Guarding The Vampire Sword

Guarding The Vampire Sword
Gtvs


__ADS_3

Elina marah dan membuat semuanya diam Elina keluar dari istana di perhatikan Rhapael dari tempatnya di jendela ruangan lain mungkin itu kamarnya.


Setelah kejadian Galen tumbang dan tiada lalu Damanda.


Seperti waktu hidupnya Damanda setelah setahun dengan tak wajar seharusnya tidak perlu setahun juga Damanda harusnya sudah sadar tapi, Damamda sendiri menundanya. Rhapael saat itu masih percaya jika Damamda akan bernafas kembali dan hidup kembali.


Tapi, sesuatu di kepalanya mengingatkan jika Damanda adalah manusia biasa yang butuh kebebasan jika bersama Rhapael itu akan mempersingkat umur Damanda..


Mungkin yang Elina katakan benar umur Damanda sudah lebih pedek ketika takdir nya menjadi bangsa guarding bagi bangsa imortalia pilihan Rhapael termenung memikirkan kesalahan yang mungkin memang salah.


'Semuanya mungkin akan kembali normal Damanda juga akan bahagia.'


'Damanda tak layak bersama ku.'


'Tidak percaya dengan benang merah itu karena aku akan membuatnya putus sendiri dan Damanda tak terikat lagi.'


'Bukan karena dia adalah orang lain yang ada di raga orang lain tapi, dia begitu baik untuk imortalia kejam sepertiku, lagi pula tidak ada baiknya jika hidup di jalan yang sama denganku.'


Rhapael menunduk dan berbalik masuk.


Damanda dan si kecil Guarding masih menyusuri hutan dan ketika itu waktu berlalu sekarang Damanda sampai di tempat ramai Ketiaka akan berjalan Damanda menghentikan langkahnya terkejut.


"Kau itu mahluk aneh mengerikan kaum bison sepertimu jangan pernah mendekati daganganku bisa kena kutukan kau tahu, sana pergi saja," ucal pedang manusa biasa.


Damanda membalik Arahnya dan melangkah mendekat mengejar orang dengan tubuh bison berjalan tegap itu.


"Hey.. Tunggu," ucap Damanda seketika mengangkat sesuatu dari tangannya tang tidak menggendong bayi.


Panggilan Damanda sepertinya bukan padanya Kaum bison yang malang itu berjalan lagi seketika berhenti ketika Damanda ada didrpannya dan memberikan makana yang tadi mau di belinya.


"Maaf Bisa kah kau menyingkir aku ingin lewat jika kau menghalanginya nanti kau bisa kena sial."


Damanda mengerutkan dahinya lalu terkekeh.


"Apa nya yang sial, Nih ambilah aku memberikannya padamu aku sengaja memberikannya karena kau sepertinya butuh teman aku bisa menjadi temanmu, dan kenalkan dia bayi manis," ucap Damanda memperkenalkan bayi Guarding di gendongannya.


"Waah Kau sudah menikah ya dan itu anakmu," ucapnya seketika Damanda menoleh dengan wajah sedih tahu jika sepertinya perkataannya menyinggung wanita disamping, seorang Kaum bison itu malu dan takut.

__ADS_1


"Maa-maaf aku tak sengaja apa aku salah bicara?" ucapnya ketakutan.


"Heem Tidak aku tidak tersinggung hanya saja aku belim menikah ini bukan juga anakku, ibunya mati karena aku tidak bisa menyelamatkan ibunya," ucap Damanda.


Seorang kaum bison dan Damamda sampai di tempat gubuk terpencil dengan terus berjalan tanpa sadar sampai di tempat tingga seorang kaum bison.


"Kau kemana dan ini sangat jauhlo dari kota pasar dan pemukiman." Damanda menoleh kiri kanan dan samping.


"Iya.. karena kaum ku sudah tidak tinggal disini aku di kucilkan karen aku memiliki kekurangan yang dimana Kaum Bison tidak boleh punya," ucapnya lalu masuk ke teras rumah.


"Maksudnya apa kau kan sehat kuat besar berdiri tegap kau seperti bison yang besar." Damanda berhenti dan menatap seorang kaum bison itu.


"Aku punya penyakit yang bisa membuat semua kaum bison mati dan di tambah rumor buruk yang sebenarnya bukan aku yang menyebabkan malah dikira aku penyebabnya." Jelas seirang Kaum bison itu dengan wajah sedih lalu duduk di kursi yang tersedia bersama Damanda di sebelahnya di pisahkan oleh meja kecil di tengahnya mereka masih di teras rumah gubuk sederhana.


