakutan ya,” ucap Damanda menuduh.


Dengan tatapan anehnya Damanda, seketika Rhapael menatap balik Damanda dengan senang seketika itu, Damanda sadar pada tatapannya berbeda dan anak kecil lelaki itu juga menatapnya dengan tatapan basah.


Menangis seketika meminta di gendong Damanda.


Elina menyerahkan anak kecil itu pada Damanda dan seketika itu anak itu diam dan nyaman di dalam gemdongan Damanda.


Marcus datang dan mendekat pada Rhapael dan Damanda di susul yang lainnya.


“Kau mati sudah setahun dan sekarang kau bangun lagi beruntung tubuhmu utuh karena Rhapael menggunakan sihir raganya. Kau sangat kuat, aku tidak memujimu karena melawan Galen tapi, tidak makan dan minum selama di tahan Galen,” ucap Marcus seketika itu membuat Damanda murung tidak ada pujian yang keluar dari mulut Marcus si muka datar menyebalkan.


“Kau... kau itu bisa diam tidak jika tidak aku masukan semua bunga itu kedalam mulutmu,” ucap Damanda benci sekali dengan Marcus ketika bicara.


“Ck.. dia tidak masalah jika seperti itu berarti Damanda baik-baik saja sekarang,” ucap Taristan.


Ratu Zeline di tempatnya berdiri berjalan mendekat seketika menatap liontin merah itu.


‘Ternyata kau sendiri yang membawanya datang Alexa sebenarnya kau tak perlu tapi, kau malah repot-repot,’ batin Ratu Zeline bicara seolah ada Alexa didepan matanya.


Padahal yanga ada didepan matanya adalah Damanda dengan kalung liontin merah.

__ADS_1


Ratu Zeline mendekat ke Damanda yang masih menoleh dengan raut wajah kesal ke arah Tristan dan Marcus lalu setelah menoleh menatap ratu Zeline raut wajahnya langsung berubah menjadi senang.


Damanda memegang kedua tangan Ratu Zeline dan tersenyum seketika Tangan kanan Ratu Zeline mengusap kepala Damanda dan tersenyum dengan menatap lembut.


“Ada yang masih sakit, atau perasaan tak nyaman,” ucap Ratu Zeline.


Damanda menggeleng dan menatap netra yang selalu menatapnya lembut.


“Lalu bagaimana dengan.. eh dimana Rhap... Pangeran maksudku,” ucap Damanda seketika mendapat ketukan di kepalanya dari Marcus bukan dengan tongkat tapi dari tangannya.


Damanda mengaduh sakit dan menatap kesal tatapan kesal itu tak hilang ketika Marcus masih ada didekatnya dengan sangat sehat, tapi kenapa Rhapael pergi tatapan semuanya menatap Damanda dengan perasaan bangga dan kenapa juga badanya terasa sangat enteng.


Eh tunggu Damanda belum melihat wajahnya ada yang berkurang atau tidak tapi, semuanya seperti tidak ada masalah menatap wajahnya oh ya tuhan apa yang terjadi apa mereka diam-diam tidak mengatakan sesuatu karena Damanda baru sadar dan takut Damanda akan pingsan.


Perasaan bangun dari tidur ini sama seperti Damanda berpindah ke tubuh Manda waktu itu apa ini di sebut dengan terlahir kembali setelah tiga kali dan ini sangat aneh.


Damanda menghentakan pelan kakinya dan rasanya tetap sama seperti kakinya yang lain tidak ada apapun.


Damanda mengangkat wajah dan menatap ke dapan wajah Ratu Zeline dan menatap wajah Marcus lalu wajah Teristan dan Elina lalu bayi eh.. tangan bayi ini seketika menyentuh pipi Damanda dan seketika itu ada sapuan hangat dan nyaman Damanda merasakan jika bayi ini sangat dekat dengannya.


Di tempat lainnya Rhapael duduk di tepu kolam dengan perasaan sulit di gambarkan.


Rhapael bimbang dengan perasaannya sendiri kenapa dirinya senang.


Damanda sadar tapi, kenapa juga ada perasaan Takut seketika ingatan Rhapael mengingat dimana Damanda menghela nafas terakhirnya dan meletakan Damanda diatas meja batu lalu beberapa bulan juga Rhapael selalu mengganti bunga berharap Damanda bangun tapi, begitu anehnya Rhapael pergi setelah Damanda sadar dan di rindukan semua.


‘aku harus menjauhinya pedang ini sudah bersamaku, setidaknya hidupnya bisa lebih bebas dan aku akan menjalankan tugasku,' pikirnya nya dalam hati seketika, akan berbalik ternyata Damanda ada di belakangnya dengan tatapan mata yang sendu melangkahkan kakinya perlahan dan ketika iti Damanda berhenti dan menghapus air matanya.


“Maafkan aku yang membuatmu sulit aku menyusahkanmu pangeran,” ucapan Damanda seketika di sambut Rhapael dengan usapan air mata di pipinya. Tatapan mata biru yang lembut tidak lagi dengan mata coklat normalnya

__ADS_1


__ADS_2