Guarding The Vampire Sword

Guarding The Vampire Sword
Gtvs


__ADS_3

Beberapa detik hanya ada kesunyian diantara mereka dan Rhapael seketika berdiri. Groures dan Green juga ikut berdiri.


Mereka lemas dan pamit pergi bersama diantar Limino seketika Limino masuk melihat Rhapael yang kacau.


Rhapael mengusap Dahi kebelakang dan menatap ke samping.


"Seperti biasa."


"Bawakan minumanku. CEPAT!"


Limino dengan tenang mengangguki ucapan Rhapael yang marah.


'Yangmulia sangat kacau semenjak kejadian waktu itu,' kata Limino dalam hati dengan wajah datar yang sebenarnya sama sedih dan sayunya seperti Groures dan Green.


Beberapa tahun lalu sebelum kejadian waktu itu. Damanda datang memberikan segalanya karena alasan kerajaan. Memiliki waktu pulang pergi hutan istana Damanda terbiasa hingga niat untuk menyembunyikan milik Rhapael tumbuh dalam hatinya tapi setelah berpikir berulangkali jika Damanda melakukan itu berarti dirinya sangat egois sekali. Keputusannya memberikan milik Rhapael lagi walaupun membuat hatinya sakit.


Lalu Damanda menghilang dirinya tak ditemukan hingga ternyata Damanda tak bersembunyi jauh Rhapael kembali menemukan lagi di gubuk Groures.


Dan di waktu lalu itu juga pangeran Damian tumbuh di lingkungan istana yang ramai tapi, hatinya sepi. Damian sering mencari tahu wajah ibunya tapi, selalu gagal hingga suatu saat pertemuannya dengan Damanda mengubah hidup pangeran Damian. Damian bersikeras hidup dengan baik tapi, bagi Rhapael Damian selalu salah di matanya tapi, Rhapael sangat menyayangi putrannya.


Damian yang tinggal di istana tanpa kasih sayang siapa pun hingga tubuh menjadi putra yang dingin.


Daman yang tumbuh di gubuk sederhana tanpa kasih sayang ayah saja kasih sayang ibu Damanda bagi Daman terlalu banyak dan menghilangkan tempat rindu sosok ayah.

__ADS_1


Setiap harinya Rhapael hancur karena keputusan Damananda anggap saja sosok kuatnya terlalu lemah di hadapan Damanda jika di hadapan putranya sendiri Rakyat nya sendiri juga musuhnya Rhapael terlihat sangat berwibawa kejam juga tegas.


'Akupun hancur dengan ucapanku waktu itu. Damian? Daman? Damanda!'


Di hadapan Rhapael banyak sekali beberapa wadah anggur yang kosong lalu ada yang tumpah dan juga tetesan air mata dari Rhapael.


"Yangmulia aku kembali aku akan memelukmu, jangan pernah salahkan dirimu." Seorang wanita cantik itu adalah Damanda.


Rhapael mengangkat wajahnya seketika melihat Damanda dihadapannya di depannya dengan wajah tersenyum. Rhapael membalas tatapan lembut dan tersenyum yang Damanda berikan, seketika itu juga Damanda menghilang yang ternyata itu adalah bayangan dari Rhapael jika Damanda ada disana di sudut gelap ruangan Rhapael.


Hari semakin gelap berganti cahaya bulan perlahan naik semakin keatas dan bersinar.


Marcus Tristan dan Elina baru kembali keistana lalu memasukan kudanya kedalam kandang turun dari kudanya masing-masing mereka pergi bersama keluar kandang kuda.


"Aku Yakin Damanda itu pasti memikirkannya." Kata Elina.


Marcus hanya diam saja mendengarkan duanya bicara.


"Sudahlah rasanya perutku berbunyi ingin makan daripada memikirkan drama aneh Yangmulia Raja dan Damanda kita makan saja kedpur bagaimana sosis panggang." Kata Marcus seketika membuat kepalanya menjadi sasaran jitakkan Elina.


"Apa kau terlalu acuh tentang ini kau lupa pada Damian." Kesal Elina.


"Lalu kita harus apa jika itu keinginan mereka kita hanya diam saja tidak baik ikut terlalu dalam." Kata Marcus bersuara lagi. Elina menghela nafasnya.

__ADS_1


"Yaah.. Memang seperti itulah, sudah, ayo kita makan saja aku juga lapar.


*


Di gubuknya. Damanda dan Daman bersiap tidur ketika akan memasuki alam mimpinya Damanda terbangun membuka kedua kelopak matanya tapi, Daman tetap terlelep.


Mendengar suara yang bising di luar.


Groures dan juga Green sedang ada tugas di istana jadi kemungkinan mereka kembali adalah pagi dan Damanda juga seperti biasa pergi kepasar pulang kepasar Groures dan Green berangkat lagi ke istana. Jika itu Groures dan Green sepertinya mustahil.


Damanda mencoba tenang.


Sembari terus menidurkan Daman. Tangan Damanda meraih senjata didekatnya.


Di luar gubuk.


Bangsa imortalia mata merah yang berhasil hidup dan masih ada sampai sekarang sedang mengintai rumah Damanda dan Mereka bisa tahu itu karena mereka melihat beberapa bekas kuda istana melewati hutan dan salah satunya mengenal wajah Tristan dan Marcus juga Elina.


"Aku sangat lapar jika kita tak bisa mengusai pedang itu melalui Galen kita bisa menyantap dua Guarding itu dengan tenang."


"Benar sekali," ucap wanita diantara mereka.


"Kau gila mereka berdua nyawa berharga Raja Rhapael jika kita menyentuhnya apa kita akan baik-baik saja," ucap salah satunya yang takut sekali siapa Rhapael sebenarnya dan tahu siapa dua orang di dalam gubuk itu.

__ADS_1


"Kau ini terlalu banyak berpikir jika mereka jauh tak mungkin Raja tahu pasangannya dan putra angkat guarding nya menjadi santapan kita."


__ADS_2