
...[Sky Tulip (Pinterest) ]...
Damanda terus melangkah mundur sampai dirinya terhenti dengan pintu yang membentur dindingnya.
Damanda berlari ke samping berusaha mengeser menjauh tapi, terkepung dua Srigala yang masuk ke ruangannya dari jendela dan Lelaki tadi hanya diam dengan wajah tampan rambut coklat yang gondrong juga ikal.
Damanda ingin menggunakan pedang malah tak bisa.
Damanda terdiam. Seketika,
"Tolong... Tolong, Hey... TOLONG AKU.. SIAPAPUN YANG DENGAR TOLONG... KAU.. KAU SIAPA SEBENARNYA KENAPA KAU MEMBAWA DUA ANJINGMU KE KAMARKU," Teriak Damanda sudah sangat kesal.
Lelaki itu tertawa.
"Bedakan Anjing dengan Srigala, bedakan mana perasaan yang lega dan waspada. Bedakan kau dengan pedang itu, Sekarang berikan pedang itu." Mengarahkan tangannya untuk mengambil pedang itu tapi, di tarik lagi oleh Damanda seketika Damanda berhasil lolos dan terpojok di balkon pilihannya, Lompat atau tidak.
Ketiganya mendekat.
"Cepat berikan aku tidak punya waktu yang lama," ucap Lelaki itu dengan tenangnya seketika merubah diri seperti Marcus.
"Marcus." Damanda tertipu.
"Iya. Cepetlah aku tidak akan meminta dengan seperti ini kenapa.."
"Penipu.. Pergi lah.. Aaa.. Anjingmu menggangguku sial." Damanda terkejut dengan erangan dua srigala.
"Srigala."
"Terserah." Damanda berteriak keras marah pada lelaki yang membenarkan ucapannya.
Damanda sulit sekali menarik pedang itu keluar sarungnya.
Damanda tidak pilihan lain melompat saja.
Damanda melangkah naik dan belum siap seketika terpeleset jatuh ke bawah seketika itu mata Damanda terpejam dengan rapat, Merasakan tubuhnya melayang, Damanda terdiam.
Membuka matanya pelan ternyata, Rhapael menangkapnya dan Ada Sultan juga Limino dan ketika Damanda melihat ke atas ternyata Lelaki itu menghilang.
Rhapael menurunkan Damanda dari gendongannya.
Seketika semua prajurit memasuki kamar Damanda.
__ADS_1
Sultan juga menyiapkan pedangnya.
"Sulit sekali memintanya hanya padamu, Cepat berikan pedang itu padaku, dan yaah.. Halo Pangeran Rhapael," ucap Lelaki itu dengan ramah seketika para srigala yang sama keluar dari belakang tubuh lelaki itu seperti sudah bersembunyi sejak tadi.
Rhapael menarik Damanda ke belakang seketika Damanda menggeser tubuhnya ke depan Damanda.
Damanda membawa pedang lainnya yang entah dari mana di dapatkannya. Damanda menarik salah satu pedang dari prajurit di dekat Sultan tanpa sadar.
Suara teriakan dari atas kamar Damanda membuat semuanya menoleh seketika mereka melihat dua srigala tadi hanya Damanda yang lihat sekarang berlumuran dengan Darah.
"Jadi ada korban sekarang, sungguh menyusahkan. Tidak bisakah.. Berikan saja lalu aku bisa pergi."
Damanda memejamkan matanya memutar pedangnya lalu melangkah ke depan mendekat dan seketika menyerang para srigala menusuk hingga menembus dan menghilang seperti asap para srigala yang mati di tangan Damanda juga membunuh yang paling besar dengan melompat dan memotong lehernya dengan pedang tajam itu.
Rhapael tak sempat meraih Damanda yang ke buru menyerang serigala itu.
Semuanya melongo dan tidak bisa berucap apapun. Tapi, hanya sesingkat itu Para Srigala muncul lagi, Marcus dan Tristan mengambil mereka mengurungnya dalam jaring sihir. Sepertinya juga percuma, jaring utu rusak oleh lelaki berambut gondrong coklat ikal.
"Evakuasi semuanya yang ada di sekitar istana periksa semua tempat dan jangan biarkan ada seekorpun berkeliaran bebas," perintah Sultan pada para prajuritnya.
Rhapael mendekat seketika Damanda menghentikannya. Tangan Damanda mengisyaratkan untuk Rhapael berhenti.
"Jangan... Dia mengincarmu jangan mendekat biarkan aku saja," ucap Damanda sok berani.
Seketika Damanda menginjak lalu mengambil pedang yang tergeletak itu, Memainkannya memutarnya dan mengendalikan dua pedang.