Seketika asik bicara tentang seorang kaum bison itu Damanda melihat pintu terbuka sedikit dengan sebuah rambut abu-abu dan tanduk sama seperti kaum bison yang duduk di samping Damanda.


"Siapa Dia?" Seketika mereka berdua menatap pintu yang terbuka ke dalam.


*


"Ah iyaa.. Maaf kan aku Groures Aku penasaran habisnya kau tidak masuk ke dalam ternyata ada tamu," ucapnya persish seperti anak umur tujuh tahun tapi sepertinya anak ini persisi seperti Kaum bison disebelah Damanda.


"Salam kenal aku Damanda kalian kamu bison yang ramah aku jarang sekali melihat yang seperti kalian," ucap Damanda memperkenalkan diri dengan wajah yang sangat ramah dan tersenyum senang.


Seperti hal yang tiba-tiba datang mereka berdua terkejut gugup sekaligus salah tingkah.


"Maafkan kami Nona." Groures Bison dewasa itu langsung meminta maaf dan bison kecil itu juga meminta maaf ketakutan sekaligus.


Damanda bingung juga heran kenapa ada yang salah dengan mereka. Damanda langsung meminta keduanya bangun dan berdiri menatap wajah mereka berdua Damanda kebingungan Menghela nafasnya Damanda kembali tersenyum.


Mendekat dan menapuk bahu Groures dan Bison muda itu di usap lembut kepala oleh Damanda.


"Saya minta maaf tidak tahu kalo anda adalah bangsa Guarding maafkan kami kami jadi tidak enak tidak menyambut anda dengan baik."


Damanda menatap Groures dan tersenyum.


"Tenang saja lagi pula aku juga rakyat biasa seperti kalian jadi bisakah kalian membikanku tumpangan tempat tinggal sementara Maaf aku merepotkan kalian," ucap Damanda.

__ADS_1


Keduanya kembali terkejut apa yang Damanda bilang jika ingin menginap di rumah mereka.


*


Rhapael berlatih dengan Limino dan mulai dengan lebih awal ketika Matahari baru akan muncul sekarang mata hari sudah terik.


Rhapael menyudahinya dan mengajak Limino beristirahat.


"Elina masih belum kembali?" ucap Rhapael duduk dengan tenang mengatur nafasnya yang normal.


"Elina terlalu berlebihan."Kata Rhapael lagi.


"Belum Tuan sudah tiga hari Elina tidak kembali dan di hari ke empatnya Elina mengirimkan kabar lewat sihir mana miliknya jika ia akan mampir ke tempat Ratu Zeline."


"Biarakan saja," ucap Rhapael lalu pergi dari sana.


Limino menunduk dan bangkit.


'Seharusnya Anda tidak membuiarkan Nona Guarding yang baru lepas dari kematian pergi sendirian di luar bersama bayi, Yang mulia.' Berjalan menatap punggung Rhapael.


"Kau tidak bertanya apa alasanku membiarkan Damanda pergi begitu saja," ucap Rhapael.


"Tidak Yang mulia pasti anda memiliki alasan sendiri dan saya tidak akan penasaran karenanya," jelas nya dengan baik pada Rhapael.


Limino menganggukan kepalanya dan kembali mereka berjalan pergi.


Elina datang ke tempat Ratu Zeline dan mendatang dimana Ratu Zeline berada dan juga mendekat dan bertanya sedikit banyak tentang Damanda Ratu Zeline hanya memberikan senyumannya pada Elina.


"Untuk apa kau repot-repot Elina." Kata ratu Zeline dibarengi dengan senyumannya.


"Apa maksud anda, memangnya anda tidak khawatir jika terjadi sesuatu Damanda baru sadar dari kematiannya dan sudah di usir Raja Rhapael aku tidak terima semuanya."


Ratu Zeline membalik badanya menghadap Elina dan mendekat menyentuh bahu Elina.


Dengan lembut tangan Ratu Zeline maraih tangan Elina kedua-duanya dan menggenggamnya lembut.


"Kau tidak perlu khawatir dengan semuanya dan kembalilah ke istana Selatan tunggu sampai Rhapael sendiri yang membawanya. Jika bukan Damanda pengaman Rhapael kalian tidan kerajaan seleatan tidak akan bertahan lama. Lagi pula dua saudara Bison itu juga bersama Damanda mereka kaum terbuang dari para Bison perkasa." Jelas Ratu Zeline dengan wajah yang tersenyum menatap lembut.

__ADS_1


Elina menghelanafasnya dan mengangguk.


Di tempat lainnya Damanda dan bayi juga dua orang kaum bison menjaga juga mengurus terlihat seperti keluarga bahagia.


__ADS_2