
Damanda langsung mengulurkan tangannya ketika terjun bebas ke dalam jurang gelap berharap bisa meraih tangan kecil Damian tapi, tak bisa Damanda meneteskan air matanya hingga udara ketika saat ia terjun itu menjatuhkan air matanya dengan cepat mengenai wajah seorang anak lelaki saat itu juga ajaibnya tangan Damanda meraih tangan Damian dengan cepat dan membalik posisi agar Damanda yang jatuh duluan.
"Ibu!" Sadar Damian seketika Damanda tersenyum.
"Tutup matamu sayang," ucapan lembut utu langsung Damian turuti dan seketika itu saat yang sama.
Rhapael tidak bisa bergerak ketika seorang lagi menghalangi geraknya.
"Haah.. yangmulia Raja Rhapael akan menyelamatkan Guarding cantiknya dan putra semata wayangnya," ucap Bangsa imortalia kaum Galen.
Rhapael mengepalkan tangannya dan berusaha menahans esuatu sekejap baru saja menutup mulut orang itu terbakar api sihir Rhapael.
Melesat cepat menghilang dari padangan semuanya.
Semuanya terdiam.
__ADS_1
Elina yang masih memeluk Daman seketika menangis sambil memeluk Daman sejak pertama melihat Damanda melompat ke jurang dalam itu dan menggendong daman untuk menenangkannya.
Daman histeris tak bisa berbuat apa pun selain memanggil nama Ibunya. Damanda memejamkan matanya di saat bersamaan detik itu juga Damian mengeratkan pelukannya begitu juga Damanda mereka seperti menempel dan Damanda terus berdoa agar Damian selamat.
Marcus dan Tristan tidak banyak drama langsung pergi menuruni jurang bersama para prjurit lainnya termasuk ahli sihir anak buah Marcus.
Elina membawa masuk Daman tapi, tak bisa hingga beberapa kali Daman lepas dan akan melompat sebelum Daman melompat kejurang Elina lebih cepat mencegah dan emmeluknya dan memeintanya tenang.
"Tenang Daman ibumu pasti selamat ayahmu menyelamatkannya," bisik Elina seketika tangis sesegukan dan histeris Daman yang membuat semua hati prajurit dan pelayan melo drama termasuk Elina itu mereda perlahan.
Dibawah Damanda dan Damian seketika tak bisa merasakan apapun Damanda mengira jika tubuhnya sudah hancur dan apakan Damian selamat? pikiran Damanda langsung tertuju oada Damian tapi, kenapa masih merasakan hangatnya pelukan anak-anak.
"Rhap-Rhapael, eh.. Raja," ucap Damanda masih dalam mode terkejutnya wajahnya dan dua kelopak matanya saling berkedip belum bisa percaya.
"Damanda..." Suara Marcus dan Tristan menganggu kesan baik andara Rhapael dan damanda. Seketika itu Damanda melihat di pelukannya jika Damian menggigil ketkutan.
__ADS_1
Rhapael membawa Damanda duduk di batuan besar dan Damian masih di pelukannya lalu di pangku dan membantu Damian membuka matanya.
"Damian heey.. Buka matamu, pangeran?" Kata Damanda seketika itu Damian membuka matanya saat itu juga Damian membuka perlahan kedua wajahnya pipinya di pegang tangan wanita.
"Pangeran?" Panggil Damanda lagi dan ketika akan akan menatap lebih dalam Damian menangis seketika itu menghambur memeluk Damanda dan menangis dalam pelukan Damanda.
Rhapael dan yang lainnya juga Tristan Marcus membelakangi Damanda juga Damian memberikan waktu berdua.
"Ibu.. Ibu... Aku menyayangimu bu, pulang bu.. Bu.. Jangan pergi aku mau ibu, Ibu aku butuh ibu, Aku merindukan ibu, Aku sudah melindungi ayah ibu, Aku mau ibu juga ada didekatku aku mau ibu juga aku lindungi," ucapnya sambil menangis sesegukan. Damanda merasakan sangat hangat hatinya bersamaan itu matanya berkaca-kaca menatap sedih pucuk kepala anak kecil yang menangis di pelukannya.
Damanda mengangguk mengusap belakang kepala juga mengangguk anggukan kepala bersamaan mengusap punggung Damian seketika itu air mata akan menetes buru-buru Damanda hapus dan menarik ingusnya agar terlihat tegar di mata Damian.
"Heey.. Pangeran yang tampan tidak menangis kau sudah bekerja dengan baik melindungi ayahmu, Ibu bangga." Kata Damanda seketika Damian melepaskan pelukannya dan menatap Damanda dengan tatapan yang basah wajah lucu dan tampan bekas menangis membuat wajah Damanda tersenyum dengan lebar di barengi air mata menetes.
Damian turun dari pangkuan Damanda dan menarik Damanda seketika wajah Damanda mendekat dan tangan mungil itu menghapus air mata Damanda sekaligus menarik wajah Damanda untuk di cium dahi pipi kanan kiri dan kedua matanya.
__ADS_1
Rhapael dan Marcus juga Tristan Sedangkan Limino sudah pergi lagi untuk mengambil beberapa alat bantu karena kurang untuk membawa Damanda keatas.
"Lakukan dengan cara kalian, Kurasa mereka seharusnya sudah tiada jika mereka masih ada berarti tidak semuanya aku habisi." Kata Rhapael seketika berbalik melihat dimana Damian mencium pipi Damanda.