"Awaaahw... Kau sangat berbeda dengan yang tadi aku temui atau karena kau di perhatikan oleh pangeran Rhapael." Lelaki itu menggoda Damanda.
Damanda berdecih.
Damanda mulai bersiap dengan pertahanannya untuk menyerang.
Seketika Serigala itu menjadi satu dan besar dan lelaki rambut coklat gondrong itu berdiri di bawah Dagu, berdiri diantara dua kali besar Srigala itu.
"Bagaimana jika... Bermain dengan anjing sungguhan," ucap Lelaki gondrong rambut ikal coklat itu.
Damanda menegguk ludahnya kasar.
"Jangan bodoh Damanda kau ini tidak pandai dalam bermain dan menyerang dengan pedang," ucap Tristan keras sambil berlari mengejar seketika terhalang sesuatu dan membuat langkahnya terhenti dua Srigala menghentikan langkahnya. Seketika Tristan diserang Marcus membantunya.
Limino dengan refleks melindungi Rhapael.
Tangan Rhapael meraih bahu Limino.
__ADS_1
"Bantu Sultan biarkan aku mengurusnya," ucap Rhapael serius.
"Tapi, Tuan anda.. harus," ucapan Limino belum selesai bicara Rhapael sudah berjalan pergi meninggalkan Limino dan menghampiri Damanda.
"Hoooho... Bantuan datang Nona, Bagaimana kalau kau bersikap lemah saja biarkan pangeran Rhapael yang mengurus ini," ucap Lelaki gondorong rambut ikal coklat.
Damanda menatap marah tajam dan penuh perasaan tak suka.
"Jangan bantu aku, aku tidak lemah." Damanda menyerang Srigala itu langsung dengan teknik bertarung yang sangat hebat. Rhapael pun tak pernah tahu jika Damanda selincah itu dan Ketika akan terinjak Damanda menusuk telapak kaki Srigala itu dan menyobeknya.
Tristan dan Marcus masih dengan para srigala itu. Saat Damanda lengah seketika itu pedang yang ada di punggung Damanda yang terbawa hampir di raih lelaki gondrong rambut coklat ikal.
"Aaaih..." Damanda sadar dan seketika pangkal pedang menyentuh telapak tangan lelaki itu hanya sekali lewat.
'Tidak mungkin,' sadar menatap telapak tangannya terbakar seperti tergores timah panas.
Lelaki itu mengepalkan tangannya, telapak tangannya yang terluka di eratkan dengan kepalannya.
Damanda mundur seketika menghindar seketika itu Srigala itu juga menyerang serah dengan Damanda menghindar dari lelaki itu.
Bruuugh... Damanda jatuh ke tanah sedikit terseret dengan tubuhnya sendiri.
Rhapael membanting Serigala itu dan mematahkan rahangnya dengan kasar hingga robek sampai tenggorokannya. Tangan kanan Rhapael mengeluarkan cahaya merah seperti api ada juga warna hijau muda dengan putih. Seketika itu Serigala terbakar hangus dan Rhapael mengambil leher lelaki rambut coklat ikal gondrong itu membantingnya ke tanah.
"Haah.. Ternyata Anak manja Raja Damian sudah dewasa, Kalo gitu bagai mana dengan ini," ucap Lelaki itu menusukkan belati berwarna ungu dengan permata ungu di tengahnya, tertancap di bahu atas Rhapael dekat dengan urat nadi leher.
Damanda menatap dan melihat dengan badan yang lemah takut jika Rhapael kenapa kenapa. Seketika Damanda berdiri menguatkan dirinya dengan terpaksa melangkah. Seketika itu Sultan datang dan saat itu juga bentuk Sultan sudah sangat kotor.
Seperti Sultan juga melakukan penyerangan dengan sesuatu.
"Tidak, jangan kalian mendekat," ucap Damanda.
Di kepala Damanda terdengar suara Wanita asing yang mengatakan jika Damanda harus segera membantu Rhapael sebelum terlambat.
Damanda berjalan pelan melangkah mendekat seketika terjatuh dan bangkit lagi.
Damanda terus melangkah.
Marcus dan Tristan Akhirnya lepas tapi, Damanda menatap mereka langsung tak sengaja dan menggeleng.
'Aku tidak bisa membuatkannya kenapa-kenapa, Aku harus membantunya, Apa ini yang di maksud Ratu Zeline waktu itu atau, bukan,' Batin Damanda.
"Aaargh.. Kakinya semakin sakit sepertinya Kaki Damanda patah dan bahunya terluka parah.
__ADS_1
Rhapael masih menahan lelaki itu dengan mencekik lehernyanya Seketika itu Rhapael Mengeratkan tangannya yang mencekik hingga Lelaki itu muntah darah.